Kamis, 01 Oktober 2026
21:10 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Polisi wanita

Polisi wanita

Bagikan:
Untuk cabang perempuan polri, lihat Polisi Wanita.
250px-3rd_Annual_Women_in_Policing_Conference_in_Tbilisi%2C_Georgia._March_4%2C_2014.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Delegasi konferensi ketiga perempuan dalam kepolisian di Tbilisi, Georgia

Polisi wanita (disingkat Polwan) adalah satuan polisi khusus yang berjenis kelamin wanita. Polwan merupakan singkatan dari Polisi Wanita, yaitu satuan polisi khusus yang beranggotakan perempuan. Polwan memiliki tugas dan peran yang sama dengan polisi laki-laki, tetapi juga memiliki peran dan makna tersendiri.

Integrasi perempuan di dalam penegakan hukum memiliki peran penting karena tidak hanya memiliki peran yang setara dengan polisi laki-laki, tetapi juga memiliki tugas yang berfungsi untuk menjaga hak-hak perempuan. Sebelum posisi ini terbuka untuk umum, perempuan dalam penegakan hukum telah ada di posisi yang sangat terbatas.

Satu prekonsepsi yang terdapat di masyarakat adalah mereka lebih terbuka dalam berkomunikasi karena mereka bercitrakan 'tidak lebih bersenjata' dibandingkan polisi laki-laki sehingga masyarakat merasa lebih aman.[1] Polisi perempuan juga lebih responsif dalam menangani kasus yang melibatkan perempuan, di mana kasus tersebut dapat mencapai setengah kasus yang ditangani kepolisian.[2] Riset juga menyimpulkan bahwa polisi perempuan memiliki kecenderungan yang lebih rendah untuk mengeluarkan senjata atau kekerasan berlebih dalam menganangi kasus.[3]

Diskriminasi

250px-Polisi_Muslimah_Padang_jilbab_crop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Polisi wanita di Indonesia.

Meski perempuan telah ada di penegakkan hukum sejak seratus tahun lebih, mereka masih menghadapi diskriminasi. Yang paling umum adalah glass ceiling atau "atap kaca", sebuah batas yang tidak dapat mereka tembus tetapi dapat mereka lihat, menyimbolkan bahwa terdapat batas tinggi jabatan yang dapat mereka raih. [4] Sedangkan perempuan sering kali mengacuhkan dan meminimalisasi diskriminasi yang mereka terima.[5] DIskriminasi tidak hanya terjadi di tempat kerja. Polisi perempuan yang menikah dengan sesama polisi menghadapi kekerasan di dalam rumah tangga dengan risiko yang lebih tinggi.[5]

Meski kecil kemungkinan mengalami kekerasan fisik, mereka lebih cenderung menerima pelecehan seksual secara verbal maupun fisik.[6][7]

Lihat pula


Referensi

  1. ↑ Lanier, Mark M. (1996). "An Evolutionary Typology of Women Police Officers". Women & Criminal Justice. 8 (2): 35–57. doi:10.1300/J012v08n02_03.
  2. ↑ "Hiring & Retaining More Women" (PDF).
  3. ↑ "Criminal Justice Careers for Women- Why We Need More". 2017-01-06.
  4. ↑ "Police Chief Magazine - View Article". policechiefmagazine.org.
  5. 1 2 "Female officers surviving police perpetrated domestic violence - Abuse of power - Diane Wetendorf Inc". abuseofpower.info.
  6. ↑ "Sexual Harassment Among Male and Female Police Officers". Providentia.
  7. ↑ Breaking and Entering Policewomen on Patrol. Martin. University of California Press. London. 1980.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan