Undang-Undang Iklim Eropa (bahasa Inggris: European Climate Law), secara resmi Regulasi (UE) 2021/1119, adalah peraturan Uni Eropa yang menetapkan tujuan netralitas iklim pada 2050 sebagai kewajiban hukum.[1] Regulasi ini menuliskan ke dalam hukum sasaran Kesepakatan Hijau Eropa agar ekonomi dan masyarakat Eropa menjadi netral iklim pada 2050, yaitu keadaan ketika emisi gas rumah kaca dan serapannya berimbang sehingga emisi netonya nol.[2][1] Selain tujuan jangka panjang itu, regulasi ini memuat target antara yang mengikat: pengurangan emisi neto gas rumah kaca sekurang-kurangnya 55 persen pada 2030 dibandingkan tingkat 1990 dan, sejak amendemen yang berlaku pada April 2026, pengurangan 90 persen pada 2040.[1][3][2] Undang-undang ini ditandatangani pada 30 Juni 2021, terbit di Jurnal Resmi Uni Eropa pada 9 Juli 2021, dan mulai berlaku pada 29 Juli 2021.[1][2]
Latar belakang dan proses legislasi
Komisi Eropa mengajukan usulan undang-undang iklim pada 4 Maret 2020 sebagai bagian dari Kesepakatan Hijau Eropa. Dewan dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan politik sementara pada 21 April 2021; Parlemen mengadopsi posisinya pada bacaan pertama pada 24 Juni 2021, dan Dewan menyusul pada 28 Juni 2021, langkah yang menuntaskan prosedur adopsi.[4] Menteri Lingkungan dan Aksi Iklim Portugal, João Pedro Matos Fernandes, menyambut adopsi tersebut sebagai langkah terakhir dari undang-undang iklim pertama Uni Eropa yang mengabadikan tujuan netralitas iklim 2050 ke dalam legislasi.[4] Regulasi ini berpijak pada Pasal 192 ayat 1 Perjanjian tentang Fungsi Uni Eropa, ditandatangani pada 30 Juni 2021, terbit di Jurnal Resmi seri L 243 pada 9 Juli 2021, dan berlaku dua puluh hari kemudian, yaitu 29 Juli 2021.[1][2]
Isi pokok
Pasal 1 menetapkan tujuan netralitas iklim di Uni Eropa pada 2050 yang mengikat, demi mengejar tujuan suhu jangka panjang Perjanjian Paris, sekaligus menyediakan kerangka untuk kemajuan adaptasi dan target pengurangan emisi neto domestik untuk 2030. Menurut Pasal 2, emisi dan serapan gas rumah kaca di seluruh Uni yang diatur hukum Uni harus berimbang selambat-lambatnya pada 2050, sehingga emisi neto turun ke nol pada tahun itu, dan setelahnya Uni berupaya mencapai emisi negatif.[1] Pasal 4 merumuskan target 2030 sebagai pengurangan domestik emisi neto gas rumah kaca, yaitu emisi setelah dikurangi serapan, sekurang-kurangnya 55 persen dibandingkan tingkat 1990. Agar upaya mitigasi tetap memadai, sumbangan serapan neto oleh rosot karbon terhadap target itu dibatasi 225 juta ton setara karbon dioksida.[1][4] Pasal yang sama mewajibkan penetapan target 2040 dan meminta Komisi mengajukan usulannya paling lambat enam bulan setelah inventarisasi global pertama, yaitu penilaian berkala kemajuan kolektif menurut Pasal 14 Perjanjian Paris, disertai proyeksi anggaran emisi gas rumah kaca indikatif Uni untuk periode 2030 sampai 2050.[1]
Regulasi ini juga memuat ketentuan adaptasi, yang mewajibkan Uni dan negara anggota terus meningkatkan kemampuan beradaptasi sejalan dengan Pasal 7 Perjanjian Paris, serta mekanisme peninjauan: paling lambat 30 September 2023 dan setiap lima tahun sesudahnya, Komisi menilai kemajuan kolektif menuju netralitas iklim dan adaptasi, selaras dengan siklus inventarisasi global.[1][2] Pasal 9 mengatur partisipasi publik dengan mewajibkan Komisi melibatkan seluruh lapisan masyarakat.[1]
Dewan Penasihat Ilmiah Eropa tentang Perubahan Iklim
Pasal 3 menetapkan bahwa Dewan Penasihat Ilmiah Eropa tentang Perubahan Iklim (European Scientific Advisory Board on Climate Change, ESABCC), yang dibentuk berdasarkan Pasal 10a Regulasi (EC) No. 401/2009, menjadi acuan Uni untuk pengetahuan ilmiah mengenai perubahan iklim berkat independensinya serta keahlian ilmiah dan teknisnya; tugasnya antara lain mempertimbangkan temuan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim dan memberi nasihat ilmiah tentang tindakan dan target Uni.[1] Dewan ini dibentuk pada 2021, beranggotakan 15 pakar ilmiah senior independen dari berbagai disiplin, dan bekerja secara independen dan transparan.[5] Pada 15 Juni 2023, di bawah ketua Prof. Ottmar Edenhofer, dewan ini merekomendasikan agar Uni Eropa mengupayakan pengurangan emisi neto 90 sampai 95 persen pada 2040 relatif terhadap 1990 dan menjaga anggaran emisi kumulatif periode 2030 sampai 2050 dalam batas 11 sampai 14 gigaton setara karbon dioksida.[6]
Target 2040 dan amendemen 2026
Dalam komunikasinya tanggal 6 Februari 2024, Komisi merekomendasikan target pengurangan emisi neto 90 persen untuk 2040 dibandingkan tingkat 1990.[3] Usulan legislatifnya diajukan pada 2 Juli 2025 dengan target utama yang mengikat sebesar 90 persen, disertai sejumlah fleksibilitas: peran terbatas kredit karbon internasional berkualitas tinggi pada paruh kedua periode 2030 sampai 2040, penggunaan penyerapan permanen domestik dalam Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa, dan keluwesan lintas sektor.[7] Dewan menetapkan posisinya pada 5 November 2025 dan Parlemen pada 13 November 2025, lalu keduanya mencapai kesepakatan sementara pada 10 Desember 2025. Lars Aagaard, menteri Denmark yang membidangi iklim, menyatakan bahwa Eropa telah bersatu di sekitar arah kebijakan iklim yang jelas, berlandaskan sains dan melindungi keamanan serta daya saingnya.[8] Pada awal Februari 2026 Parlemen mengesahkan kesepakatan itu dengan 413 suara setuju, 226 menolak, dan 12 abstain,[9] dan Dewan memberikan persetujuan akhir pada 5 Maret 2026. Menteri Pertanian, Pembangunan Pedesaan, dan Lingkungan Siprus, Maria Panayiotou, menyebut adopsi itu memberi kepastian yang dibutuhkan industri, warga, dan investor untuk transisi bersih.[10]
Amendemen tersebut ditetapkan sebagai Regulasi (UE) 2026/667 tanggal 11 Maret 2026, terbit di Jurnal Resmi pada 18 Maret 2026, dan berlaku pada hari kedua puluh setelah penerbitannya, sehingga mulai berlaku pada April 2026.[3][2] Isinya menambahkan target 2040 yang mengikat berupa pengurangan emisi neto gas rumah kaca 90 persen dibandingkan tingkat 1990. Mulai 2036, kredit internasional berkualitas tinggi menurut Pasal 6 Perjanjian Paris, yaitu kredit karbon dari pengurangan emisi di negara mitra, dapat menyumbang hingga 5 persen dari emisi neto Uni tahun 1990, yang berarti pengurangan domestiknya 85 persen; periode percontohan 2031 sampai 2035 dapat dipertimbangkan untuk merintis pasar kredit semacam itu. Penyerapan permanen domestik, misalnya penangkapan karbon biogenik dan penangkapan udara langsung yang disertai penyimpanan, diberi peran dalam sistem perdagangan emisi.[3][10][7] Komisi wajib menilai dan melaporkan pelaksanaan target antara dan lintasan dekarbonisasi mulai 6 Maret 2027 dan setiap dua tahun sesudahnya, dan pengoperasian perdagangan emisi untuk bangunan, transportasi jalan, dan sektor tambahan, yang dikenal sebagai ETS2, ditunda sampai 2028.[3][8]
Tanggapan
Dewan Penasihat Ilmiah Eropa tentang Perubahan Iklim menyambut kesepakatan 10 Desember 2025 sebagai tonggak penting untuk menjaga Uni Eropa pada jalur yang layak menuju netralitas iklim 2050, tetapi memperingatkan bahwa sebagian fleksibilitas yang diperkenalkan para pembuat kebijakan, seperti kemungkinan penggunaan kredit karbon internasional, berisiko melemahkan pengurangan emisi domestik pada 2040 dan dengan demikian membahayakan tujuan jangka panjang tersebut; kredit sebesar 5 persen emisi 1990 secara efektif menurunkan pengurangan domestik menjadi 85 persen. Edenhofer menegaskan bahwa tindakan domestik yang berkelanjutan dan kredibel sangat penting untuk mendorong investasi, inovasi, dan transformasi struktural di seluruh perekonomian Eropa.[11]
Lihat pula
- Kesepakatan Hijau Eropa
- Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa
- Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon
- Persetujuan Paris
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "Regulation (EU) 2021/1119 of the European Parliament and of the Council of 30 June 2021 establishing the framework for achieving climate neutrality and amending Regulations (EC) No 401/2009 and (EU) 2018/1999 ('European Climate Law')". EUR-Lex (dalam bahasa Inggris). 2021-07-09. Diakses tanggal 2026-09-28.
- 1 2 3 4 5 6 "European Climate Law". climate.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2026-04-20. Diakses tanggal 2026-09-28.
- 1 2 3 4 5 "Regulation (EU) 2026/667 of the European Parliament and of the Council of 11 March 2026 amending Regulation (EU) 2021/1119 as regards the setting of a Union intermediate climate target for 2040". EUR-Lex (dalam bahasa Inggris). 2026-03-18. Diakses tanggal 2026-09-28.
- 1 2 3 "Council adopts European climate law". consilium.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Dewan Uni Eropa. 2021-06-28. Diakses tanggal 2026-09-28.
- ↑ "About". European Scientific Advisory Board on Climate Change (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-28.
- ↑ "EU climate Advisory Board recommends ambitious 2040 climate target and urgent transitions for the European Union". European Scientific Advisory Board on Climate Change (dalam bahasa Inggris). 2023-06-15. Diakses tanggal 2026-09-28.
- 1 2 "2040 climate target". climate.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Komisi Eropa. 2026-04-07. Diakses tanggal 2026-09-28.
- 1 2 "2040 climate target: Council and Parliament agree on a 90% emissions reduction". consilium.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Dewan Uni Eropa. 2025-12-10. Diakses tanggal 2026-09-28.
- ↑ "EU climate law: a 2040 emissions reduction target of 90% for the EU". europarl.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Parlemen Eropa. 2026-02-05. Diakses tanggal 2026-09-28.
- 1 2 "2040 climate target: Council gives final green light". consilium.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Dewan Uni Eropa. 2026-03-05. Diakses tanggal 2026-09-28.
- ↑ "EU's 2040 climate target a key milestone, but flexibilities could jeopardise 2050 climate neutrality". European Scientific Advisory Board on Climate Change (dalam bahasa Inggris). 2025-12-10. Diakses tanggal 2026-09-28.