PT. Forka Sejahtera Nusantara atau Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai fourcolours films, sebuah rumah produksi film Indonesia yang berdiri sejak tahun 2001 didirikan oleh Ifa Isfansyah dan berbasis di Tangerang Selatan.
Rumah produksi ini berawal dari sebuah komunitas diskusi film yang dibuat oleh mahasiswa sekumpulan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yaitu Eddie Cahyono, Ifa Isfansyah, Narina Saraswati, dan Tomy Taslim pada tahun 2000. Desember 2023, Forka Films menjadi nama baru untuk rumah produksi film ini.[1]
Sejarah
Berawal dari sekumpulan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI), Eddie Cahyono, Ifa Isfansyah, Narina Saraswati, dan Tomy Taslim, yang membentuk sebuah komunitas sebagai tempat berdiskusi tentang film. Nama Fourcolours awalnya adalah judul naskah empat buah cerita dalam format film pendek yang saling menyambung yang tidak pernah jadi diproduksi. Fourcolours kemudian diabadikan menjadi nama rumah produksi pada tahun 2000.
Pada tahun 2001, Eddie membuat film pendek pertamanya untuk Fourcolours dengan judul Di Antara Masa Lalu dan Masa Sekarang. Film tersebut berhasil memenangkan film terbaik dan film favorit di Festival Film-Video Independen Indonesia yang pada saat itu merupakan satu-satunya festival film pendek di Indonesia. Pada 2002, dirilis film Mayar dan Air Mata Surga pada 2003.
Garin Nugroho melihat bakat-bakat yang dimiliki oleh Fourcolours Films melalui Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) yang para filmmaker Yogyakarta saling bekerja sama.[2] Garin Nugroho merilis film Kucumbu Tubuh Indahku melalui rumah produksi ini yang kemudian membawa 8 Piala Citra termasuk Film Terbaik dalam gelaran Festival Film Indonesia 2019.[3] Ini merupakan Film Terbaik kedua dari studio ini setelah Siti membawa 3 Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2015.[4]
Produksi
Film
| Tahun | Judul | Sutradara | Catatan |
|---|---|---|---|
| Sebagai Fourcolours Film | |||
| 2001 | Di Antara Masa Lalu dan Masa Sekarang | Eddie Cahyono | Film Pendek |
| 2002 | Mayar | Ifa Isfansyah | |
| 2003 | Bedjo Van Derlaak | Eddie Cahyono | |
| Air Mata Surga | Ifa Isfansyah, Eddie Cahyono | ||
| 2006 | Harap Tenang, Ada Ujian! | Ifa Isfansyah | |
| 2007 | Setengah Sendok Teh | ||
| Jalan Sepanjang Kenangan | Eddie Cahyono | ||
| 2012 | Ambilkan Bulan | Ifa Isfansyah | |
| Rumah dan Musim Hujan (Hoax) | |||
| 2014 | Masked Monkey - The Evolution of Darwin's Theory | Ismail Fahmi Lubis | |
| Siti | Eddie Cahyono | ||
| 2016 | Turah | Wicaksono Wisnu Legowo | |
| 2017 | Sekala Niskala | Kamila Andini | |
| 2018 | Kucumbu Tubuh Indahku | Garin Nugroho | |
| Petualangan Menangkap Petir | Kuntz Agus | ||
| Sekar | Kamila Andini | Film Pendek | |
| 2019 | Mountain Song | Yusuf Radjamuda | |
| Abracadabra | Faozan Rizal | ||
| 2021 | Losmen Bu Broto | Ifa Isfansyah, Eddie Cahyono | |
| Yuni | Kamila Andini | ||
| 2022 | Before, Now & Then (Nana) | ||
| Sebagai Forka Film | |||
| 2023 | Layar | Ifa Isfansyah | |
| 2026 | Empat Musim Pertiwi | Kamila Andini | |
Serial
| Tahun | Judul | Sutradara |
|---|---|---|
| 2019-2020 | Tunnel | Ifa Isfansyah, Wicaksono Wisnu Legowo, Sidharta Tata |
| 2021 | Hitam | Sidharta Tata |
| 2023 | Mantan tapi Menikah | Arwin T. Wardhana |
| Gadis Kretek | Kamila Andini, Ifa Isfansyah |
Referensi
- ↑ "About Us – forkafilms.com" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-09-13.
- ↑ Ahimsa, Rijalu. "Fourcolours Films, Rumah Produksi Jogja Hasilkan Karya Penuh Makna". IDN Times. Diakses tanggal 2021-03-20.
- ↑ Simanjuntak, Tertiani ZB. "'Kucumbu Tubuh Indahku' sweeps 8 Citra awards - Entertainment". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-13.
- ↑ "'Siti': Film Terbaik FFI 2015". hiburan. Diakses tanggal 2026-09-13.
Pranala luar
- Forka Films situs resmi
- Forka Films di Instagram
- Forka Films di YouTube