Kamis, 29 Oktober 2026
12:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Regulasi LULUCF

Bagikan:

Regulasi LULUCF adalah regulasi Uni Eropa yang memasukkan emisi dan serapan gas rumah kaca dari sektor penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan, dan kehutanan (bahasa Inggris: land use, land use change and forestry, disingkat LULUCF) ke dalam kerangka iklim dan energi 2030.[1] Dasar hukumnya adalah Regulasi (UE) 2018/841, yang kemudian diubah melalui Regulasi (UE) 2023/839.[2] Sektor yang diaturnya meliputi pengelolaan lahan pertanian, padang rumput, lahan basah, hutan, dan permukiman, termasuk perubahan penggunaan lahan seperti penghutanan, deforestasi, dan pengeringan gambut.[3]

Revisi 2023 menetapkan target Uni berupa serapan bersih 310 juta ton setara karbon dioksida pada 2030.[2] Serapan bersih berarti lahan menyerap lebih banyak gas rumah kaca dari atmosfer daripada yang dilepaskannya, sehingga sektor ini bekerja sebagai penyerap karbon.[3][4] Adapun setara karbon dioksida adalah satuan bersama yang memungkinkan karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida dijumlahkan menurut daya pemanasannya.[5] [6]

Latar dan proses legislasi

Regulasi 2018/841 ditandatangani di Strasbourg pada 30 Mei 2018 oleh Presiden Parlemen Eropa Antonio Tajani dan L. Pavlova atas nama Dewan.[1] Regulasi itu diterbitkan pada 19 Juni 2018 dan mulai berlaku 9 Juli 2018.[7] Pasal 1 mengaitkan komitmen negara anggota di sektor ini dengan tujuan Persetujuan Paris dan target pengurangan emisi Uni untuk 2021 sampai 2030.[1]

Revisinya diusulkan Komisi Eropa pada 14 Juli 2021 dalam paket Fit for 55, rangkaian usulan di bawah Kesepakatan Hijau Eropa untuk mencapai target 2030 dalam Undang-Undang Iklim Eropa.[7] Menurut pertimbangan Regulasi 2023/839, undang-undang itu membatasi sumbangan serapan bersih pada target iklim 2030 sebesar 225 juta ton agar sektor lain tetap menurunkan emisinya, sedangkan Komisi berniat menaikkan serapan bersih sektor ini di atas 300 juta ton pada 2030.[2]

Parlemen Eropa menyetujui revisi itu pada 14 Maret 2023 dengan 479 suara setuju, 97 menolak, dan 43 abstain, lalu Dewan mengadopsinya pada 28 Maret 2023.[7][8] Penandatanganan Regulasi (UE) 2023/839 berlangsung di Strasbourg pada 19 April 2023, dengan Roberta Metsola mewakili Parlemen dan J. Roswall mewakili Dewan; regulasi ini terbit pada 21 April dan berlaku sejak 11 Mei 2023.[2]

Isi pokok

Kewajibannya terbagi atas dua periode. Untuk 2021 sampai 2025 berlaku aturan tanpa debit (no-debit): setiap negara anggota wajib memastikan emisi yang diperhitungkan dari lahan diimbangi setidaknya oleh serapan yang diperhitungkan dalam jumlah setara.[3] Kata "diperhitungkan" berarti dihitung menurut aturan akuntansi dengan tolok ukur historis seperti tingkat acuan hutan.[4] Teks asli 2018 memberlakukan aturan itu juga untuk 2026 sampai 2030, sebelum revisi 2023 menggantinya dengan target serapan.[1][2]

Periode 2026 sampai 2030 memperluas cakupan ke semua lahan terkelola, yakni seluruh kategori pelaporan lahan, dari hutan dan lahan pertanian hingga lahan basah, permukiman, dan produk kayu hasil panen.[3][2] Target 310 juta ton adalah jumlah nilai nasional di Lampiran IIa dengan pembanding rata-rata inventaris gas rumah kaca, yakni catatan resmi emisi dan serapan tiap negara, untuk 2016 sampai 2018; menurut Komisi, target itu dimaksudkan menaikkan serapan bersih Uni sekitar 15 persen sekaligus membalik tren penurunannya.[2][3] Tambahan serapan 42 juta ton dibagi ke negara anggota menurut porsi masing-masing atas total luas lahan terkelola sebagai target nasional 2030 yang mengikat.[4][8]

Setiap negara juga memiliki anggaran 2026 sampai 2029, yaitu jumlah selisih tahunan selama empat tahun itu antara nilai batas yang mengikuti lintasan garis lurus menuju 2030 dan rata-rata inventaris 2021 sampai 2023; kepatuhannya dinilai dengan data inventaris yang diserahkan pada 2032.[2] Fleksibilitas tetap tersedia, termasuk pengalihan kelebihan serapan ke negara anggota lain dan keterkaitan dengan fleksibilitas dalam Regulasi Pembagian Upaya.[8][2] Di luar itu tersedia mekanisme penggunaan lahan hingga 178 juta ton setara karbon dioksida dalam Registri Uni, yang hanya dapat dipakai bila target Uni tercapai.[2]

Pemantauan juga diperketat: untuk periode kedua, kepatuhan diukur dari emisi dan serapan yang dilaporkan, bukan tolok ukur akuntansi, dengan data yang menunjukkan lokasi setiap perubahan penggunaan lahan serta teknologi seperti satelit dan pengindraan jauh.[3][2]

Target nasional

Lampiran IIa mencantumkan target setiap negara dalam kiloton, atau ribuan ton, setara karbon dioksida, dengan serapan ditulis bertanda minus. Untuk Uni secara keseluruhan, rata-rata serapan bersih 2016 sampai 2018 sebesar 267.704 kiloton ditambah target 42.296 kiloton menghasilkan 310.000 kiloton pada 2030.[2] Swedia ditargetkan mencapai serapan bersih 47.321 kiloton pada 2030, Spanyol 43.635 kiloton, dan Prancis 34.046 kiloton; angka Prancis memuat tambahan 6.693 kiloton, yang terbesar dalam lampiran itu.[2] Sebaliknya, Denmark, Belanda, Irlandia, dan Malta masih bernilai positif pada 2030, artinya sektor lahan keempat negara itu tetap menjadi sumber emisi bersih meskipun masing-masing dibebani target tambahan.[2]

Capaian dan tantangan

Serapan bersih sektor LULUCF Uni mencapai 198 juta ton setara karbon dioksida pada 2023, naik 15 juta ton dari 2022 dan setara dengan 6 persen emisi gas rumah kaca tahunan Uni.[4][6] Untuk 2024, Badan Lingkungan Eropa memperkirakan angkanya naik menjadi 212 juta ton.[6] Kenaikan itu belum menghapus tren jangka panjang. Dalam sepuluh tahun terakhir, penyerap karbon ini menyusut terutama karena panen kayu yang meningkat dan pertumbuhan hutan yang melambat, yang dipicu perubahan iklim lewat kebakaran hutan, kerusakan akibat angin, kekeringan, serta wabah serangga dan jamur; hutan yang menua juga ikut berperan.[4]

Periode pertama pun belum aman. Neraca sementara 2021 sampai 2023 menunjukkan debit total Uni sebesar 52 juta ton, sehingga komitmen tanpa debit diproyeksikan tidak terpenuhi di tingkat Uni. Angka itu masih dapat berubah karena perbaikan metodologi, dan pemeriksaan kepatuhannya baru dilakukan pada 2027.[4] Untuk 2030, proyeksi negara anggota menunjukkan kesenjangan sekitar 40 sampai 55 juta ton terhadap target Uni.[4] Menurut perkiraan Badan Lingkungan Eropa, kebijakan yang berlaku hanya akan menghasilkan 183 juta ton pada 2030, sedangkan 233 juta ton baru tampak terjangkau bila semua langkah tambahan yang direncanakan segera dijalankan.[6] Dengan kata lain, target 310 juta ton belum berada di jalurnya, padahal revisi 2023 justru dimaksudkan untuk membalik tren penurunan serapan.[6][3]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Regulation (EU) 2018/841 of the European Parliament and of the Council of 30 May 2018 on the inclusion of greenhouse gas emissions and removals from land use, land use change and forestry in the 2030 climate and energy framework, and amending Regulation (EU) No 525/2013 and Decision No 529/2013/EU". EUR-Lex (dalam bahasa Inggris). 2018-06-19. Diakses tanggal 2026-09-30.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 "Regulation (EU) 2023/839 of the European Parliament and of the Council of 19 April 2023 amending Regulation (EU) 2018/841 as regards the scope, simplifying the reporting and compliance rules, and setting out the targets of the Member States for 2030, and Regulation (EU) 2018/1999 as regards improvement in monitoring, reporting, tracking of progress and review". EUR-Lex (dalam bahasa Inggris). 2023-04-21. Diakses tanggal 2026-09-30.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 "Land use sector". climate.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2025-11-25. Diakses tanggal 2026-09-30.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 "Chapter 4 - Land use sector". EU Climate Action Progress Report 2025 (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2025-11-06. Diakses tanggal 2026-09-30.
  5. ↑ "Glossary:Carbon dioxide equivalent". Statistics Explained (dalam bahasa Inggris). Eurostat. Diakses tanggal 2026-09-30.
  6. 1 2 3 4 5 "Greenhouse gas emissions from land use, land use change and forestry in Europe". eea.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Badan Lingkungan Eropa. 2025-11-06. Diakses tanggal 2026-09-30.
  7. 1 2 3 "Amending the Regulation on greenhouse gas emissions and removals from land use, land use change and forestry". Legislative Train Schedule (dalam bahasa Inggris). Parlemen Eropa. 2024-12-15. Diakses tanggal 2026-09-30.
  8. 1 2 3 "Fit for 55 package: Council adopts regulations on effort sharing and land use and forestry sector". consilium.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Dewan Uni Eropa. 2023-03-28. Diakses tanggal 2026-09-30.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan