Sabtu, 03 Oktober 2026
14:47 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Suku Oirat

Suku Oirat

kelompok orang Mongol paling barat

Bagikan:
Oirat
250px-Mongolia_XVI.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumlah populasi
638.372
Daerah dengan populasi signifikan
 Mongolia205.000 (sensus 2010)
 Rusia183.372 (sensus 2010)
 Tiongkok250.000 (perkiraan 2013)
Bahasa
Oirat
Agama
Buddhisme Tibet, Shamanisme
Kelompok etnik terkait
Mongol

Oirats (bahasa Mongol:"ойрад", "ойрд", Oird[needs IPA]; dulu juga disebut Eleuth[1]) adalah kelompok Mongol yang terletak di paling barat. Rumah nenek moyang mereka terletak di pegunungan Altai di Mongolia barat. Walaupun Oirat berasal dari wilayah timur Asia Tengah, kelompok mereka saat ini sebagian besar tinggal di Kalmykia yang merupakan bagian dari Rusia, di mana mereka disebut suku Kalmyk.

Secara historis, Oirat terbagi menjadi empat suku besar: Dzungar (Choros atau Olots), Torghut, Dörbet, dan Khoshut. Suku-suku kecil meliputi Khoid, Bayads, Myangad, Zakhchin, dan Baatud.

Etimologi

250px-Mongol_Empire_c.1207.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kekaisaran Mongol c. 1207
250px-Fragment_of_medieval_Oirat_map_shows_Lake_Balkhash%2C_Ob%2C_Irtysh_and_Ili_rivers.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah fragmen peta abad pertengahan Khanat Dzungar

name ini berasal dari Mongolik ой#Mongolian [wikt] < *hoi ("hutan, pepohonan") dan ард#Mongolian [wikt] < *harad ("orang-orang"), yang dianggap sebagai bagian dari "penduduk hutan" pada abad ke-13.[2] sebuah opini menyakini bahwa nama tersebut berasal dari kata Mongolia oirt artinya "tertutup" (dalam jarak) seperti dalam "yang dekat/lebih dekat."

Nama Oirat mungkin berasal dari perubahan nama asli grup Dörben Öörd, artinya "sempat sekutu". Mungkin terinspirasi oleh sebutan Dörben Öörd, bangsa Mongol lainnya terkadang menggunakan istilah "Mongol Döchin" untuk diri mereka sendiri ("Döchin" berarti empat puluh), tetapi jarang sekali terdapat tingkat persatuan yang sebesar itu di antara sejumlah besar suku seperti di antara suku Oirat.


250px-Mongol_Empire_c.1207.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kekaisaran Mongol c. 1207
250px-Fragment_of_medieval_Oirat_map_shows_Lake_Balkhash%2C_Ob%2C_Irtysh_and_Ili_rivers.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah fragmen peta abad pertengahan Khanat Dzungar

name ini berasal dari Mongolik ой#Mongolian [wikt] < *hoi ("hutan, pepohonan") dan ард#Mongolian [wikt] < *harad ("orang-orang"), yang dianggap sebagai bagian dari "penduduk hutan" pada abad ke-13.[2] sebuah opini menyakini bahwa nama tersebut berasal dari kata Mongolia oirt artinya "tertutup" (dalam jarak) seperti dalam "yang dekat/lebih dekat."

Nama Oirat mungkin berasal dari perubahan nama asli grup Dörben Öörd, artinya "sempat sekutu". Mungkin terinspirasi oleh sebutan Dörben Öörd, bangsa Mongol lainnya terkadang menggunakan istilah "Mongol Döchin" untuk diri mereka sendiri ("Döchin" berarti empat puluh), tetapi jarang sekali terdapat tingkat persatuan yang sebesar itu di antara sejumlah besar suku seperti di antara suku Oirat.

Sistem penulisan aksara

Pada abad ke-17, Zaya Pandita,[3] seorang monk Gelug dari suku Khoshut , merancang sebuah sistem penulisan baru yang disebut Clear Script untuk digunakan oleh orang-orang Oirat. Sistem ini dikembangkan pada dasar dari naskah Mongol lama, tetapi memiliki sistem diakritik yang lebih berkembang untuk mencegah salah tafsir dan mencerminkan beberapa perbedaan leksikal dan gramatikal yang dimiliki bahasa Oirat dari bahasa Mongolia.[4]

Clear Script tetap digunakan di Kalmykia sampai pada pertengahan-1920s ketika diubah menjadi alfabet latin, and penulisan the Alfabet Kiril. Hal ini dapat dilihat pada beberapa rambu publik di ibu kota Kalmyk, Elista, dan diajarkan secara dangkal di sekolah-sekolah. Di Mongolia, aksara ini juga digantikan oleh aksara Kiril pada tahun 1941. Beberapa suku Oirat di Tiongkok masih menggunakan Aksara Jelas sebagai sistem penulisan utama mereka, serta aksara Mongolia.

Sebuah monumen Zaya Pandita di Kalmykia Diresmikan pada peringatan 400 tahun kelahiran Zaya Pandita, dan peringatan 350 tahun penciptaan Aksara Jelas olehnya.[5]

Sistem penulisan aksara

250px-Mongol_Empire_c.1207.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kekaisaran Mongol c. 1207
250px-Fragment_of_medieval_Oirat_map_shows_Lake_Balkhash%2C_Ob%2C_Irtysh_and_Ili_rivers.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah fragmen peta abad pertengahan Khanat Dzungar

name ini berasal dari Mongolik ой#Mongolian [wikt] < *hoi ("hutan, pepohonan") dan ард#Mongolian [wikt] < *harad ("orang-orang"), yang dianggap sebagai bagian dari "penduduk hutan" pada abad ke-13.[2] sebuah opini menyakini bahwa nama tersebut berasal dari kata Mongolia oirt artinya "tertutup" (dalam jarak) seperti dalam "yang dekat/lebih dekat."

Nama Oirat mungkin berasal dari perubahan nama asli grup Dörben Öörd, artinya "sempat sekutu". Mungkin terinspirasi oleh sebutan Dörben Öörd, bangsa Mongol lainnya terkadang menggunakan istilah "Mongol Döchin" untuk diri mereka sendiri ("Döchin" berarti empat puluh), tetapi jarang sekali terdapat tingkat persatuan yang sebesar itu di antara sejumlah besar suku seperti di antara suku Oirat.

Pada abad ke-17, Zaya Pandita,[6] seorang monk Gelug dari suku Khoshut , merancang sebuah sistem penulisan baru yang disebut Clear Script untuk digunakan oleh orang-orang Oirat. Sistem ini dikembangkan pada dasar dari naskah Mongol lama, tetapi memiliki sistem diakritik yang lebih berkembang untuk mencegah salah tafsir dan mencerminkan beberapa perbedaan leksikal dan gramatikal yang dimiliki bahasa Oirat dari bahasa Mongolia.[7]

Clear Script tetap digunakan di Kalmykia sampai pada pertengahan-1920s ketika diubah menjadi alfabet latin, and penulisan the Alfabet Kiril. Hal ini dapat dilihat pada beberapa rambu publik di ibu kota Kalmyk, Elista, dan diajarkan secara dangkal di sekolah-sekolah. Di Mongolia, aksara ini juga digantikan oleh aksara Kiril pada tahun 1941. Beberapa suku Oirat di Tiongkok masih menggunakan Aksara Jelas sebagai sistem penulisan utama mereka, serta aksara Mongolia.

Sebuah monumen Zaya Pandita di Kalmykia Diresmikan pada peringatan 400 tahun kelahiran Zaya Pandita, dan peringatan 350 tahun penciptaan Aksara Jelas olehnya.[8]

Referensi

  1. ↑ Owen Lattimore, The Desert Road to Turkestan. (Bagi Lattimore, Euleuths adalah "the great western group of tribes which marks in all probability a primitive racial cleavage" (hlm. 101 dalam edisi 1929). Lattimore lebih lanjut (hlm. 139 mengacu pada Samuel Couling, Encyclopaedia Sinica (1917), di mana ejaan "Eleuth" diakibatkan oleh misionaris Prancis yang mencoba menulis suara Ölöt. Ke dalam bahasa Tionghoa, nama yang sama ditranskripsikan menjadi 厄鲁特 (Pinyin: Elute; Mongolia: Olot).))
  2. 1 2 3 郭蕴华 (1984). "厄鲁特蒙古历史变迁中的一些问题". Social Sciences in Xinjiang (dalam bahasa Tionghoa) (03): 125–130. ISSN 1009-5330. Wikidata Q114696375.
  3. ↑ N. Yakhontova, The Mongolian and Oirat Translations of the Sutra of Golden Light, 2006 Diarsipkan May 19, 2011, di Wayback Machine.
  4. ↑ Dani, Ahmad Hasan; Masson, Vadim Mikhaĭlovich (2003). History of Civilizations of Central Asia: Development in contrast: from the sixteenth to the mid-nineteenth century. UNESCO. hlm. 169. ISBN 978-92-3-103876-1.
  5. ↑ Bassin, Mark; Kelly, Catriona (2012). Soviet and Post-Soviet Identities. Cambridge University Press. hlm. 202. ISBN 978-1-107-01117-5.
  6. ↑ N. Yakhontova, The Mongolian and Oirat Translations of the Sutra of Golden Light, 2006 Diarsipkan May 19, 2011, di Wayback Machine.
  7. ↑ Dani, Ahmad Hasan; Masson, Vadim Mikhaĭlovich (2003). History of Civilizations of Central Asia: Development in contrast: from the sixteenth to the mid-nineteenth century. UNESCO. hlm. 169. ISBN 978-92-3-103876-1.
  8. ↑ Bassin, Mark; Kelly, Catriona (2012). Soviet and Post-Soviet Identities. Cambridge University Press. hlm. 202. ISBN 978-1-107-01117-5.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan