Kamis, 24 September 2026
02:47 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Kolibri paruh pedang

Kolibri paruh pedang

Kolibri paruh pedang
250px-Sword-billed_hummingbird_%28male%29_at_Guango_Lodge%2C_Ecuador_%2821310837273%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jantan
250px-Ensifera_ensifera_%28Pico_de_sable%29_%2814182491210%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kolibri paruh pedang betina (kiri) dengan seekor koronet ekor-bungalan
Call
CITES Apendiks II (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Klad: Strisores
Ordo: Apodiformes
Famili: Trochilidae
Tribus: Heliantheini
Genus: Ensifera
Lesson, 1843
Spesies:
E. ensifera
Nama binomial
Ensifera ensifera
(Boissonneau, 1840)
250px-Ensifera_ensifera_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies
Sinonim

Ornismya ensifera Boissonneau, 1840

Kolibri paruh pedang[3] (Ensifera ensifera) adalah sebuah spesies kolibri neotropis dari wilayah Andes di Amerika Selatan. Spesies ini menjadi satu-satunya anggota dari genusnya, yaitu Ensifera. Menjadi salah satu spesies kolibri paling besar, kolibri paruh pedang dicirikan dengan paruhnya yang memiliki panjang yang tidak biasa. Panjang ini membuat spesies ini menjadi satu-satunya jenis burung yang memiliki paruh yang lebih panjang dari tubuhnya (tidak mencakup ekornya). Burung ini menggunakan paruh panjangnya untuk meminum nektar dari bunga dengan korola yang besar serta telah mengalami koevolusi dengan spesies Passiflora mixta. Kebanyakan kolibri merapikan bulunya (preening) menggunakan paruh mereka, tetapi spesies ini menggunakan kakinya karena paruhnya yang terlalu panjang.

Kolibri paruh pedang merupakan pemakan trap-line serta memakan nektar, terkhususnya dari Passiflora mixta dan jenis Passiflora lainnya. Kolibri ini juga menangkap serangga sembari terbang. Spesies ini kawin dari Februari hingga Maret dan membangun sarang cangkir dari lumut. Kolibri paruh pedang dinilai sebagai spesies berisiko rendah oleh IUCN pada Daftar Merah-nya. Namun, burung ini tetap terancam oleh perubahan iklim dan deforestasi.

Referensi

  1. BirdLife International (2016). "Ensifera ensifera". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22687854A93171973. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22687854A93171973.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. Media, Kompas Cyber (2024-02-23). "Unik, Burung Kolibri Paruh Pedang Miliki Paruh yang Lebih Panjang dari Tubuhnya". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-25.
Genera jenis-jenis cabak, kolibri, walet dan kerabat-kerabat punah mereka
Archaeotrogonidae
Caprimulgiformes
Caprimulgidae
Vanescaves
Sedentaves
Steatornithiformes
Fluvioviridavidae
Steatornithidae
Nyctibiiformes
Nyctibiidae
Parapreficinae
Nyctibiinae
Letornithes
Podargiformes
Podargiformes
Podargidae
Apodimorphae
    • lihat di bawah ↓
Caprimulgus longipennis Batrachostomus septimus
Eocypselidae
Daedalornithes
incertae sedis
Aegotheliformes
Aegothelidae
Apodiformes
Aegialornithidae
Cypselavidae
Jungornithidae
Trochiloidea
    • lihat di bawah ↓
Apodidae
    • lihat di bawah ↓
Aegotheles savesi
incertae sedis
Trochilidae
Florisuginae
Phaethornithinae
Polytminae
Polytminae
Heliantheini
Lesbiini
Patagoninae
Trochilinae
Trochilini
Lampornithini
Mellisugini
Loddigesia mirabilis Phlogophilus hemileucurus
Apodi
incertae sedis
Hemiprocnidae
Apodidae
Apodinae
Apodini
Chaeturini
Collocaliini
Cypseloidinae
Aeronautes saxatalis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan