Senin, 26 Oktober 2026
18:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Fit for 55

Bagikan:

Fit for 55 (juga disebut paket Fit for 55) adalah paket usulan perundang-undangan yang diajukan Komisi Eropa pada 14 Juli 2021 dan dilengkapi usulan tambahan pada 15 Desember 2021 untuk menyesuaikan kebijakan iklim, energi, penggunaan lahan, transportasi, dan perpajakan Uni Eropa dengan target Undang-Undang Iklim Eropa, yaitu pengurangan emisi gas rumah kaca bersih sekurang-kurangnya 55 persen pada 2030 dibanding tingkat 1990.[1][2][3] Nama paket ini merujuk pada angka 55 persen itu, dan Komisi menyebutnya bagian sentral Kesepakatan Hijau Eropa.[4][5] Menurut Layanan Riset Parlemen Eropa (EPRS), semua usulannya sudah disahkan kecuali revisi Direktif Perpajakan Energi, yang per Juni 2026 belum mendapat persetujuan bulat negara anggota di Dewan.[3][6]

Latar belakang dan nama

Undang-Undang Iklim Eropa menjadikan tujuan netralitas iklim dan target antara 2030 itu sebagai kewajiban yang mengikat secara hukum, dan lewat paket ini Komisi menyajikan perangkat undang-undang untuk mencapainya.[1] Target tersebut dihitung dari emisi bersih, yakni emisi setelah dikurangi gas rumah kaca yang diserap, misalnya oleh hutan, sedangkan netralitas iklim, keadaan ketika emisi dan serapan seimbang, hendak dicapai pada 2050.[3] Komunikasi pengantar paket Juli, COM(2021) 550, memakai nama Fit for 55 dalam judulnya dan menyebut paket ini dimaksudkan membuat UE fit for 55, yaitu siap memenuhi target 55 persen.[4]

Usulan dan pengesahan

Usulan 15 Desember 2021 menambahkan kerangka pasar gas yang menyiapkan peralihan dari gas alam fosil ke gas terbarukan dan rendah karbon, terutama biometana dan hidrogen, usulan pengurangan emisi metana, serta revisi direktif kinerja energi bangunan.[2] Menurut EPRS, usulan Juli dan Desember membentuk satu paket berisi 13 usulan revisi undang-undang iklim dan energi UE serta enam usulan baru.[3] Paket itu diperbarui ketika Komisi, lewat rencana REPowerEU, mengusulkan ambisi energi terbarukan dan efisiensi energi yang lebih tinggi untuk menanggapi invasi Rusia ke Ukraina dan memperkuat ketahanan energi Eropa.[5] Dewan mengesahkan komponen-komponennya secara bertahap dari Maret 2023 sampai Mei 2024.[7]

Komponen

Paket ini menghasilkan regulasi, yang langsung berlaku, dan direktif, yang harus dituangkan dulu ke hukum nasional.[8] Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa (ETS) adalah pasar karbon bagi industri padat energi dan pembangkit listrik yang membatasi dan memperdagangkan izin emisi, yakni hak melepas sejumlah emisi.[7] Komisi mengusulkan agar sektor ETS memangkas emisinya 61 persen pada 2030 dibanding tingkat 2005,[4] dan hasil akhirnya menaikkan angka itu menjadi 62 persen.[7] Paket ini juga memuat keputusan tentang cadangan stabilitas pasar ETS, yang mengatur pasokan izin, dan membentuk sistem perdagangan emisi kedua (ETS2) untuk bangunan, transportasi jalan, dan bahan bakar sektor tambahan. Dana Iklim Sosial, bagian anggaran UE dengan dana paling banyak 65 miliar euro, bertujuan menangani dampak sosial dan distribusional ETS2. Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon (CBAM) mengenakan harga atas karbon yang dilepaskan dalam produksi barang impor dari sektor paling padat karbon untuk melawan kebocoran karbon, yaitu berpindahnya produksi ke negara yang aturan iklimnya lebih longgar. Sejak 1 Januari 2026 CBAM beroperasi penuh, setelah aturannya disederhanakan lewat paket Omnibus I.[7]

Bagi sektor di luar ETS pertama, seperti transportasi jalan, bangunan, pertanian, dan limbah, Regulasi Pembagian Upaya membagi target pengurangan emisi ke setiap negara anggota,[1] dan target tingkat UE-nya untuk 2030 naik dari 29 menjadi 40 persen dibanding 2005. Regulasi LULUCF untuk sektor lahan dan kehutanan menetapkan target serapan bersih, yaitu serapan dikurangi emisi, sekurang-kurangnya 310 juta ton setara CO2 pada 2030.[7]

Di bidang energi, revisi Direktif Energi Terbarukan menargetkan pangsa energi terbarukan 42,5 persen dari seluruh konsumsi energi UE pada 2030, ditambah 2,5 persen yang indikatif atau tidak mengikat agar pangsanya bisa mencapai 45 persen. Revisi direktif efisiensi energi akan mengurangi konsumsi energi final, yaitu energi yang sampai ke pengguna akhir, sebesar 11,7 persen pada 2030 dibanding proyeksi yang dibuat pada 2020. Direktif kinerja energi bangunan menargetkan semua bangunan baru nol emisi pada 2030 dan bangunan yang ada pada 2050, sementara regulasi metana bertujuan melacak dan mengurangi emisi metana di sektor energi.[7]

Untuk transportasi, standar emisi CO2 untuk mobil dan van menetapkan target pengurangan emisi 100 persen pada 2035 bagi mobil dan van baru, dan regulasi infrastruktur bahan bakar alternatif (AFIR) bertujuan menjamin jaringan pengisian daya dan bahan bakar alternatif yang cukup bagi kendaraan jalan dan kapal. ReFuelEU Aviation dimaksudkan mengurangi jejak lingkungan penerbangan, sedangkan FuelEU Maritime menargetkan penurunan intensitas gas rumah kaca energi yang dipakai di kapal, yaitu emisi per satuan energi, hingga 80 persen pada 2050.[7]

Revisi Direktif Perpajakan Energi

Revisi ini, yang diusulkan pada 14 Juli 2021,[6] dimaksudkan menyelaraskan tarif pajak minimum bahan bakar pemanas dan transportasi dengan tujuan iklim dan lingkungan UE sambil meredam dampak sosialnya.[4] Usulan ini mengikuti prosedur legislatif khusus: Dewan baru dapat mengesahkannya dengan suara bulat, artinya seluruh negara anggota harus setuju, setelah Parlemen Eropa serta Komite Ekonomi dan Sosial Eropa dimintai pendapat.[6] Dengan syarat itu, keberatan satu negara anggota saja sudah cukup untuk menahan revisi ini. Menteri keuangan UE memperdebatkannya pada Desember 2022 dan Desember 2024,[7] sementara pada Oktober 2023 Komisi mendesak negara anggota segera menuntaskan perundingan.[5] Pada November 2025, teks kompromi susunan Presidensi Denmark gagal meraih dukungan bulat itu, dan per 20 Juni 2026 berkasnya masih berstatus diajukan (tabled).[6]

Penilaian dan perubahan

Pada 9 Oktober 2023, seiring pengesahan revisi direktif energi terbarukan dan regulasi ReFuelEU Aviation, Komisi menyatakan UE kini memiliki target iklim yang mengikat untuk semua sektor utama ekonomi dan memperkirakan paket final menurunkan emisi bersih UE 57 persen pada 2030.[5] Dalam penilaian Mei 2025 atas rencana energi dan iklim nasional (NECP), yakni rencana sepuluh tahunan tiap negara anggota,[9] Komisi memperkirakan emisi bersih total 2030 turun sekitar 54 persen dibanding 1990. Angka yang lebih baru ini lebih berguna untuk menilai pelaksanaan karena bersumber dari proyeksi negara anggota sendiri. Komisi tetap menilai UE berada di jalur yang baik menuju target 2030 asalkan langkah nasional yang sudah ada dan tambahan serta kebijakan UE dilaksanakan penuh, dan menyatakan hasil itu tidak akan tercapai tanpa kebijakan Fit for 55 seperti ETS dan standar CO2 kendaraan.[10]

Amandemen Undang-Undang Iklim Eropa yang disahkan Dewan pada 5 Maret 2026 menetapkan target iklim 2040 berupa pengurangan emisi bersih 90 persen dibanding 1990 dan menggeser jadwal ETS2 beroperasi penuh dari 2027 ke 2028.[11] Pada 16 Desember 2025 Komisi juga mengusulkan penurunan target mobil baru menjadi 90 persen pada 2035 dibanding 2021; per 20 Juni 2026 usulan itu masih dibahas, dengan pemungutan suara pleno Parlemen diperkirakan pada 23 November 2026.[12]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 "European Green Deal: Commission proposes transformation of EU economy and society to meet climate ambitions". ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2021-07-14. Diakses tanggal 2026-09-30.
  2. 1 2 "Commission proposes new EU framework to decarbonise gas markets, promote hydrogen and reduce methane emissions". ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2021-12-15. Diakses tanggal 2026-09-30.
  3. 1 2 3 4 "Fit for 55 package". europarl.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Layanan Riset Parlemen Eropa. Diakses tanggal 2026-09-30.
  4. 1 2 3 4 "'Fit for 55': delivering the EU's 2030 Climate Target on the way to climate neutrality". eur-lex.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2021-07-14. COM(2021) 550 final. Diakses tanggal 2026-09-30.
  5. 1 2 3 4 "Commission welcomes completion of key 'Fit for 55' legislation, putting EU on track to exceed 2030 targets". ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2023-10-09. Diakses tanggal 2026-09-30.
  6. 1 2 3 4 "Revision of the Energy Taxation Directive (ETD)". europarl.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Parlemen Eropa. 2026-06-20. Diakses tanggal 2026-09-30.
  7. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Fit for 55". consilium.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Dewan Uni Eropa. 2026-06-12. Diakses tanggal 2026-09-30.
  8. ↑ "Types of legislation". european-union.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Uni Eropa. Diakses tanggal 2026-10-01.
  9. ↑ "National energy and climate plans". energy.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. Diakses tanggal 2026-10-01.
  10. ↑ "EU-wide assessment of the final updated national energy and climate plans, Delivering the Union's 2030 energy and climate objectives" (PDF). commission.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2025-05-27. COM(2025) 274 final. Diakses tanggal 2026-09-30.
  11. ↑ "2040 climate target: Council gives final green light". consilium.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Dewan Uni Eropa. 2026-03-05. Diakses tanggal 2026-09-30.
  12. ↑ "Proposal amending Regulation (EU) 2019/631 as regards CO2 emission performance standards for new light duty vehicles and vehicle labelling and repealing Directive 1999/94/EC". europarl.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Parlemen Eropa. 2026-06-20. Diakses tanggal 2026-09-30.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan