Sabtu, 17 Oktober 2026
04:32 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Djakarta 1966

Film Indonesia

Bagikan:
Djakarta 1966
SutradaraArifin C. Noer
A. Nugraha
ProduserG. Dwipayana
Ditulis olehArifin C. Noer
Bur Rasuanto
Pemeran
Penata musikEmbie C. Noer
SinematograferHasan Basri Jafar
EditorNorman Benny
Perusahaan
produksi
Durasi135 menit
NegaraIndonesia Indonesia

Djakarta 1966 adalah film dokumenter drama tahun 1989 dari Indonesia yang disutradarai oleh Arifin C. Noer dan dibintangi oleh Amoroso Katamsi dan Umar Kayam. Film ini diproduksi oleh studio PPFN milik negara, dan dimaksudkan sebagai sekuel dari film Pengkhianatan G 30 S PKI.[1] Kayam dan Katamsi kembali mengambil peran mereka dalam film sekuel ini setelah memerankan peran yang sama dalam film Pengkhianatan G 30 S PKI. Film ini memenangkan tujuh penghargaan di Festival Film Bandung 1989.[2]

Film ini menceritakan kronologi lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret tahun 1966 berdasarkan versi pemerintahan Orde Baru. Dalam keadaan negara yang genting pasca peristiwa Gerakan 30 September, Presiden Soekarno memberikan wewenang kepada Letjen Soeharto berupa Supersemar. Kopi film 35 mm film ini dapat diakses dari Koleksi Sinematek Indonesia.

Sinopsis

Film ini secara kronologis membeberkan proses lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966. Setelah peristiwa G30S yang disalahkan kepada PKI tahun sebelumnya, Presiden Soekarno (Umar Kayam) tidak segera melakukan penyelesaian politik yang memuaskan. Hari-hari itu Jakarta dipenuhi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam KAMI dan KAPPI. Mereka mencetuskan Tritura: pembubaran PKI, perombakan kabinet dan penurunan harga. Sewaktu keadaan makin genting, Presiden Soekarno (Umar Kayam) akhirnya memberi wewenang berupa Supersemar pada Letjen Soeharto (Amoroso Katamsi) untuk memulihkan keamanan negara lewat tindakan apapun yang "dianggap perlu". Berdasar kewenangan itu Soeharto memerintahkan pembubaran PKI.

Mahasiswa yang kemudian ikut dalam pertemuan dengan Soekarno (yang didampingi oleh Roeslan Abdulgani, Frans Seda, dan Syarief Thayeb) antara lain:[3][4]

Pemeran

Penghargaan

Penghargaan Tahun Kategori Penerima Hasil
Festival Film Bandung 1989 Editing Terpuji Norman Benny Menang
Film Sejarah Terpuji G. Dwipayana Menang
Fotografi Terpuji Hasan Basri Jafar Menang
Musik Terpuji Embie C. Noer Menang
Penata Artistik Terpuji Djufri Tanissan Menang
Penulis Skenario Terpuji Arifin C. Noer, Bur Rasuanto Menang
Sutradara Terpuji Arifin C. Noer Menang

Referensi

  1. ↑ Heryanto 2006, hlm. 198–199. sfn error: tanpa target: CITEREFHeryanto2006 (bantuan)
  2. ↑ Filmindonesia.or.id, Djakarta 1966 harvnb error: tanpa target: CITEREFFilmindonesia.or.id,_Djakarta_1966 (bantuan); Filmindonesia.or.id, Penghargaan Djakarta 1966 harvnb error: tanpa target: CITEREFFilmindonesia.or.id,_Penghargaan_Djakarta_1966 (bantuan)
  3. ↑ Sudrajat, Sudrajat (2019-08-08). "Kisah Cosmas Batubara Dimarahi Bung Karno dan Nasi Goreng Buatan Mega". Detik.com. Diakses tanggal 2024-04-15.
  4. ↑ Sudrajat. "Abdul Gafur ke Bung Karno: Saya Pantas Memperoleh Putri Presiden". detiknews. Diakses tanggal 2024-04-14.

Pranala luar

Sutradara
Penulis naskah
Pemeran


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan