Rabu, 04 November 2026
00:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Gempa bumi Flores 2026

Gempa bumi Flores 2026

gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Indonesia tahun 2026

Bagikan:
Gempa bumi Flores 2026
330px-Building_Destroyed_in_the_Flores_earthquake_2026_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah bangunan yang runtuh di Kabupaten Manggarai Timur
Gempa bumi Flores 2026 di Flores
Gempa bumi Flores 2026
Tampilkan peta Flores
Gempa bumi Flores 2026 di Indonesia
Gempa bumi Flores 2026
Tampilkan peta Indonesia
Waktu UTC2026-08-14 21:58:21
ISC646150625
USGS-ANSSComCat
Tanggal setempat15 Agustus 2026 (2026-08-15)
Waktu setempat05:58:21 WITA (UTC+8)
MagnitudoMw  7.8 (USGS)
Mw  7.7 (BMKG)
Kedalaman10 km (6,2 mi)
Episentrum8°18′36″S 121°21′07″E / 8.310°S 121.352°E / -8.310; 121.352
SesarSesar Naik Busur Belakang Flores
JenisThrust
Wilayah bencanaFlores, Sumba, Sumbawa, dan Sulawesi Selatan, Indonesia
Intensitas maks.MMI VIII (Parah)[1]
Percepatan puncak0.635 g
Kecepatan puncak46,9 cm (18,5 in)/s
Tsunami1,61 m (5 ft 3 in)
Gempa awalmb  4.6 pada 2 Agustus 2026
Gempa susulan20.200+ (200 terasa), terbesar Mw  6.1
Korban142 tewas, 1.776 luka-luka (15 Agustus)
3 tewas (gempa susulan)[a]

Pada tanggal 15 Agustus 2026, pukul 05:58 WITA, gempa bumi berkekuatan Mw 7.8 mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Gempa bumi tersebut juga memicu tsunami dengan ketinggian mencapai 1,61 m (5 ft 3 in). Gempa bumi tersebut merupakan yang terkuat di wilayah Nusa Tenggara Timur, sejak tahun 1992.

Gempa bumi tersebut memicu peringatan tsunami untuk wilayah Flores dan Sulawesi. Sekitar 2.000 orang kemudian mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena khawatir akan terjadinya tsunami. Setidaknya 142 orang tewas akibat gempa bumi ini, sementara 1.776 orang lainnya mengalami luka-luka. Sekitar 102.384 rumah mengalami kerusakan, termasuk lebih dari 26.343 rumah yang rusak berat. Banyak rumah sakit di wilayah tersebut rusak atau hancur, sehingga pasien terpaksa dirawat di luar ruangan. Lebih dari 179.037 orang mengungsi, dengan 20.000 di antaranya tercatat berada di Manggarai. Keadaan darurat selama 14 hari ditetapkan di Nusa Tenggara Timur seiring dimulainya upaya penyelamatan untuk mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Kondisi tektonik

250px-Java_Tectonic_Setting_Map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta tektonik di wilayah Jawa dan wilayah Kepulauan Sunda Kecil di sebelah timurnya.

Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik, sebuah wilayah dengan aktivitas vulkanik dan tektonik yang signifikan. Kepulauan ini berada di antara lempeng Eurasia, Pasifik, dan lempeng Australia.[2] Wilayah Laut Flores secara khusus memiliki patahan geser maupun patahan naik.[3] Sesar Naik Busur Belakang Flores terletak di sebelah utara busur kepulauan Indonesia dan terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia di sebelah barat Lombok, serta terbentuk oleh interaksi Lempeng Australia dan Busur Banda di sebelah selatan Pulau Rote.[4] Hal ini dicirikan oleh subduksi dengan kemiringan ke bawah pada kedalaman menengah.[5] Ini merupakan bagian dari sesar naik (backthrust) yang lebih luas di wilayah busur belakang Indonesia. Studi geofisika kelautan sebelumnya mengindikasikan bahwa sesar naik busur belakang tersebut terdiri dari dua wilayah: sesar naik Wetar dan sesar naik Flores. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa keseluruhan sesar naik tersebut bersifat kontinu, membentang sepanjang sekitar 2.000 km (1.200 mi). Lempeng Sunda dan Lempeng Australia bergerak saling mendekat dengan kecepatan 80 mm (3,1 in) per tahun; dari pergerakan tersebut, 70 mm (2,8 in) per tahunnya diserap oleh Megathrust Sunda. Sisa kecepatan sebesar 10 mm (0,39 in) per tahun diakomodasi oleh sesar naik busur-belakang Flores (Flores back-arc thrust). Sesar ini membentang di lepas pantai utara Kepulauan Sunda Kecil, di Laut Banda.[6]

Wilayah ini aktif secara seismik, dengan 79 gempa bumi bermagnitudo lebih besar dari 6,0 tercatat di wilayah tersebut antara tahun 1900 dan 2022. Sebelas di antaranya memicu tsunami.[7] Selain itu, wilayah tersebut telah menghasilkan setidaknya enam gempa bumi yang memicu tsunami dengan magnitudo ≥6,5 sejak tahun 1800.[8] Terdapat risiko tsunami yang signifikan terkait dengan sesar naik busur belakang back-arc thrust di Indonesia. Wilayah timur Indonesia—yang penelitiannya masih lebih terbatas—telah dilanda lebih banyak tsunami dibandingkan wilayah barat yang telah lebih banyak diteliti.[9] Meskipun tsunami akibat sesar naik back-arc thrust tidak sesering tsunami megathrust, dampaknya tetap dapat menimbulkan kerusakan parah. Segmen timur sesar naik Flores mengalami ruptur pada gempa bumi Flores tahun 1992, sedangkan segmen baratnya belum mengalami rupture.[10] Segmen-segmen yang bersesuaian dari Sesar flores di Bali dan Lombok bertanggung jawab atas gempa bumi yang sangat merusak di tahun 1815, 1857, 1917, 1979 dan 2018. Segmen sesar Flores di sebelah timur bertanggung jawab atas gempa bumi Alor 2004.[11]

Gempa bumi

250px-M_7.7_-_68_km_NNW_of_Ende%2C_Indonesia.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ShakeMap USGS dari gempa bumi tersebut

Gempa bumi terjadi pada pukul 05.58 WITA. Gempa tersebut berkekuatan magnitudo Mw 7.8 dan terjadi pada kedalaman 10 km (6,2 mi) dengan episentrum di lepas pantai utara Flores, Nusa Tenggara Timur, 68 km (42 mi) arah utara-barat laut dari Ende. Mekanisme fokus gempa menunjukkan adanya sesar naik dangkal pada patahan yang membentang ke arah timur dengan kemiringan landai ke arah selatan. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan bahwa gempa tersebut memiliki ukuran retakan sebesar 90–45 km (56–28 mi).[12] Wijayanto, pejabat di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyatakan bahwa gempa tersebut disebabkan oleh pergerakan Sesar Naik Busur Belakang Flores. Segmen yang mengalami patahan tersebut sebelumnya telah dievaluasi oleh para ahli geologi memiliki potensi magnitudo maksimum antara 7,8 hingga 7,9.[13]

BMKG mencatat lebih dari 20.243 gempa susulan, dengan 200 diantaranya terasa.[14] Setidaknya lebih dari 35 gempa susulan diatas berkekuatan diatas Mw 5.0,[15] gempa susulan terbesar berkekuatan Mw 6.1.[16]

Model patahan

Mww7.8 finite fault oleh USGS
250px-Flores2026FFMslipV3.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Distribusi pergeseran di sepanjang zona retakan
250px-Flores2026FFMbasemapV3.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proyeksi permukaan model patahan

USGS menerbitkan model awal retakan sesar (finite fault rupture model) dengan dimensi 250–40 km (155–25 mi) dan durasi sekitar 51 detik. Sesar tersebut berorientasi timur-timur laut dan menunjam ke arah selatan dengan kemiringan 29°. Pergeseran merambat secara bilateral, namun pergeseran terbesar terjadi di sekitar hiposenter dan ke arah barat-barat daya. Terdapat dua zona dengan pergeseran tinggi; satu di sekitar hiposenter di lepas pantai, dan satu lagi di bawah Nusa Tenggara Timur; kedua zona tersebut masing-masing memiliki pergeseran maksimum sebesar 2,5266 m (8 ft 3,47 in) dan 2,6131 m (8 ft 6,88 in). Pergeseran di sebelah timur-timur laut hiposenter tergolong moderat dan mencapai puncaknya sebesar 1,0985 m (3 ft 7,25 in) di lepas pantai, sebelah utara Sikka. Zona pergeseran di hiposenter dan barat-barat daya merambat hingga ke dasar laut sembari meluas hingga kedalaman 30 km (19 mi) di dalam kerak bumi.

Gerakan tanah

Pengamatan seismik oleh BMKG melaporkan intensitas maksimum pada skala Modified Mercalli sebesar VIII (Parah) di Kabupaten Manggarai serta VII (Sangat Kuat) di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Bima. Di wilayah episentrum yaitu Ngada, Nagekeo, dan Sikka, serta lebih jauh ke barat di Sumbawa, intensitas yang tercatat adalah VI (Kuat). Intensitas V (Sedang) tercatat di Sumba Timur dan Flores Timur, sedangkan intensitas III–IV (Lemah–Ringan) tercatat di beberapa kabupaten di wilayah selatan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Percepatan tanah puncak maksimum sebesar 0,635 g tercatat di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, sementara kecepatan puncak sebesar 46,9 cm/detik tercatat oleh stasiun seismik di Ruteng.[17]

Tsunami

BMKG mengeluarkan peringatan tsunami untuk Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.[18] Perintah evakuasi dikeluarkan karena adanya peringatan tersebut. BMKG kemudian menyatakan peringatan-peringatan ini telah berakhir pada 07:30 WIB.[19][20] BMKG mencatat tsunami dengan ketinggian maksimum 0,94 m (3 ft 1 in) di Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.[21] Di Labuan Bajo, tsunami dengan ketinggian 30 cm (12 in) tercatat. Tsunami tertinggi dengan ketinggian 1,61 m (5 ft 3 in) tercatat di Reok.[22] Di Buton, Sulawesi Tenggara, tsunami tersebut membanjiri pantai dan desa di Kecamatan Siotapina.[23]

Saat menjelaskan perbedaan drastis dampak tsunami antara gempa bumi 2026 dan gempa bumi 1992 yang terjadi di wilayah berdekatan, ahli geofisika asal Indonesia yang berbasis di Selandia Baru, Aditya Gusman, menyatakan bahwa pemodelan tsunami standar tidak dapat mereplikasi ketinggian jangkauan tsunami run-up yang luar biasa besar pada peristiwa yang lebih awal tersebut. Dalam penelitian sebelumnya oleh Pranantyo dan Cummins, tsunami tahun 1992—yang mencapai ketinggian run-up hingga 26 meter (85 kaki) disebabkan oleh pergeseran slip yang terkonsentrasi di area kecil sesar, efek pelingkupan gelombang di Pulau Babi, serta longsoran bawah laut di Teluk Hading. Gusman menjelaskan bahwa karena sebagian besar retakan gempa tahun 2026 terjadi di bawah Pulau Flores dan bukan di laut, tsunami yang dihasilkan pun lebih kecil. Gusman lebih lanjut menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi tsunami, mengingat Flores dan wilayah sekitarnya memiliki riwayat kejadian tsunami di masa lalu. Pada tahun 1928, letusan di Pulau Paluweh memicu tsunami yang menewaskan sekitar 260 orang. Gempa bumi lainnya yang terjadi di antara Flores dan Sumbawa pada tahun 1820 juga memicu tsunami yang mencapai ketinggian 25 meter (82 kaki) di Sulawesi Selatan.[24]

Dampak

250px-Madrasah_Ibtidaiyah_di_Flores_yang_Rusak_Akibat_Gempa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Madrasah rusak di Reok, Kabupaten Manggarai
Statistik korban menurut lokasi[25]
KabupatenKorban tewasKorban luka
Manggarai 45 >532
Manggarai Timur 38 >643
Nagekeo 13 22
Sikka 6 55
Ngada 5 36
Ende 3 72
Manggarai Barat 1 6
Sumber: Laporan korban jiwa dan luka dari BNPB dan Basarnas, seiring proses identifikasi, verifikasi, serta konsolidasi unsur SAR di lapangan. diperbarui pada 28 Agustus 2026.

Menurut laporan yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 15 September, setidaknya 142 korban tewas,[26] lebih dari 1.776 korban luka, diantaranya 336 luka berat, dan sekitar 179.037 orang mengungsi.[27] Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan bahwa sebagian besar korban meninggal saat sedang tidur akibat tertimpa reruntuhan.[28] Menurut BNPB, sebanyak 48 korban meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan, dan 94 korban meninggal secara tidak langsung.[29] Sekitar 45 persen korban jiwa adalah lanjut usia, 37 persen orang dewasa, dan 6 persen bayi dan balita.[30]

Segera setelah peristiwa tersebut, banyak warga meninggalkan rumah mereka, dan pasien di dua rumah sakit di Kabupaten Sikka serta Kabupaten Ende dievakuasi.[31] Total sekitar 98.986 rumah rusak,[32] diantaranya 26.343 rumah rusak berat, 20.540 rumah rusak sedang, dan 40.945 rumah rusak ringan.[33] Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 658 unit, fasilitas kesehatan 172 unit, tempat ibadah 172 unit, fasilitas perkantoran 187 unit dan 89 fasilitas umum.[34] Di sektor pendidikan, gempa bumi berdampak terhadap 1.918 fasilitas pendidikan. Dengan 665 sekolah di antaranya dilaporkan rusak berat di 7 kabupaten yang meliputi 141.207 siswa serta 21.166 guru terdampak.[35][36]

Di Kabupaten Manggarai, 45 korban dilaporkan tewas dan 532 korban luka, delapan korban tewas diantaranya di Kecamatan Reok.[37] Di Kabupaten Manggarai Timur, 38 orang tewas akibat bangunan yang runtuh atau tidak langsung, dan 643 orang luka, diantaranya 239 luka berat.[38][39] Diantara korban tewas, terdapat seorang ibu dan dua anaknya yang tewas tertimbun reruntuhan bangunan.[40] Sekitar 13 korban tewas dan 22 korban luka di Kabupaten Nagekeo. Enam korban tewas di Kabupaten Sikka, lima korban tewas di Ngada, tiga korban tewas di Ende, dan satu korban tewas di Manggarai Barat.[41] Di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat lebih dari 3.050 rumah rusak berat, serta di Kabupaten Manggarai dengan 3.146 rumah rusak berat dan Manggarai Timur 5.962 rumah rusak berat. Ini adalah tiga wilayah terbesar dampak rumah rusak berat akibat gempa.[42] Tempat sebuah terminal penumpang maritim runtuh, ratusan penumpang di dalam terminal tertimpa reruntuhan yang jatuh.[43] Di Labuan Bajo, banyak bangunan dilaporkan rusak, termasuk sebuah hotel dan Bandar Udara Internasional Komodo.[44] Di antara korban luka terdapat dua wisatawan asal Tiongkok di sebuah hotel di Labuan Bajo yang terluka saat melarikan diri dalam kepanikan.[45] Di Pulau Padar, 986 wisatawan terjebak setelah layanan pelabuhan dihentikan.[46]

Banyak bangunan rusak di Ruteng, termasuk Bandar Udara Frans Sales Lega dimana langit-langit plafon runtuh.[47][48] Bangunan juga dilaporkan rusak di Borong.[49] Di wilayah-wilayah terpencil kabupaten tersebut, banyak rumah roboh dan sejumlah jembatan rusak. Kerusakan juga terjadi pada gedung kampus sebuah universitas di Ruteng. Banyak warga mengungsi ke daerah perbukitan karena khawatir akan tsunami.[50] Di Mbay, Kabupaten Nagekeo, setidaknya lima hingga enam rumah dilaporkan rusak.[51] Di Kota Bima, sejumlah bangunan dan rumah rusak, termasuk sebuah masjid dan sebuah gudang.[52] Di Kabupaten Sumba Timur, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk dua gereja yang dinding dan langit-langit plafonnya roboh.[53] Guncangan juga terasa kuat Makassar, dan berlangsung lebih dari 2 menit.[54] Di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sembilan rumah rusak ringan, dan empat rumah rusak sedang, beberapa rumah lainnya terdampak gelombang laut yang menerobos masuk ke rumah-rumah di Kecataman Pasilambena. Lebih dari 50 keluarga mengungsi di daerah perbukitan, terutama karena trauma yang disebabkan oleh kejadian sebelumnya saat peristiwa Gempa bumi Flores 2021.[55] Gempa juga dirasakan di Lombok dengan intensitas lemah.[56]

Pada 17 Agustus 2026, pukul 08:46 WITA, gempa susulan berkekuatan magnitudo Mw 5.5,[57] menyebabkan dua orang meninggal di Kabupaten Ngada, termasuk satu korban akibat tanah longsor.[58] Pada 20 Agustus 2026, pukul 06:45 WITA, gempa susulan lainnya berkekuatan magnitudo Mw 5.8, menyebabkan satu orang tewas akibat syok di rumah sakit Ruteng.[59]

Respon

250px-Aid_sent_for_East_Nusa_Tenggara_in_Halim_Perdana_Kusuma_Airport.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Memuar bantuan di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma

Lebih dari 2.000 orang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi setelah gempa bumi terjadi dan akibat dikeluarkannya peringatan tsunami.[60] Peringatan tersebut kemudian dicabut, namun pihak berwenang setempat mengimbau warga untuk tidak memasuki bangunan atau infrastruktur yang rusak karena dapat runtuh akibat gempa susulan. Seorang juru bicara tim pencarian dan penyelamatan menyatakan pada tanggal 15 Agustus bahwa prioritas utama mereka adalah mencari orang-orang yang mungkin terjebak di bawah reruntuhan. Sejumlah pejabat lainnya juga berada di Flores untuk menilai tingkat kerusakan. Sementara, pasien pada dua rumah sakit di Sikka dan Ende dievakuasi .[61] Lima belas pasien dan lima bayi mendapatkan perawatan di tenda yang didirikan di luar area Rumah Sakit Umum Daerah Ende. Rumah sakit tersebut dikosongkan sebagai langkah pencegahan untuk mengantisipasi kemungkinan bangunan runtuh akibat gempa susulan. Sebuah lapangan di luar kantor polisi Ende dijadikan tempat penampungan sementara bagi warga yang khawatir untuk kembali ke rumah mereka.[62] Banyak warga Sikka yang mengungsi juga menghabiskan malam tanggal 15 Agustus di Stadion Gelora Samador.[63]

Presiden Prabowo Subianto mengirimkan 50.000 paket bantuan presiden ke Maumere.[64] Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan tim khusus dari berbagai wilayah, termasuk Bali dan Nusa Tenggara Barat, untuk membantu upaya penyelamatan di Nusa Tenggara Timur.[65] Sekitar 100 personel Korps Brigade Mobil dan anggota tambahan dari divisi tanggap khusus lainnya dikirim ke Flores.[66] Kepolisian Negara Republik Indonesia menyatakan bahwa 137 personel dari Jawa telah diberangkatkan pada tanggal 15 Agustus, dan mereka juga akan mengirimkan tim anjing pelacak pada hari berikutnya untuk membantu pencarian orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan, sehingga total personel yang dikerahkan mencapai 260 orang.[67] Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dan Kepala BNPB Suharyanto berangkat menuju ke Nusa Tenggara Timur untuk mengawasi operasi tanggap darurat.[68] Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga mengerahkan 1.267 personel untuk membantu operasi darurat.[69] TNI Angkatan Udara mengerahkan tiga pesawat untuk menyalurkan bantuan ke Flores dari Bandar Udara El Tari di Kota Kupang.[70] Kementerian Kelautan dan Perikanan mengirimkan 50 metrik ton bantuan dari Kendari ke Labuan Bajo menggunakan kapal pengawas Orca 06.[71]

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BNPB Suharyanto dan dua wakil menteri untuk pergi ke Nusa Tenggara Timur guna meninjau situasi.[72] Hingga 17 Agustus, sekitar 3.500 personel TNI dan Polri telah dikerahkan ke Manggarai, Maumere, dan wilayah terdampak lainnya. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa total 27 ton bantuan telah disalurkan melalui beberapa penerbangan.[73] Kementerian Pekerjaan Umum ditugaskan untuk membersihkan jalan-jalan yang tertutup akibat tanah longsor. Mereka berhasil membersihkan jalur-jalur utama, seperti jalan Trans-Flores dan jalan lainnya di dekat penanda kilometer 49 di Kecamatan Reo. Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga menyatakan bahwa aliran listrik mulai pulih di beberapa wilayah.[74] Untuk mendukung upaya penanganan bencana, kantor penanggulangan bencana provinsi Jawa Timur juga mendatangkan personel logistik dan tenaga kesehatan melalui jalur udara pada tanggal 17 Agustus.[75]

Disinformasi

Gempa bumi yang terjadi di Flores pada 14 Agustus 2026 dengan cepat menjadi bahan berbagai postingan palsu dan menyesatkan. Salah satu klip yang paling banyak dibagikan memperlihatkan retakan raksasa yang terbuka di permukaan tanah sementara orang-orang berlarian panik; klip tersebut menyebar melalui X, Instagram, dan postingan viral lainnya sebelum menjangkau komunitas-komunitas tematik besar. Rekaman tersebut tidak nyata: video yang dihasilkan AI yang sama telah digunakan sebagai disinformasi selama gempa bumi musim semi 2026 di Indonesia dan sebelumnya secara keliru dikaitkan dengan peristiwa di Venezuela dan Kolombia.[76]

Rekaman arsip juga berulang kali disebarkan seolah-olah baru. Sebuah video dramatis yang memperlihatkan gedung pencakar langit yang miring parah dibagikan oleh akun berita, blog, dan agregator seolah-olah itu menunjukkan gempa bumi di Indonesia. Pada kenyataannya, video tersebut menggambarkan Gedung Uranus di Hualien, Taiwan, yang miring setelah gempa bumi pada 3 April 2024; rekaman aslinya telah didokumentasikan jauh sebelum bencana tahun 2026. Klip lain yang beredar luas memperlihatkan para siswa berlindung di bawah meja dan muncul di berbagai agregator berita serta halaman berita utama, namun video aslinya direkam selama gempa bumi di Filipina pada Oktober 2025. AFP kemudian mengonfirmasi bahwa baik rekaman gedung pencakar langit di Taiwan maupun video ruang kelas di Filipina telah dikaitkan secara keliru dengan gempa bumi di Indonesia.[77]

Penyelidikan AFP lainnya melacak rekaman yang beredar di internet — yang diklaim sebagai gelombang tsunami yang menghantam Labuan Bajo setelah gempa bumi — sebagai gelombang badai di Dingalan, Filipina, selama Topan Super Fung-wong pada November 2025. Situasi sebenarnya di Indonesia juga didokumentasikan oleh kantor berita nasional ANTARA, yang melaporkan bahwa BMKG kemudian mencabut peringatan tsunami setelah pemantauan menunjukkan tidak ada kenaikan signifikan lebih lanjut pada permukaan laut. Pihak berwenang Indonesia juga membantah peringatan palsu yang mengklaim bahwa gempa bumi besar lainnya akan melanda Nusa Tenggara Timur pada waktu tertentu pada 15 Agustus; ANTARA melaporkan pernyataan BMKG bahwa klaim tersebut tidak benar dan bahwa waktu, lokasi, serta magnitudo gempa bumi di masa depan tidak dapat diprediksi secara pasti.[78]

Sebuah hoaks lokal terpisah muncul di Aimere, Nusa Tenggara Timur, di mana sebuah video viral disebarkan dan memperlihatkan seorang pria memperingatkan warga tentang gempa bumi sebelum terjadi dan mengklaim berbicara atas nama Malaikat Agung Mikhael. Media regional Indonesia, Warisan Budaya Nusantara, melaporkan bahwa kesaksian saksi mata menunjukkan rekaman tersebut dibuat sekitar 30-60 menit setelah gempa bumi, bukan sebelum gempa terjadi. Sebuah laporan lanjutan yang mengutip polisi setempat juga menyatakan bahwa video tersebut direkam setelah gempa terjadi.[79]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ 2 korban meninggal di Ngada akibat gempa susulan 17 Agustus, 1 korban meninggal di Ruteng akibat gempa susulan 20 Agustus

Referensi

  1. ↑ "Seismic Intensity Map". Badan, Meteorologi, Klimatalogi dan Geofisika. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "RI sits on Pacific 'ring of fire' : official". Antara News. 18 Maret 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Agustus 2018. Diakses tanggal 6 Agustus 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Handayani, Lina (2020). "Seismic Hazard Analysis of Maumere, Flores: a Review of the Earthquake Sources". Proceedings of the Proceedings of the 7th Mathematics, Science, and Computer Science Education International Seminar, MSCEIS 2019, 12 October 2019, Bandung, West Java, Indonesia. hlm. 1. doi:10.4108/eai.12-10-2019.2296247. ISBN 978-1-63190-256-7. Diakses tanggal April 1, 2025.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Xiaodong, Yang; Singh, Satish; Tripathi, Anand (Januari 6, 2020). "Did the Flores backarc thrust rupture offshore during the 2018 Lombok earthquake sequence in Indonesia?". Geophysical Journal International. 221 (2): 758–759. doi:10.1093/gji/ggaa018. Diakses tanggal 2024-02-12.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Eric S. Jones; Gavin P. Hayes; Melissa Bernardino; Fransiska K. Dannemann; Kevin P. Furlong; Harley M. Benz; Antonio Villaseñor (Juni 30, 2014). "USGS Open-File Report 2010–1083-N: Seismicity of the Earth 1900–2012 Java and Vicinity". pubs.usgs.gov. Diakses tanggal 2025-03-30.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Sarjan, Achmad; et al. (22 April 2021). "Delineation of Upper Crustal Structure Beneath the Island of Lombok, Indonesia, Using Ambient Seismic Noise Tomography" (PDF). Frontiers in Earth Science. 9 560428: 2. Bibcode:2021FrEaS...9..269S. doi:10.3389/feart.2021.560428. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 16 Oktober 2021. Diakses tanggal 16 Oktober 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Citrosiswoyo, Wahyudi; et al. (Juli 2024). "Numerical Modelling of the Potential Hazard Due to Future Flores Back Arc Thrust Earthquake Generated Tsunami". ResearchGate. hlm. 2. Diakses tanggal April 6, 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Felix, Raquel P.; Hubbard, Judith A.; Bradley, Kyle E.; Lythgoe, Karen H.; Li, Linlin; Switzer, Adam D. (2022-05-18). "Tsunami hazard in Lombok and Bali, Indonesia, due to the Flores back-arc thrust". Natural Hazards and Earth System Sciences (dalam bahasa English). 22 (5): 1665–1682. Bibcode:2022NHESS..22.1665F. doi:10.5194/nhess-22-1665-2022. hdl:20.500.11820/4c931103-5dc4-462f-b358-9daf214ddb61. ISSN 1561-8633. Diakses tanggal Maret 31, 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Pranantyo, Ignatius; Heidarzadeh, Mohammad; Cummins, Phil (Mei 2021). "Complex tsunami hazards in eastern Indonesia from seismic and non-seismic sources: Deterministic modelling based on historical and modern data". ResearchGate. Diakses tanggal Maret 31, 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Pranantyo, Ignatius; Cummins, Phil (Juli 2019). "Multi-Data-Type Source Estimation for the 1992 Flores Earthquake and Tsunami". ResearchGate. hlm. 11. Diakses tanggal April 1, 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Yang, Xiaodong; Singh, Satish C.; Tripathi, Anand (2020). "Did the Flores backarc thrust rupture offshore during the 2018 Lombok earthquake sequence in Indonesia?". Geophysical Journal International. 221 (2): 758–768. doi:10.1093/gji/ggaa018.
  12. ↑ ANSS. "M 7.8 - 64 km NNW of Ende, Indonesia 2026". Comprehensive Catalog. U.S. Geological Survey.
  13. ↑ "Analisis Gempa Bumi M 7,0 NTT: Penyebab dan Daerah yang Terdampak". Detik.com. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  14. ↑ "Gempa Susulan di Flores Tembus 20.243 Kali, Terbesar M 6,2". Kompas.com. 2026-10-08. Diakses tanggal 2026-10-08.
  15. ↑ "USGS earthquake catalog". United States Geological Survey.
  16. ↑ ANSS. "M 6.1 - 58 km N of Ende, Indonesia 2026". Comprehensive Catalog. U.S. Geological Survey.
  17. ↑ "Seismic Intensity Map". Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "Gempa Bumi M7,7 – 30 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT - BMKG". BMKG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Diakses tanggal 2026-08-15.
  19. ↑ Purwanti, Teti (15 Agustus 2026). "37 Gempa Susulan Hantam NTT, Paling Dahsyat Berkekuatan M 6,2". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  20. ↑ "Indonesia declares tsunami warning over after magnitude 7.7 earthquake" (dalam bahasa Inggris). BBC. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  21. ↑ "Gempa Bumi M7,7 – 30 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT". Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. 14 Agustus 2026. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  22. ↑ Rahayu, Lisye Sri (14 Agustus 2026). "Tsunami Setinggi 0,3 M Terjadi di Labuan Bajo Usai Gempa M 7,7 NTT". Detik.com. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  23. ↑ "Detik-Detik Gelombang Air Tsunami Terjang Pesisir Buton-Selayar Pasca Gempa M 7.7 di NTT". Kompas.tv. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  24. ↑ Arif, Ahmad (19 Agustus 2026). "Dua Gempa, Dua Tsunami Berbeda: Pelajaran Mematikan dari Flores 1992 dan 2026" [Two Earthquakes, Two Tsunamis: Deadly Lessons from Flores in 1992 and 2026]. Kompas. Diakses tanggal 19 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. ↑ https://news.detik.com/berita/d-8633936/update-gempa-ntt-103-korban-tewas-185-ribu-orang-masih-mengungsi/amp
  26. ↑ "Korban Jiwa Gempa M7,7 Flores 142 Jiwa, 94 di Antaranya Meninggal di Pengungsian". Sindonews. 15 September 2026. Diakses tanggal 19 Oktober 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ "Update Dampak Gempa NTT: 136 Orang Meninggal, Ribuan Luka-Luka, 56 Ribu Lebih Mengungsi". Kompas.tv. 12 September 2026. Diakses tanggal 12 September 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ Susanty, Farida; Sullivan, Helen (15 Agustus 2026). "Powerful magnitude 7.7 earthquake kills at least 47 in Indonesia" (dalam bahasa Inggris). BBC. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  29. ↑ "Korban Jiwa Gempa M7,7 Flores 142 Jiwa, 94 di Antaranya Meninggal di Pengungsian". Sindonews. 15 September 2026. Diakses tanggal 19 Oktober 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. ↑ "Korban Tewas Gempa NTT Jadi 111 Jiwa, Didominasi Lansia". Metrotvnews. 29 Agustus 2026. Diakses tanggal 29 Agustus 2026.
  31. ↑ Jehadu, Seraphinus Sandi Hayon; Huda, Larissa (15 Agustus 2026). "Gempa M 7,7 Guncang Flores, Pasien RSUD Ende dan Maumere Dievakuasi". Kompas. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  32. ↑ "Update Korban Jiwa Gempa Bumi NTT: 135 Orang Meninggal Duniak". Jpnn.com. 10 September 2026. Diakses tanggal 9 September 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. ↑ Febryan Kevin; Candra Kurniawan; Danu Damarjati (30 Agustus 2026). "BNPB: 89.618 Rumah Rusak akibat Gempa NTT". Kompas.com. Diakses tanggal 30 Agustus 2026.
  34. ↑ "Gempa M 7,7 NTT Mengakibatkan 2403 Unit Rumah Rusak, Gempa Susulan 995 kali". darilaut.id. 17 Agustus 2026. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
  35. ↑ "Gempa Flores Rusak 1.918 Sekolah dan Fasilitas Publik di NTT". rri.co.id. 31 Agustus 2026. Diakses tanggal 31 Agustus 2026.
  36. ↑ "502 Sekolah Rusak Berat Akibat Gempa NTT, 923 Sekolah Diliburkan". CNN Indonesia. 20 Agustus 2026. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  37. ↑ "Pemkab Manggarai Catat 45 Korban Jiwa Pascagempa Bumi di Flores". infopublik.id. 29 Agustus 2026. Diakses tanggal 29 Agustus 2026.
  38. ↑ "Pemkab Manggarai Catat 45 Korban Jiwa Pascagempa Bumi di Flores". balipost.com. 29 Agustus 2026. Diakses tanggal 29 Agustus 2026.
  39. ↑ "Gempa NTT: 36 Orang di Manggarai Timur Meninggal dan 239 Luka Berat". Beritsatu. 26 Agustus 2026. Diakses tanggal 26 Agustus 2026.
  40. ↑ "Ibu dan 2 Anak Tewas Tertimbun Reruntuhan Akibat Gempa di Manggarai Timur NTT". Detik.com. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  41. ↑ ""Update" Gempa Flores NTT: 53 Orang Tewas, 110 Orang Luka". Kompas.com. 16 Agustus 2026. Diakses tanggal 16 Agustus 2026.
  42. ↑ "BNPB: Sebanyak 44.946 Rumah Warga Rusak akibat Gempa M 7,7 di NTT". Kompas.com. 22 Agustus 2026. Diakses tanggal 22 Agustus 2026.
  43. ↑ "2 Warga di Sikka NTT Dilaporkan Tewas Imbas Gempa 7,7 Magnitudo". Kumparan. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  44. ↑ "Gempa M7,7 Guncang NTT, Hotel & Fasilitas Publik di Labuan Bajo Rusak". CNN Indonesia. 14 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  45. ↑ "2 Turis China di Labuan Bajo Terluka Akibat Gempa NTT, Dilarikan ke RS". Detik.com. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  46. ↑ "Govt confirms tourism areas in NTT under control after earthquake" (dalam bahasa Inggris). Antara. 16 Agustus 2026. Diakses tanggal 16 Agustus 2026.
  47. ↑ "Gempa M 7,7 Terasa hingga di Flores, Banyak Bangunan Ambruk". Liputan 6. 14 Agustus 2026. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  48. ↑ "Bandara hingga Hotel Rusak Akibat Gempa 7,7 Magnitudo Guncang NTT". Kompas.com. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  49. ↑ "Gempa Magnitudo 7,7 Rusak Bangunan di Manggarai Timur". Viva.co.id. 14 Agustus 2026. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  50. ↑ "Warga Manggarai Timur Mengungsi ke Perbukitan Usai Gempa NTT, Takut Tsunami". Kompas. 14 Agustus 2026. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  51. ↑ "Gempa Magnitudo 7,7 di Mbay Nagekeo, Warga Berlarian Mengungsi". Kompas. 14 Agustus 2026. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  52. ↑ "Sejumlah Bangunan di Bima Rusak Akibat Gempa Magnitudo 7,7 NTT". IDN Times. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  53. ↑ "Gempa Flores Terasa hingga Pulau Sumba, Warga Berhamburan dan Bangunan Rusak". Sumba Terkini. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
  54. ↑ "Gempa M 7,7 di Laut NTT Terasa Kuat di Makassar". Detik.com. 14 Agustus 2026. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  55. ↑ Rachmawati (17 Agustus 2026). "Gempa M 7,7 NTT, 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian Perbukitan". Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
  56. ↑ "Lombok residents feel strong shaking from magnitude 7.7 quake" (dalam bahasa Inggris). Antara. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  57. ↑ ANSS. "M 5.5 - 65 km NNW of Ende, Indonesia 2026". Comprehensive Catalog. U.S. Geological Survey.
  58. ↑ "Gempa Susulan M5,8 Guncang Ngada, Dua Warga Meninggal Dunia". Timexkupang.com. 2026-08-17. Diakses tanggal 2026-08-17.
  59. ↑ "1 Orang Tewas Akibat Gempa M 5,6 Guncang Manggarai NTT Pagi Tadi". Beritasatu. 2026-08-20. Diakses tanggal 2026-08-20.
  60. ↑ Volack, Jason; Moore, Jack; Haworth, Jon (15 Agustus 2026). "2nd earthquake hits Indonesia following powerful magnitude 7.7 quake". ABC News. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  61. ↑ "Indonesia quake death toll jumps to 20: Emergency official". The Straits Times. Reuters. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  62. ↑ Jehadu, Seraphinus Sandi Hayon; Ihsanuddin (15 Agustus 2026). "Gempa NTT, 15 Pasien dan 5 Bayi Dirawat di Tenda Darurat RSUD Ende". Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  63. ↑ "Foto: Korban Gempa 7,7 Magnitudo di NTT Bermalam di Tenda Pengungsian". Kumparan.com. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  64. ↑ "Prabowo sends 50,000 aid packages to quake-hit East Nusa Tenggara". Antara. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  65. ↑ "Indonesia launches swift response after 7.7-magnitude NTT earthquake". Antara. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  66. ↑ Marwah, Hanin. "Gempa NTT, Polri Kirimkan 100 Personel Brimob dan Dokter". Tempo.co. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  67. ↑ Shakti, Abdi Ryanda (15 Agustus 2026). Agustina, Dewi (ed.). "Mabes Polri Pertebal Personel Penanganan Dampak Gempa Bumi di NTT, Hari Ini Berangkatkan Brimob-K9". Tribun News. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.
  68. ↑ "Minister, disaster agency chief head to quake-hit East Nusa Tenggara". Antara. 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 15 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  69. ↑ "TNI deploys 1,267 personnel for East Nusa Tenggara quake response". Antara. 16 Agustus 2026. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Agustus 2026. Diakses tanggal 16 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  70. ↑ "NTT quake: Indonesia Air Force airlifts 13 tons of emergency aid" (dalam bahasa Inggris). Antara.news. 16 Agustus 2026. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
  71. ↑ "Indonesia sends 50 tons of aid to quake-hit NTT by sea" (dalam bahasa Inggris). Antara. 17 Agustus 2026. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
  72. ↑ "Government sends 27 tons of quake relief supplies to NTT: Official" (dalam bahasa Inggris). Antara. 16 Agustus 2026. Diakses tanggal 16 Agustus 2026.
  73. ↑ Raharjo, Dwi Bowo; Varwati, Lilis (17 Agustus 2026). "Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri". Suara.com. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
  74. ↑ Rachmawati, ed. (17 Agustus 2026). "Update Gempa NTT: Korban Meninggal Tembus 53 Orang, Listrik Mulai Pulih dan Jalan Terdampak Dibersihkan". Kompas. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
  75. ↑ Najibah, Izzatun; Rahmawati, Novita (17 Agustus 2026). "Pemprov Jatim Kirim Bantuan Personel dan Nakes untuk Korban Gempa NTT". Kompas.com. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
  76. ↑ "GFCN". gfcn.media. 2026-08-19. Diakses tanggal 2026-08-24.
  77. ↑ Nathaniel, Felix (2026-08-18). "AFP Fact Check". factcheck.afp.com. Diakses tanggal 2026-08-24.
  78. ↑ "ANTARA News". www.antaranews.com. 2026-08-15. Diakses tanggal 2026-08-24.
  79. ↑ Doo, Aurel (2026-08-17). "Warisan Budaya Nusantara". warisanbudayanusantara.com. Diakses tanggal 2026-08-24.
Sebelum 1900
1900-1999
2000-2009
2010-2019
2020-2029
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan