Rabu, 28 Oktober 2026
16:39 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Diagram p

Bagikan:
Diagram Kontrol
Data Variabel - Individual
Diagram I-MR
Diagram Z-MR

Data Variabel dengan subgroup

Diagram x ¯ {\displaystyle {\bar {x}}} {\displaystyle {\bar {x}}} - R
Diagram x ¯ {\displaystyle {\bar {x}}} {\displaystyle {\bar {x}}} - S

Data Attribute distribusi binomial

Diagram p
Diagram np

Data Attribute distribusi poison

Diagram c
Diagram u

Time Weighted

Diagram EWMA
Diagram CUSUM

Diagram p adalah jenis diagram kontrol yang digunakan di dunia industri atau bisnis untuk memonitor proporsi dari ketidaksesuaian dalam sebuah sampel, di mana proporsi ketidaksesuaian ditentukan sebagai rasio unit yang memiliki ketidaksesuaian dibandingkan dengan jumlah sampel.[1]

Diagram p hanya mengakomodir inspeksi dengan dua keputusan, "OK / Gagal", "Bagus / Jelek".

Asumsi

Dasar untuk menggunakan diagram p adalah, bahwa data berasal dari distribusi binomial [2]: 267  dengan asumsi bahwa:

  • Probabilitas ketidaksesuaian p untuk setiap unit adalah sama.
  • Tiap-tiap unit tidak memiliki ketergantungan dengan unit sebelum dan sesudahnya.
  • Stiap unit di inspeksi dengan cara yang sama.

Rumus Batas Kontrol

Batas kontrol atas dihitung dengan rumus:[2]: 268 

p ¯ + 3 p ¯ ( 1 − p ¯ ) n {\displaystyle {\bar {p}}+3{\sqrt {\frac {{\bar {p}}(1-{\bar {p}})}{n}}}} {\displaystyle {\bar {p}}+3{\sqrt {\frac {{\bar {p}}(1-{\bar {p}})}{n}}}}

Batas kontrol bawah dihitung dengan rumus:[2]: 268 

p ¯ − 3 p ¯ ( 1 − p ¯ ) n {\displaystyle {\bar {p}}-3{\sqrt {\frac {{\bar {p}}(1-{\bar {p}})}{n}}}} {\displaystyle {\bar {p}}-3{\sqrt {\frac {{\bar {p}}(1-{\bar {p}})}{n}}}}

Di mana p ¯ {\displaystyle {\bar {p}}} {\displaystyle {\bar {p}}} adalah estimasi rata-rata proporsi jangka panjang yang dihitung dengan rumus:

p ¯ {\displaystyle {\bar {p}}} {\displaystyle {\bar {p}}} = ∑ x i ∑ n i {\displaystyle {\frac {\sum x_{i}}{\sum n_{i}}}} {\displaystyle {\frac {\sum x_{i}}{\sum n_{i}}}}

Jika nilai batas kontrol bawah lebih kecil atau sama dengan nol maka batas kontrol bawah di anggap nol.

Jumlah Sampel

Untuk membuat diagram p, jumpah sampel harus diperhitungkan dengan benar. Jika inspeksi dilakukan 100%, maka tidak ada masalah dengan jumlah sample, tetapi jika inspeksi dilakukan dengan metode sampel, jumlah sampel harus diambil cukup besar untuk memperbesar kemungkinan mendapatkan unit yang memiliki ketidaksesuaian.

Rumus umum yang digunakan untuk menghitung jumlah sampel adalah:[2]: 278 

n ≥ ( 3 δ ) 2 p ¯ ( 1 − p ¯ ) {\displaystyle n\geq \left({\frac {3}{\delta }}\right)^{2}{\bar {p}}(1-{\bar {p}})} {\displaystyle n\geq \left({\frac {3}{\delta }}\right)^{2}{\bar {p}}(1-{\bar {p}})}

Di mana δ adalah besarnya pergeseran yang ingin dideteksi.

Rumus lain yang bisa digunakan adalah

n > 3 2 ( 1 − p ¯ ) p ¯ {\displaystyle n>{\frac {3^{2}(1-{\bar {p}})}{\bar {p}}}} {\displaystyle n>{\frac {3^{2}(1-{\bar {p}})}{\bar {p}}}}.

Dengan rumus ini, jumlah sampel akan menjadi lebih besar, sehingga batas kontrol bawah akan mendapatkan angka yang positif.

Contoh Diagram p

Contoh Diagram p dengan jumlah sampel yang tidak sama

Referensi

  1. ↑ "Proportions Control Charts". NIST/Sematech Engineering Statistics Handbook. National Institute of Standards and Technology. Diakses tanggal 2010-01-05.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |work=
  2. 1 2 3 4 Montgomery, Douglas (2005). Introduction to Statistical Quality Control. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc. ISBN 9780471656319. OCLC 56729567. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-20. Diakses tanggal 2012-04-26.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan