Minggu, 18 Oktober 2026
07:54 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Djasmaniar

Bagikan:
Djasmainar Husein
Lahir(1924-10-03)3 Oktober 1924
Meninggal30 Oktober 2012(2012-10-30) (umur 88)
AlmamaterSekolah Polisi Negara (SPN), Bukittinggi, Sumatra Tengah
PekerjaanPolisi
Dikenal karenaPolwan Indonesia yang pertama

Komisaris Besar Polisi (Purn.) Djasmaniar Husein[1] (3 Oktober 1924 – 30 Oktober 2012) adalah seorang anggota Polwan (Polisi Wanita) Indonesia. Ia awalnya bekerja sebagai guru SMP di Bukittinggi.

Ia bersama lima orang koleganya, yaitu Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, dan Rosnalia Taher merupakan perempuan Indonesia pertama yang menjadi Polwan dan juga tercatat sebagai wanita ABRI pertama di Tanah Air.[2]

Kehidupan awal

Djasmaniar menempuh pendidikan HIS, MULO, dan Jo Shi Han Gakko (Sekolah Normal, Padang Panjang). Mula-mula, bekerja sebagai guru SMP. Setelah itu, ia masuk Sekolah Pendidikan Pembantu Inspektur Polisi di bawah Direktur Sekolah Polisi (SPI) Komisaris Polisi Djoyodirdjo.

Riwayat

Secara resmi pada tanggal 1 September 1948, Djasmaniar bersama kelima orang koleganya yang ketika itu sama-sama gadis remaja merupakan perempuan Indonesia angkatan pertama yang masuk Pendidikan Inspektur Polisi pada SPN (Sekolah Polisi Negara) di Bukittinggi, Sumatra Tengah pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika terjadinya Agresi Militer Belanda II. Pendidikan Inspektur Polisi itu diadakan karena terjadinya pengungsian besar-besaran penduduk untuk menghindari wilayah peperangan yang dibombardir militer Belanda.[3]

Untuk mengantisipasi penyusupan atau pelaku kriminal yang masuk ke wilayah-wilayah yang dikuasai republik, semua pengungsi harus melalui pemeriksaan bahkan penggeledahan. Namun kaum perempuan ketika itu menolak untuk digeledah oleh polisi pria, sehingga Pemerintah Indonesia menginstruksikan Sekolah Polisi Negara (SPN) di Bukittinggi untuk membuka pendidikan inspektur polisi bagi kaum perempuan. Setelah melalui seleksi yang ketat, maka terpilihlah enam orang yang semuanya merupakan perempuan Minangkabau, dan resmi menjalani pendidikan sejak 1 September 1948. Tanggal tersebut kemudian dinyatakan sebagai hari lahirnya polisi wanita.[4]

Karier selanjutnya

Sejak 1950, Djasmaniar pindah sebagai staf Komisariat Jakarta Raya. Dalam perjalanan kariernya, ia ditempatkan sebagai Kepala Reserse Kriminal, Kepala Biro Anak-anak Metro Jaya, dan Kepala Pusat Polisi Wanita Mabes Polri. Terakhir diangkat sebagai anggota DPR RI periode 1977–1982 dari fraksi ABRI.

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ https://bukittinggikota.sikn.go.id/index.php/idjazah-djasmainar-husein
  2. ↑ 6 Polwan Pertama Indonesia Berdarah Minang Diarsipkan 2013-10-30 di Wayback Machine TEMPO.CO, 2 September 2013. Diakses 9 September 2013.
  3. ↑ Mengenang Sejarah Lahirnya Polwan di RI[pranala nonaktif permanen] Metrotvnews.com, 30 Agustus 2013. Diakses 9 September 2013.
  4. ↑ Begini Sejarah Polwan di Indonesia Diarsipkan 2013-10-30 di Wayback Machine TEMPO.CO, 2 September 2013. Diakses 9 September 2013.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Kepolisian Negara Republik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan