Jumat, 09 Oktober 2026
07:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Erwin Planck

Erwin Planck

Bagikan:
250px-Erwin_Planck.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Erwin Planck, sekitar tahun 1932

Erwin Planck (12 Maret 1893 – 23 Januari 1945) adalah seorang politikus Jerman dan penentang rezim Jerman Nazi.

Latar belakang

Ia dilahirkan di Charlottenburg (kini bagian dari Berlin) dan merupakan anak keempat fisikawan pemenang Hadiah Nobel, Max Planck (1858–1947), dan istri pertamanya Marie Merck (1861–1909). Setelah memperoleh gelar Abitur pada tahun 1911, Planck meniti karier di Angkatan Darat Kekaisaran Jerman. Pada masa Perang Dunia I, ia menjadi tawanan perang Prancis pada tahun 1914. Ia kembali ke Jerman pada tahun 1917.

Perlawanan terhadap Nazi

Pada 1940, Planck, Johannes Popitz, Ulrich von Hassell, dan Jenderal Ludwig Beck menulis "Undang-Undang Dasar Sementara" dengan asumsi bahwa serangan dari Front Barat akan menumbangkan rezim Hitler. Sesudah itu, Planck aktif dalam kelompok perlawanan konservatif yang terkait dengan Carl Friedrich Goerdeler, dan Planck juga terlibat dalam perencanaan rencana 20 Juli yang merupakan rencana pembunuhan Hitler. Hal ini mengakibatkan penangkapannya pada 23 Juli 1944, dan ia kemudian dibawa ke markas Gestapo di Reichssicherheitshauptamt (RSHA).

Erwin Planck divonis hukuman mati dalam "pengadilan tontonan" yang disebut Pengadilan Rakyat (Volksgerichtshof) pada 23 Oktober. Planck dihukum gantung pada 23 Januari 1945 di Penjara Plötzensee, Berlin.[1]

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan