Senin, 21 September 2026
05:12 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Dilusi

Dilusi adalah penurunan persentase kepemilikan saham yang terjadi karena bertambahnya jumlah saham total, sedangkan investor yang bersangkutan tidak ikut membeli penerbitan saham baru tersebut. Efek dilusi bisa terjadi bila investor tidak menebus penerbitan saham baru dari aksi rights issue, atau private placement. Catatan penting disini adalah dilusi mengurangi kepemilikan saham dalam persentase, sedangkan jumlah lembar saham yang dimiliki oleh investor tetaplah sama.

Contoh kasus dilusi

PT Selimut Dunia memiliki valuasi sebesar Rp 1.000.000.000,-

Valuasi per lembar saham: Rp 1.000.000,-

Investor PT Selimut Dunia antara lain:

Budi: 500 lembar saham = 50%

Riska: 250 lembar saham = 25%

Toni: 250 lembar saham = 25%

Total saham = 1000 lembar

PT Selimut Dunia ingin melakukan ekspansi besar dan melakukan rights issue dengan target Rp 500.000.000,-

Budi menjadi pembeli siaga

Nilai saham baru = Rp 1.000.000,-

Rasio HMETD 10:5 yang berarti 10 saham lama berhak menebus 5 saham baru.

Jumlah total saham baru 500 lembar

Budi berhak menebus 250 lembar saham baru

Riska berhak menebus 125 lembar saham baru

Toni berhak menebus 125 lembar saham baru

Setelah mengetahui hal tersebut, Budi dan Riska menebus seluruh saham baru yang diterbitkan PT Selimut Dunia, sedangkan Toni tidak menebus sama sekali. Budi sebagai pembeli siaga akan membeli saham baru yang tidak ditebus oleh Toni. Perhitungan nya adalah sebagai berikut:

Budi menebus 250 lembar haknya, dan 125 lembar hak toni. Total yang ditebus Budi 375 lembar = Rp 375.000.000,-

Riska menebus 125 lembar haknya = Rp 125.000.000,-

Setelah proses rights issue ini selesai maka jumlah saham yang dipegang investor adalah:

Budi = 875 lembar saham = 58,33%

Riska = 375 lembar saham = 25%

Toni = 250 lembar saham = 16,67%

Total saham sekarang 1500 lembar.

Kepemilikan saham Budi bertambah 8,33% karena membeli saham baru yang tidak ditebus oleh Toni.

Kepemilikan saham Toni berkurang (terdilusi) sebesar 8,33%.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan