Rabu, 28 Oktober 2026
15:34 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kolibri paruh pedang

Kolibri paruh pedang

Bagikan:
Kolibri paruh pedang
250px-Sword-billed_hummingbird_%28male%29_at_Guango_Lodge%2C_Ecuador_%2821310837273%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jantan
250px-Ensifera_ensifera_%28Pico_de_sable%29_%2814182491210%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kolibri paruh pedang betina (kiri) dengan seekor koronet ekor-bungalan
Call
CITES Apendiks II (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Klad: Strisores
Ordo: Apodiformes
Famili: Trochilidae
Tribus: Heliantheini
Genus: Ensifera
Lesson, 1843
Spesies:
E. ensifera
Nama binomial
Ensifera ensifera
(Boissonneau, 1840)
250px-Ensifera_ensifera_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies
Sinonim

Ornismya ensifera Boissonneau, 1840

Kolibri paruh pedang[3] (Ensifera ensifera) adalah sebuah spesies kolibri neotropis dari wilayah Andes di Amerika Selatan. Spesies ini menjadi satu-satunya anggota dari genusnya, yaitu Ensifera. Menjadi salah satu spesies kolibri paling besar, kolibri paruh pedang dicirikan dengan paruhnya yang memiliki panjang yang tidak biasa. Panjang ini membuat spesies ini menjadi satu-satunya jenis burung yang memiliki paruh yang lebih panjang dari tubuhnya (tidak mencakup ekornya). Burung ini menggunakan paruh panjangnya untuk meminum nektar dari bunga dengan korola yang besar serta telah mengalami koevolusi dengan spesies Passiflora mixta. Kebanyakan kolibri merapikan bulunya (preening) menggunakan paruh mereka, tetapi spesies ini menggunakan kakinya karena paruhnya yang terlalu panjang.

Kolibri paruh pedang merupakan pemakan trap-line serta memakan nektar, terkhususnya dari Passiflora mixta dan jenis Passiflora lainnya. Kolibri ini juga menangkap serangga sembari terbang. Spesies ini kawin dari Februari hingga Maret dan membangun sarang cangkir dari lumut. Kolibri paruh pedang dinilai sebagai spesies berisiko rendah oleh IUCN pada Daftar Merah-nya. Namun, burung ini tetap terancam oleh perubahan iklim dan deforestasi.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Ensifera ensifera". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22687854A93171973. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22687854A93171973.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. ↑ Media, Kompas Cyber (2024-02-23). "Unik, Burung Kolibri Paruh Pedang Miliki Paruh yang Lebih Panjang dari Tubuhnya". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-25.
Genera jenis-jenis cabak, kolibri, walet dan kerabat-kerabat punah mereka
†Archaeotrogonidae
Caprimulgiformes
Caprimulgidae
Vanescaves
Sedentaves
Steatornithiformes
†Fluvioviridavidae
Steatornithidae
Nyctibiiformes
Nyctibiidae
†Parapreficinae
Nyctibiinae
Letornithes
Podargiformes
Podargiformes
Podargidae
Apodimorphae
    • lihat di bawah ↓
Caprimulgus longipennis Batrachostomus septimus
†Eocypselidae
Daedalornithes
incertae sedis
Aegotheliformes
Aegothelidae
Apodiformes
†Aegialornithidae
†Cypselavidae
†Jungornithidae
Trochiloidea
    • lihat di bawah ↓
Apodidae
    • lihat di bawah ↓
Aegotheles savesi
incertae sedis
Trochilidae
Florisuginae
Phaethornithinae
Polytminae
Polytminae
Heliantheini
Lesbiini
Patagoninae
Trochilinae
Trochilini
Lampornithini
Mellisugini
Loddigesia mirabilis Phlogophilus hemileucurus
Apodi
incertae sedis
Hemiprocnidae
Apodidae
Apodinae
Apodini
Chaeturini
Collocaliini
Cypseloidinae
Aeronautes saxatalis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan