Senin, 21 September 2026
02:33 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Entasis

250px-Korinthische_S%C3%A4ulenordnung_Entasis2.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram kolom ordo Korintus yang menunjukkan tonjolan entasis, huruf "D".

Entasis dalam arsitektur adalah aplikasi kurva cembung ke permukaan untuk tujuan estetika. Penggunaannya yang paling terkenal adalah dalam urutan tertentu kolom arsitektur klasik yang melengkung sedikit ketika diameternya berkurang dari bawah ke atas. Entastis juga berfungsi secara teknis dalam hal kekuatan.

Etimologi

Kata entasis dalam prinsip desain arsitektur yang digunakan oleh sejarawan arsitektur Romawi Vitruvius ini,[1] berasal dari kata Yunani εντείνω (enteino), harfiah berarti "untuk meregangkan atau mengencangkan". Menciptakan ilusi kekuatan yang lebih besar atau persepsi ketinggian mungkin menjadi tujuan dalam penerapan entasis.

Contoh

Contoh prinsip desain ini dapat ditemukan dalam budaya di seluruh dunia, dari zaman kuno hingga arsitektur kontemporer. Penggunaan entasis yang diketahui pertama kali adalah dalam pembangunan piramida di Mesir.

Para tukang kayu Tiongkok pada zaman Dinasti Song mengikuti petunjuk desain yang ada dalam kitab Yingzao Fashi (Risalah tentang Metode Arsitektur atau Standar Bangunan Negara) terbitan 1103 M, yang menentukan kolom lurus atau yang memiliki entasis di sepertiga atas poros.[2]

250px-Horyu-ji04s3200.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kolom entasis di Hōryū-ji, Jepang.
250px-PaestumBasilika.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kuil Hera pertama di Paestum, yang keliru disebut 'basilika' oleh penulis abad ke-18, menerapkan entasis dalam desainnya.

Referensi

  1. Vitruvius. OnArchitecture. 3.3.13. Diakses tanggal 21 April 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Liang, Sicheng, and Wilma Fairbank, ed. A pictorial history of Chinese architecture: a study of the development of its structural system and the evolution of its types. Cambridge, Massachusetts: MIT Press, 1984. 17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan