Senin, 21 September 2026
05:38 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Digrafia

Digrafia

Digrafia adalah istilah

250px-Berontoseno_Arabica_Coffee_250gr_in_Multiscript.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kemasan kopi Berontoseno menampilkan sebagian informasi yang sama dalam tiga aksara sekaligus, yakni Latin, Jawi dan Jawa.

Digrafia adalah istilah sosiolinguistik yang diartikan sebagai penggunaan dua atau lebih aksara untuk satu bahasa yang sama.[1] Digrafia dapat dibagi menjadi dua, yaitu digrafia sinkronik dan digrafia diakronik. Digrafia sinkronik menggambarkan keadaan dua aksara yang digunakan secara berdampingan untuk satu bahasa tertentu, sedangkan digrafia diakronik menggambarkan keadaan penggantian sebuah aksara oleh aksara lainnya untuk suatu bahasa tertentu.[2]

Salah satu contoh digrafia paling umum adalah penggunaan bahasa Urdu (aksara Hijaiah) dan Hindi (aksara Dewanagari). Digrafia ini adalah digrafia sinkronik. Contoh-contoh digrafia sinkronik lainnya adalah:

  • Bahasa Kazakh, ditulis menggunakan aksara Arab di bagian Xinjiang, aksara Kiril di Kazakhstan (yang akan diganti aksara Latin pada 2025)
  • Bahasa Konkani, ditulis menggunakan Dewanagari, Kannada dan Latin
  • Bahasa Punjabi, ditulis menggunakan Gurmukhi di Punjab dan Shahmukhi (aksara Arab) tanpa perbedaan ejaan apa pun
  • Bahasa Serbia, ditulis menggunakan aksara Kiril dan Latin

Sementara itu, contoh digrafia diakronik adalah:

  • Bahasa Kazakh, aksara Kiril ke Latin
  • Bahasa Korea, dahulunya ditulis dengan aksara Cina kemudian berganti Hangul
  • Bahasa Melayu, secara tradisional ditulis dengan aksara Jawi, kemudian digantikan oleh aksara Latin
  • Bahasa Mongol, aksara Mongol, kemudian Phags-pa, kemudian Kiril
  • Bahasa Turki, aksara Persia-Arab menjadi aksara Latin di 1928
  • Bahasa Vietnam, dahulunya ditulis dengan aksara Han Nom, kemudian diganti aksara Latin Vietnam.

Digrafia memiliki andil dalam perencanaan bahasa, kebijakan bahasa dan ideologi bahasa.

Catatan kaki

  1. Dale, Ian R.H. (1980). "Digraphia". International Journal of the Sociology of Language. 26: 5–13. doi:10.1515/ijsl.1980.26.5.
  2. Cheung, Yat-Shing (1992). "The form and meaning of digraphia: the case of Chinese". Sociolinguistics Today: International Perspectives. London: Routledge.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |editors= diabaikan (|editor= disarankan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan