Senin, 12 Oktober 2026
14:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Amonium besi(II) sulfat

Amonium besi(II) sulfat

senyawa kimia

Bagikan:
Amonium besi(II) sulfat
250px-MohriteD.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-S%C3%ADran_%C5%BEeleznato-amonn%C3%BD.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama
Nama IUPAC
Amonium besi(II) sulfat
Nama lain
Fero amonium sulfat
Amonium besi sulfat
Garam Mohr
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChemSpider
ECHA InfoCard Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'. Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Nomor EC
Nomor E Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/Fe.2H3N.2H2O4S/c;;;2*1-5(2,3)4/h;2*1H3;2*(H2,1,2,3,4)/q+2;;;;/p-2 checkY
    Key: IMBKASBLAKCLEM-UHFFFAOYSA-L checkY
  • InChI=1/Fe.2H3N.2H2O4S/c;;;2*1-5(2,3)4/h;2*1H3;2*(H2,1,2,3,4)/q+2;;;;/p-2
    Key: IMBKASBLAKCLEM-NUQVWONBAX
  • [Fe+2].[O-]S(=O)(=O)[O-].[O-]S([O-])(=O)=O.[NH4+].[NH4+]
Sifat
Fe(SO4)(NH4)2(SO4) (anhidrat)
Fe(SO4)(NH4)2(SO4)·6H2O (heksahidrat)
Massa molar 284,05 g mol−1 (anhidrat)
392,14 g mol−1 (heksahidrat)
Penampilan Padatan biru kehijauan
Densitas 1,86 g/cm3
Titik lebur 100 hingga 110 °C (212 hingga 230 °F; 373 hingga 383 K)
Titik didih Tak dapat diterapkan
269 g/L (heksahidrat)
Bahaya
Lembar data keselamatan Fisher MSDS
Piktogram GHS GHS07: Tanda Seru
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
H315, H319, H335
P261, P264, P271, P280, P302+P352, P304+P340, P305+P351+P338, P312, P321, P332+P313, P337+P313, P362, P403+P233, P405, P501
Senyawa terkait
Senyawa terkait
Amonium besi(III) sulfat
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Amonium besi(II) sulfat, atau garam Mohr, adalah senyawa anorganik dengan rumus (NH4)2Fe(SO4)2(H2O)6. Mengandung dua kation berbeda, Fe2+ dan NH+4, ia diklasifikasikan sebagai garam ganda dari fero sulfat dan amonium sulfat. Ia adalah reagen laboratorium yang umum karena mudah mengkristal, dan kristal itu menolak oksidasi oleh udara. Seperti garam fero sulfat lainnya, fero amonium sulfat dapat larut dalam air dan menghasilkan kompleks akuo [Fe(H2O)6]2+, yang memiliki geometri molekul oktahedral.[1] Bentuk mineralnya adalah mohrit.

Struktur

Senyawa ini merupakan anggota kelompok sulfat ganda yang disebut Schönit atau garam Tutton. Garam Tutton membentuk kristal monoklinik dan mempunyai rumus M2N(SO4)2·6H2O (M = berbagai monokation). Mengenai ikatannya, kristal terdiri dari pusat [Fe(H2O)6]2+ berbentuk oktahedra, yang memiliki ikatan hidrogen pada sulfat dan amonium.[2]

250px-Mohrite-DwH-bonds.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur fero amonium sulfat dengan jaringan ikatan hidrogen disorot (N berwarna ungu, O berwarna merah; S berwarna oranye, Fe = merah besar).

Nama garam Mohr diambil dari nama ahli kimia Jerman Karl F. Mohr, yang membuat banyak kemajuan penting dalam metodologi titrasi pada abad ke-19.

Aplikasi

Dalam kimia analisis, garam ini merupakan sumber ion fero yang disukai karena padatan ini memiliki umur simpan yang lama dan tahan terhadap oksidasi. Stabilitas ini meluas pada larutan yang mencerminkan pengaruh pH pada pasangan redoks fero–feri. Oksidasi ini lebih mudah terjadi pada pH tinggi. Ion amonium membuat larutan garam Mohr menjadi sedikit asam, sehingga memperlambat proses oksidasi.[1][3] Asam sulfat biasanya ditambahkan ke larutan untuk mengurangi oksidasi menjadi besi feri.

Ia digunakan dalam dosimeter Fricke untuk mengukur sinar gama dosis tinggi.[4]

Pembuatan

Garam Mohr dibuat dengan melarutkan campuran ekuimolar fero sulfat terhidrasi dan amonium sulfat dalam air yang mengandung sedikit asam sulfat, dan kemudian larutan yang dihasilkan dikristalisasikan. Fero amonium sulfat membentuk kristal berwarna hijau muda. Garam ini, ketika dipanaskan, terionisasi menghasilkan semua kation dan anion yang ada di dalamnya.

Kontaminan

Pengotor yang umum meliputi magnesium, nikel, mangan, timbal, dan seng, banyak di antaranya membentuk garam isomorf.[5]

Referensi

  1. 1 2 Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (Edisi 2), Oxford: Butterworth-Heinemann, ISBN 0-7506-3365-4{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Ephraim, Fritz (1926). Inorganic Chemistry. tr P. C. L. Thorne. London: Gurney and Jackson. hlm. 484–485.
  3. ↑ "Ammonium Ferrous Sulphate 100 g (Mohr's Salt)". 2012. Diakses tanggal 29 Desember 2023.
  4. ↑ Hickman, C.; Lorrain, S.; Barthe, J.R.; Portal, G. (1986). "Use of Mohr's Salt for High Level Gamma Dosimetry (Up to 108 Gy)". Radiation Protection Dosimetry. 17 (1–4). Oxford Journals: 255–257. doi:10.1093/oxfordjournals.rpd.a079818.
  5. ↑ Vogel, Arthur I. (1961). A Text-book of Quantitative Inorganic Analysis Including Elementary Instrumental Analysis (Edisi 3). Longmans. hlm. 281–282.
Garam Amonium
Garam Inorganik
anion monoatomik
oksianion
Anion lain
Garam organik
Fe(-II)
Fe(0)
Fe(I)
Senyawa organobesi(I)
Fe(0,II)
Fe(II)
Senyawa organobesi(II)
Fe(0,III)
Fe(II,III)
Fe(III)
Senyawa organobesi(III)
Fe(VI)
Diklaim
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan