Sabtu, 03 Oktober 2026
12:47 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
GFAJ-1

GFAJ-1

Bagikan:
GFAJ-1
250px-GFAJ-1_%28grown_on_arsenic%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
GFAJ-1 tumbuh pada arsenik
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Tidak diketahui
Spesies:
Tidak diketahui
Artikel takson sembarang

GFAJ-1 adalah bakteri ekstremofili berbentuk tongkat dari famili Halomonadaceae yang, ketika kekurangan fosfor, mampu menggunakan arsenik yang merupakan bahan beracun.[1] Penemuan ini menunjukkan bahwa kehidupan di planet lain mungkin bertahan dengan susunan kimia yang berbeda.[1][2]

Penemuan ini ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh astrobiolog NASA, Felisa Wolfe-Simon.

Referensi

  1. 1 2 "Arsenic-loving bacteria may help in hunt for alien life". BBC News. Desember 2, 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2010-12-03. Diakses tanggal 2010-12-02.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Arsenic-Eating Bacteria Opens New Possibilities for Alien Life". Space.com. Space.com. Desember 2, 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2010-12-04. Diakses tanggal 2010-12-02.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Jenis
250px-Deinococcus_radiodurans.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ekstremofili
utama
Bakteri
Arkea
Eukariota
Artikel terkait


Ikon rintisan

Artikel bertopik bakteri ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan