Sabtu, 26 September 2026
20:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Sementit

Sementit

senyawa kimia

Baja
250px-FagerstaRA%C3%842.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mikrostruktur
Jenis
Material besi lainnya

Sementit, dikenal juga sebagai besi karbida, adalah suatu senyawa kimia yang terdiri dari besi dan karbon, dengan rumus kimia Fe3C (atau Fe2C:Fe). Komposisi berdasarkan beratnya adalah 6,67% karbon dan 93,3% besi. Fe3C memiliki struktur kristal ortorombik.[1] Merupakan bahan yang keras dan rapuh,[1] secara normal digolongkan sebagai keramik dalam bentuk murninya, meskipun lebih penting dalam metalurgi.

Metalurgi

250px-Kristallstruktur_Zementit.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fe3C ortorombik. Atom besi berwarna biru.
250px-Iron_carbon_phase_diagram.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram fasa besi-karbon

Dalam sistem besi-karbon (yaitu baja karbon dan besi tempa) sementit merupakan konstituen umum karena ferrite dapat mengandung setidaknya 0,02wt% dari karbon tunggal. Oleh karenanya, dalam baja karbon dan besi tempa yang didinginkan perlahan porsi elemen ini dalam bentuk sementit.[2] Ini dibentuk langsung dari lelehan besi putih. Dalam baja karbon, terdapat juga dalam bentuk austenite selama pendinginan atau dalam bentuk martensite selama proses tempering. Campuran jenuh dengan ferrite, produk lain dari austenite, membentuk struktur lamelar yang disebut pearlite.

Sementit bersifat tak stabil secara termodinamika, sering kali berubah menjadi ferrite dan grafit.

Bentuk murni

Sementit berubah dari feromagnetik menjadi paramagnetik pada temperatur Curie sekitar 480ºK.[3]

250px-Cementite-pV.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Molar volume vs. pressure for cementite at room temperature.

Besi karbida alami (mengandung cemaran nikel dan kobal minimal) terdapat dalam meteorit besi dan disebut cohenite, setelah seorang mineralogis Jerman Emil Cohen menjelaskan untuk pertama kalinya.[4] Karena karbon kemungkinan adalah satu dari komponen pembentuk aloy inti planet, sifat tekanan-tinggi/temperatur-tinggi sementit (Fe3C) adalah proksi sederhana untuk cohenite dan dipelajari secara eksperimental. Gambar di bawah menunjukkan sifat kompresi pada temperatur ruang.

Referensi

  1. 1 2 Smith & Hashemi 2006, hlm. 363.
  2. ↑ Smith & Hashemi 2006, hlm. 366–372.
  3. ↑ S.W.J. Smith; W. White; S.G. Barker (1911). "The Magnetic Transition Temperature of Cementite". Proc. Phys. Soc. London. 24 (1): 62–69. doi:10.1088/1478-7814/24/1/310.
  4. ↑ Vagn F. Buchwald, Handbook of Iron Meteorites, University of California Press 1975.

Bibliografi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan