Kamis, 08 Oktober 2026
23:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Emboli kolesterol

Emboli kolesterol

Bagikan:
Emboli kolesterol
Nama lainEmboli kristal kolesterol, ateroemboli, sindrom jari kaki biru, sindrom jari kaki ungu, kaki sampah, sindrom jari kaki biru akibat warfarin.[1]: 338 
250px-Cholesterol_embolus_-_intermed_mag.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mikrograf yang menunjukkan embolus kolesterol pada arteri berukuran sedang di ginjal. Biopsi ginjal. H&E stain.
SpesialisasiKardiologi Sunting ini di Wikidata

Emboli Kolesterol adalah kondisi medis yang terjadi ketika kolesterol dilepaskan dari plak aterosklerosis dan bergerak melalui aliran darah sebagai embolus, yang kemudian menyumbat pembuluh darah di lokasi yang lebih jauh. Penyumbatan ini dapat menyebabkan gangguan aliran darah pada organ atau jaringan yang terpengaruh. Secara klinis, emboli kolesterol paling sering menimbulkan manifestasi pada kulit, termasuk livedo reticularis, gangren pada ekstremitas, serta gagal ginjal dalam kasus tertentu. Keterlibatan organ lain dapat terjadi tergantung pada lokasi masuknya kristal kolesterol ke dalam aliran darah.[2] Jika ginjal terpengaruh, kondisi ini dikenal sebagai penyakit ginjal ateroembolik.[3] Diagnosis biasanya dilakukan melalui biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan dari organ yang terkena. Penanganan melibatkan eliminasi penyebab dan pemberian terapi suportif; penggunaan obat golongan statin dilaporkan dapat memperbaiki prognosis pasien.

Tanda dan gejala

Gejala emboli kolesterol bervariasi sesuai organ yang terlibat. Gejala nonspesifik yang umum termasuk demam, nyeri otot dan penurunan berat badan. Emboli pada ekstremitas bawah dapat menimbulkan perubahan warna kulit menjadi ungu, bercak-bercak kecil, serta kematian jaringan (gangren) yang biasanya tampak hitam. Pola marmer pada kulit, yang dikenal sebagai livedo reticularis, juga dapat terlihat.[3]

Keterlibatan ginjal menimbulkan gejala gagal ginjal yang bersifat nonspesifik, seperti mual, penurunan nafsu makan (anorexia), tekanan darah tinggi (hipertensi), dan terkadang berbagai gejala Gangguan elektrolit seperti denyut jantung yang tidak teratur. Hematuria (urine berdarah) dapat muncul, meskipun sering hanya terdeteksi melalui pemeriksaan mikroskopis urin. Peningkatan protein dalam urin dapat menyebabkan edema kulit, suatu kondisi yang dikenal sebagai sindrom nefrotik.[3]

Jika emboli memengaruhi saluran pencernaan, gejala dapat berupa penurunan nafsu makan, mual, muntah, nyeri perut nonspesifik, perdarahan gastrointestinal, dan kadang-kadang pankreatitis akut.

Sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) maupun sistem saraf perifer dapat terpengaruh. Emboli pada otak dapat menimbulkan episode mirip stroke, sakit kepala, dan kehilangan penglihatan sementara pada satu mata (dikenal sebagai amaurosis fugax). Emboli pada mata dapat terlihat melalui oftalmoskopi dan dikenal sebagai plak Hollenhorst.[4] Emboli pada sumsum tulang belakang dapat menyebabkan paraparesis (penurunan kekuatan pada tungkai) atau sindrom cauda equina, yaitu sekumpulan gejala akibat hilangnya fungsi bagian distal sumsum tulang belakang, termasuk kehilangan kontrol kandung kemih, rektum, dan sensasi kulit di sekitar anus. Jika suplai darah ke saraf tunggal terhenti akibat embolus, hasilnya adalah hilangnya fungsi pada otot yang dipersarafi saraf tersebut; fenomena ini dikenal sebagai mononeuropati.[3]

Referensi

  1. ↑ Rapini, Ronald P.; Bolognia, Jean L.; Jorizzo, Joseph L. (2007). Dermatology: 2-Volume Set. St. Louis: Mosby. ISBN 978-1-4160-2999-1.
  2. ↑ Scolari F; Ravani P; Gaggi R; et al. (Juli 2007). "The challenge of diagnosing atheroembolic renal disease: clinical features and prognostic factors". Circulation. 116 (3): 298–304. doi:10.1161/CIRCULATIONAHA.106.680991. PMID 17606842.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 Modi KS, Rao VK (Agustus 2001). "Atheroembolic renal disease". J. Am. Soc. Nephrol. 12 (8): 1781–7. doi:10.1681/ASN.V1281781. PMID 11461954.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Schwarcz, Thomas H.; Eton, Darwin; Ellenby, Martin I.; Stelmack, Thomas; McMahon, Timothy T.; Mulder, Sharon; Meyer, Joseph P.; Eldrup-Jorgensen, Jens; Durham, Joseph R. (1990-05-01). "Hollenhorst plaques: Retinal manifestations and the role of carotid endarterectomy". Journal of Vascular Surgery (dalam bahasa English). 11 (5): 635–641. doi:10.1016/0741-5214(90)90208-R. ISSN 0741-5214.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan