Senin, 21 September 2026
06:51 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Duce

Duce

Kepala Pemerintahan, Pemimpin Fasisme dan Pendiri Kekaisaran
120px-Flag_of_Mussolini_as_Capo_del_governo_of_Fascist_Italy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Mussolini_mezzobusto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Benito Mussolini
23 Maret 1919 – 28 April 1945
KediamanPalazzo Chigi
(1925–1929)
Palazzo Venezia
(1929–1943)
Villa Torlonia
(1925–1943)
Ditunjuk olehDewan Agung Fasisme
PendahuluPerdana Menteri
Dibentuk23 Maret 1919
Pejabat pertamaBenito Mussolini
Pejabat terakhirBenito Mussolini
Jabatan dihapus28 April 1945

Duce (Italia:[ˈduːtʃe]) adalah sebuah jabatan Italia, yang berasal dari kata dux dalam bahasa Latin, berarti "pemimpin". Benito Mussolini, pimpinan Partai Fasis Nasional, dikenal oleh kaum Fasis sebagai Il Duce ("Sang Pemimpin") gerakan tersebut sejak kelahiran Fasci Pertarungan Italia pada tahun 1919. Pada tahun 1925, kata ini kemudian merujuk pada posisi kediktatoran: Sua Eccellenza Benito Mussolini, Capo del Governo, Duce del Fascismo e Fondatore dell'Impero ("Yang Mulia Benito Mussolini, Kepala Pemerintahan, Pemimpin Fasisme dan Pendiri Imperium").[1] Mussolini memegang jabatan ini sekaligus dengan Presiden Dewan Menteri (Perdana Menteri) dan karena itu ia memiliki hak konstitusional untuk memimpin Italia atas nama Raja Italia. Pendiri Imperium ditambahkan dan digunakan secara eksklusif oleh Mussolini setelah pendirian entitas legal resmi bernama Imperium Italia atas nama Raja di tahun 1936, waktu Italia menang dalam Perang Italia-Etiopia Kedua. Jabatan ini dipegang Mussolini hingga tahun 1943 hingga ia dipecat oleh Raja dan posisi "Duce" dihapuskan. Penerusnya, Marsekal Pietro Badoglio, Duke Pertama Addis Ababa, diberi jabatan Presidente del Consiglio.

Model jabatan seperti ini juga dicontoh oleh pemimpin fasis lain, seperti posisi Führer oleh Adolf Hitler dan Caudillo oleh Francisco Franco. Pada bulan September 1943, Mussolini memberi jabatan dirinya sendiri, "Duce Republik Sosial Italia" (bahasa Italia:Duce della Repubblica Sociale Italiana). Ia memegang jabatan tersebut hingga pembubaran Republik Sosial Italia dan pembunuhannya pada bulan April 1945.[2]

Sejarah istilah

Istilah ini digunakan di luar konteks kebangsawanan dalam beberapa terbitan yang memuji Giuseppe Garibaldi yang berhasil menyatukan Italia di tahun 1860, meskipun tidak digunakan secara resmi oleh Garibaldi sendiri.[3]

'Duce Supremo' ("Pemimpin Tertinggi") digunakan secara lebih formal oleh Vittorio Emanuele III di tahun 1915, dalam Perang Dunia I. Jabatan tersebut merujuk pada perannya sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata. Istilah ini juga digunakan oleh Gabriele d'Annunzio, diktator Kewalian Carnaro Italia pada tahun 1920, kemudian oleh diktator Fasisme, Benito Mussolini. Rekaman pertama istilah ini digunakan untuk merujuk pada Mussolini ada pada sebuah pesta yang diadakan untuk menghormatinya di Forli tahun 1912; pesta tersebut merayakan posisi barunya sebagai kepala penyunting koran Avanti!.[4]

Kini, istilah 'Il Duce' telah terhubung dengan fasisme dan tidak digunakan lagi kecuali untuk merujuk pada Mussolini. Sentimen antifasis modern membuat orang Italia secara umum lebih memilih menggunakan kata lain untuk "pemimpin". Mereka kebanyakan menggunakan kata pinjaman dari bahasa Inggris. Akan tetapi, istilah duce tetap ada sebagai antonomasia bagi Benito Mussolini.

Penerus

Mussolini menentukan bahwa Dewan Agung Fasisme akan memilih penerusnya dari sebuah daftar berisi tiga orang lelaki yang ia pilih sendiri, kemudian memberikan nama itu untuk disetujui raja. Sampai tahun 1940, daftar tersebut mungkin berisi anak menantunya, Galeazzo Ciano.[5]

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan