Senin, 26 Oktober 2026
09:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Diagram Z-MR

Bagikan:
Diagram Kontrol
Data Variabel - Individual
Diagram I-MR
Diagram Z-MR

Data Variabel dengan subgroup

Diagram x ¯ {\displaystyle {\bar {x}}} {\displaystyle {\bar {x}}} - R
Diagram x ¯ {\displaystyle {\bar {x}}} {\displaystyle {\bar {x}}} - S

Data Attribute distribusi binomial

Diagram p
Diagram np

Data Attribute distribusi poison

Diagram c
Diagram u

Time Weighted

Diagram EWMA
Diagram CUSUM

Diagram Z-MR adalah jenis diagram kontrol yang digunakan di dunia industri atau bisnis untuk mengontrol proses di mana dari proses tersebut berjalan dalam periode yang singkat. Sebagai contoh, sebuah mesin digunakan untuk membuat jenis produk A sebanyak 10 buah, kemudian ganti ke produk B sebanyak 8 buah, kemudian ganti lagi ke produk C sebanyak 15 buah dan seterusnya. Nilai Z merupakan nilai individu yang terstandardisasi.

Serupa dengan Diagram I-MR, diagram Z-MR juga menggunakan moving range (MR) untuk melihat variabilitas antar data.[1]

Situasi yang membutuhkan diagram kontrol jenis ini:

  1. Satu Line produksi dengan produk bervariasi.
  2. Ketika sebuah proses berjalan dengan waktu yang singkat.
  3. Ketika jumlah data yang tersedia untuk periode waktu tertentu sangat sedikit.

Diagram Z-MR menyetandarisasi data pengukuran dengan mengurangi rata-rata untuk mendapatkan data yang cukup senter, kemudian dibagi dengan simpangan baku. Standardisasi ini bisa membantu untuk mengevaluasi data dari perbedaan jenis poduk dalam diagram kontrol yang sama.

Diagram Z-MR merupakan gabungan dari Diagram Z dan diagram MR (Moving Range) yang menampilkan perbedaan angka dari pengukuran yang satu ke pengukuran selanjutnya. Seperti diagram kontrol yang lain, kedua diagram ditampilkan bersama untuk membantu memonitor proses dari pergerakan yang terjadi yang dapat memengaruhi rata rata atau variant proses tersebut.

Asumsi

  • Diagram Z-MR tidak mengharuskan data data yang terdistribusi secara normal untuk menghitung batas kontrol.
  • Nilai yang ter-plot di diagram Z bukanlah nilai asli, melainkan nilai yang sudah di standardisasikan.

Rumus-Rumus

Rumus Nilai Z

Dalam diagram Z, rata-rata proses harus distandardisasikan dengan cara sebagai berikut:

Langkah pertama, Hitung simpangan baku.

Ada 4 metode untuk menghitung simpangan baku, tergantung dari karakteristik data yang ada.[2][3]
NoMetodeKapan digunakanCara Perhitungan
1Constant (gabungkan semua data)Semua output dari proses memiliki varians yang sama, tidak tergantung dari besarnya pengukuran.Gabungkan semua data untuk mendapat estimasi simpangan baku yang sama untuk semua produk
2Terpengaruh oleh ukuran data (gabungkan semua data, gunakan log (data))Varians naik sebanding dengan naiknya besarnya pengukuran.Hitung Log natural dari data, gabungkan semua data yang sudah ditransformasi untuk mendapat estimasi simpangan baku yang sama untuk semua produk.
3Part per part (Gabungkan semua data untuk part yang sama)Part yang sama di semua pengukuran memiliki varians yang samaGabungkan semua data untuk part yang sama untuk menghitung estimasi simpangan baku
4Kelompok data per kelompok data (Tanpa penggabungan)Pada saat varians di setiap data tidak samaHitung estimasi simpangan baku untuk masing masing kelompok data.

Hitung nilai Z untuk di plot kan di diagram Z dengan rumus:

  • Z i = X i − μ i σ {\displaystyle Z_{i}={\frac {X_{i}-\mu _{i}}{\sigma }}} {\displaystyle Z_{i}={\frac {X_{i}-\mu _{i}}{\sigma }}}
di mana x i {\displaystyle x_{i}} {\displaystyle x_{i}} adalah data di i {\displaystyle _{i}} {\displaystyle _{i}}, μ {\displaystyle \mu } {\displaystyle \mu } adalah rata-rata kelompok, dan σ {\displaystyle \sigma } {\displaystyle \sigma } adalah simpangan baku kelompok.

Garis Tengah diagram Z:

  • Garis tengah untuk diagram Z selalu 0, karena datanya sudah di standardisasikan.

Batas Kontrol Atas Diagram Z:

  • Batas kontrol atas diagram Z selalu 3, karena datanya sudah di standardisasikan.

Batas Kontrol Bawah Diagram Z:

  • Batas kontrol bawah diagram Z selalu -3, karena datanya sudah di standardisasikan.

Rumus Nilai Moving Range

Data yang di plot ke diagram MR

  • R i {\displaystyle R_{i}} {\displaystyle R_{i}}, adalah moving range dari nilan Z dari masing-masing kelompok

Garis Tengah Diagram MR:

  • Garis tengah diagram MR selalu 1.128 karena data sudah di standardisasikan.

Batas Kontrol Atas Diagram MR:

  • Batas kontrol atas diagram MR selalu 3.686, karena datanya sudah di standardisasikan.

Batas Kontrol Bawah Diagram MR:

  • Batas kontrol bawah diagram MR selalu 0, karena datanya sudah di standardisasikan.

Contoh Diagram Z-MR

Contoh diagram Z-MR

Referensi

  1. ↑ Statistical Quality Control Handbook. Indianapolis: Western Electric Corporation. 1956.
  2. ↑ Modern Statistical Quality Control and Improvement. Wadsworth Publishing. 1994.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  3. ↑ Statistical Process Control Methods for Long and Short Runs. Milwaukee: ASQC Quality Press. 1989.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan