Kamis, 24 September 2026
18:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Din

Makna otentik

Bagian dari seri
Islam
120px-Allah3.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Din atau dien, دين (Bahasa Arab), דין (Bahasa Ibrani) adalah sebuah kata dalam yang umumnya terkait dengan Islam, tetapi juga digunakan dalam Yudaisme dan Kekristenan Arab. Istilah ini sering diterjemahkan sebagai "jiwa" bisa juga “Agama”.[1][2]

Makna secara istilah

Dalam Alkitab Ibrani

Kata Dīn (Bahasa Ibrani: דִּין) disebutkan sebanyak 24 kali dalam Alkitab Ibrani, yang berarti –untuk mengadili, atau –melakukan penghakiman, atau –untuk menghakimi. The intransitive usage of the verb loosely means –to be obedient, submissive. The transitive verb usage denotes requite, compensate, rule, govern, obedience, abasement, recompense, requiter, governor.

Tehilim 7:9 (Mazmur 7:8) יהוה ידין עמים שפטני יהוה כצדקי וכתמי עלי׃.

Terjemahan Inggris :The LORD judges the peoples; Vindicate me, O LORD, according to my righteousness and my integrity that is in me.

Terjemahan Indonesia : TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas.

Dalam Al Quran

Kata Din muncul dalam sebanyak 79 ayat dalam Al-Qur'an, tetapi karena tidak ada definisi terjemahan yang tepat, istilah tersebut menjadi subjek kesalahpahaman dan perbedaan pendapat. Misalnya, istilah ini sering diterjemahkan dalam bagian Al-Qur'an sebagai "agama". Namun, dalam Al Qur'an itu sendiri, tindakan penyerahan kepada Tuhan selalu disebut sebagai Din, bukan sebagai "mazhab" ( مذهب) yang merupakan kata dalam bahasa Arab untuk "agama".

istilah Dīn juga banyak digunakan dalam terjemahan Al-Qur'an dalam arti yang lain. Yang paling terkenal dalam al-Fatihah. istilah ini diterjemahkan di hampir semua terjemahan sebagai "penghakiman":

Al Fatihah 1:4 : مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

Maliki yawmi d-diin

Terjemahan Bahasa Inggris : "Master of the Day of Judgment".

Terjemahan Bahasa Indonesia : "Yang menguasai hari penghakiman".

Dalam sudut pandang Islam

Secara istilah khusus, din Islam dapat didefinisikan sebagai sistem hidup dari Allah yang mengatur orang-orang yang berakal ke arah kebahagiaan dunia dan akhirat, yang mencakup masalah aqidah dan amal.Din ini adalah suatu sistem yang mencakup "peraturan-peraturan" yang menyeluruh, serta merupakan "undang-undang" yang lengkap dalam semua urusan hidup manusia untuk kita terima dan mengamalkannya secara total.

Segala yang ada di alam semesta juga ber-agama, yaitu agama Allah, sesuai dengan ayat dalam Al-Quran:

3:83: Maka apakah mereka mencari ‘agama’ yang lain dari ‘agama’ Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri (aslama) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah saja mereka dikembalikan.

Mengacu kepada terjemahan yang kita lihat di atas, maka ‘diinillah’ diartikan sebagai ‘agama Allah’.

Agama Allah diturunkan dari langit (agama samawi) melalui para utusan-Nya, seperti nabi Adam, nabi Ibrahim, nabi Musa, nabi Isa dan nabi Muhammad (shollallahu 'alaihi wa sallam), agama yang diturunkan adalah agama yang sama, hanya saja syariat-nya yang berbeda-beda.

Maka untuk mencari referensi apa itu ad diin kita lihat dari ayat-ayat lain mengenai ad diin:

24:2: Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah (diinullah), jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.
12:76: Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja (dinul malik), kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.

Apa yang diperjuangkan para Nabi dan Rasul sejak zaman Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa hingga Muhammad adalah penegakkan Dien yaitu Dien yang berlaku di alam semesta yang disebut dengan Islam, yaitu berserah diri kepada ketentuan Allah sebagai Rabb (Pencipta, Pemelihara, Penghancur).

Penegakkan Dien Allah dari masa ke masa

Karena yang diperjuangkan adalah sistem atau aturan yang tidak menghendaki pencampuran dengan aturan selain Din Allah, sehingga mayoritas para Rasul yang diutus selalu berlawanan dengan kekuasaan yang berlaku saat itu, mari kita lihat contohnya

Adam      X  Iblis 
Nuh       X  Kanaan 
Ibrahim   X  Nimrod 
Musa      X  Firaun (Ramses II)
Isa       X  Herodes 
Muhammad  X  Quraisy 

Perjuangan Para Rasul Dilaksanakan Tanpa Menggunakan Kekerasan

Bertujuan mengubah paradigma masyarakat yang menggunakan hukum/isme selain dari Allah agar kembali menggunakan hukum/isme/aturan Allah. Ini dilaksanakan sebagaimana halnya Musa (alaihissalam) berdakwah di Mesir, perjuangan da'wah Isa/Yesus (alaihissalam) dan dua belas murid di Palestina serta da'wah Muhammad (shallallahu alaihi wa sallam) di Makkah.

Adapun peperangan terjadi ketika suatu negara yang dipimpin Rasul diserang oleh kekuatan yang berniat menghancurkan Din yang sudah diimplementasikan dalam bentuk kedaulatan / negara.

Agama Adalah Produk Sejarah

Agama yang berkembang saat ini adalah produk sejarah yang berasal dari pertentangan politik (schism) di antara pengikut-pengikutnya sesuai dengan Al-Baqarah:213

Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

Setelah terjadi perselisihan kemudian Allah mengirimkan para rasul (utusan) untuk memperbaiki keadaan perpecahan tersebut (untuk kembali kepada DIN yang benar: DIN Islam).

Daftar Referensi

  1. "Inilah Tiga Kata untuk Agama, Tapi Beda Maknanya". NU Online. Diakses tanggal 2023-11-30.
  2. Administrator. "Makna Agama Di Tengah Pluralitas Masyarakat". Puslitbang Kehidupan Keagamaan. Diakses tanggal 2023-11-30.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan