Minggu, 20 September 2026
17:21 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Five Eyes

Five Eyes (FVEY) adalah sebuah aliansi intelijensi anglofon yang dibentuk setelah perang dunia kedua ,anggota dari organiasi terdiri dari Australia, Kanada, Selandia Baru, Britania Raya dan Amerika Serikat. Negara-negara tersebut adalah para anggota dari Perjanjian UKUSA multilateral, sebuah perjanjian untuk kerjasama gabungan dalam intelijensi sinyal.Tugas organisasi ini antaran lain badan pengawasan, peninjauan, dan keamanan intelijen non-politik. Setiap anggota aliansi Five Eyes bertanggung jawab atas pengumpulan dan analisis intelijen atas wilayah tertentu di dunia. Inggris memantau Eropa, Rusia Barat, Timur Tengah, dan Hong Kong. Sementara itu, Amerika Serikat juga menaungi Timur Tengah plus China, Rusia, Afrika, dan Karibia. Australia bertanggung jawab atas Asia Selatan dan Timur dan Selandia Baru untuk Pasifik Selatan dan Asia Tenggara. Kanada memantau interior Rusia dan Cina dan sebagian Amerika Latin. Terlepas dari pembagian ini, mereka bekerja terutama bersama-sama, dan 'produk akhir' umumnya merupakan hasil dari lebih dari satu anggotanya; saling membantu adalah bagian penting dari perjanjian ini. Selain itu, Five Eyes bekerja sama dengan berbagai negara 'Third Party', kerjasama dengan Denmark, Prancis, Norwegia dan Belanda mendapat nama 'Nine Eyes', dan ada 'Fourteen Eyes' yang terdiri dari sebelumnya Disebutkan Nine Eyes plus Belgia, Jerman, Italia, Spanyol, dan Swedia. Namun, nama resmi Fourteen Eyes adalah SIGINT Seniors Europe (SSEUR), dan tujuan utamanya adalah untuk mengoordinasikan pertukaran sinyal militer di antara para anggotanya.[1][2][3]

Referensi

  1. Cox, James (Desember 2012). "Canada and the Five Eyes Intelligence Community" (PDF). Canadian Defence and Foreign Affairs Institute. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-09-10. Diakses tanggal 2016-07-24.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Five Eyes". United States Army Combined Arms Center. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Februari 2014. Diakses tanggal 18 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "PKI Interoperability with FVEY Partner Nations on the NIPRNet". United States Department of the Navy. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Februari 2014. Diakses tanggal 18 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan