Senin, 12 Oktober 2026
22:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Eupodophis

Eupodophis

Bagikan:
Eupodophis
Rentang waktu: Kapur Akhir, 92 jtyl
250px-Eupodophis_descouensi_Holotype.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fosil Eupodophis descouensi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Subkelas:
Ordo:
Subordo:
Genus:
Eupodophis

Rage dan Escuillié, 2000
Spesies
  • †E. descouensi Rage dan Escuillié, 2000 (tipe)
Artikel takson sembarang

Eupodophis genus ular yang sudah punah dari periode Kapur Akhir. Hewan ini memiliki dua kaku belakang kecil dan dipercaya sebagai bentuk peralihan antara Kadal Kapur dan ular tanpa kaki. Ciri-cirinya, yang digambarkan sebagai vestigial, sangat mungkin tidak terlalu berguna bagi Eupodophis.[1] Spesies tipenya, yaitu Eupodophis descouensi, dinamai pada tahun 2000, dan nama tersebut diambil dari naturalis Prancis Didier Descouens.[2]

Spesimen yang terfosilkan yang menjadi sandaran bagi penggambaran spesies tipe, berukuran panjang 85 cm (33.5 inci) dan berusia sekitar 92 juta tahun. Spesimen ini ditemukan pada batu kapur dari zaman Cenomania di dekat desa al-Nammoura di Lebanon.[2][3]

Catatan kaki

  1. ↑ "Fossilized Snake With Two Legs Found - Science - redOrbit". Diakses tanggal 2008-04-16.
  2. 1 2 "Ancient serpent shows its leg". BBC. April 10, 2008. Diakses tanggal April 10, 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Rage, J. C. & Escuillié, F. Un nouveau serpent bipède du Cénomanien (Crétacé). Implications phylétiques. C. R. Acad. Sci. Paris Earth Sci. 330, 513–520 (2000)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan