Senin, 28 September 2026
03:01 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Erwin Planck

Erwin Planck

250px-Erwin_Planck.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Erwin Planck, sekitar tahun 1932

Erwin Planck (12 Maret 1893 – 23 Januari 1945) adalah seorang politikus Jerman dan penentang rezim Jerman Nazi.

Latar belakang

Ia dilahirkan di Charlottenburg (kini bagian dari Berlin) dan merupakan anak keempat fisikawan pemenang Hadiah Nobel, Max Planck (1858–1947), dan istri pertamanya Marie Merck (1861–1909). Setelah memperoleh gelar Abitur pada tahun 1911, Planck meniti karier di Angkatan Darat Kekaisaran Jerman. Pada masa Perang Dunia I, ia menjadi tawanan perang Prancis pada tahun 1914. Ia kembali ke Jerman pada tahun 1917.

Perlawanan terhadap Nazi

Pada 1940, Planck, Johannes Popitz, Ulrich von Hassell, dan Jenderal Ludwig Beck menulis "Undang-Undang Dasar Sementara" dengan asumsi bahwa serangan dari Front Barat akan menumbangkan rezim Hitler. Sesudah itu, Planck aktif dalam kelompok perlawanan konservatif yang terkait dengan Carl Friedrich Goerdeler, dan Planck juga terlibat dalam perencanaan rencana 20 Juli yang merupakan rencana pembunuhan Hitler. Hal ini mengakibatkan penangkapannya pada 23 Juli 1944, dan ia kemudian dibawa ke markas Gestapo di Reichssicherheitshauptamt (RSHA).

Erwin Planck divonis hukuman mati dalam "pengadilan tontonan" yang disebut Pengadilan Rakyat (Volksgerichtshof) pada 23 Oktober. Planck dihukum gantung pada 23 Januari 1945 di Penjara Plötzensee, Berlin.[1]

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan