Senin, 21 September 2026
05:49 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Distribusi binomial

Distribusi binomial

Fungsi massa probabilitas distribusi binomial
Fungsi distribusi kumulatif
Fungsi distribusi kumulatif distribusi binomial
NotasiB(n, p)
ParameternN0 — jumlah percobaan
p ∈ [0,1] — probabilitas berhasil pada setiap percobaan
Dukungank ∈ {0, …, n}
Unknown type ( n k ) p k ( 1 − p ) n − k {\displaystyle \textstyle {n \choose k}\,p^{k}(1-p)^{n-k}} {\displaystyle \textstyle {n \choose k}\,p^{k}(1-p)^{n-k}}
CDF I 1 − p ( n − k , 1 + k ) {\displaystyle \textstyle I_{1-p}(n-k,1+k)} {\displaystyle \textstyle I_{1-p}(n-k,1+k)}
Meannp
Mediannp atau np
Modus⌊(n + 1)p atau ⌊(n + 1)p⌋ − 1
Unknown typenp(1  p)
Skewness 1 − 2 p n p ( 1 − p ) {\displaystyle {\frac {1-2p}{\sqrt {np(1-p)}}}} {\displaystyle {\frac {1-2p}{\sqrt {np(1-p)}}}}
Ex. kurtosis 1 − 6 p ( 1 − p ) n p ( 1 − p ) {\displaystyle {\frac {1-6p(1-p)}{np(1-p)}}} {\displaystyle {\frac {1-6p(1-p)}{np(1-p)}}}
Entropi 1 2 log 2 ⁡ ( 2 π e n p ( 1 − p ) ) + O ( 1 n ) {\displaystyle {\frac {1}{2}}\log _{2}{\big (}2\pi e\,np(1-p){\big )}+O\left({\frac {1}{n}}\right)} {\displaystyle {\frac {1}{2}}\log _{2}{\big (}2\pi e\,np(1-p){\big )}+O\left({\frac {1}{n}}\right)}
MGF ( 1 − p + p e t ) n {\displaystyle (1-p+pe^{t})^{n}\!} {\displaystyle (1-p+pe^{t})^{n}\!}
CF ( 1 − p + p e i t ) n {\displaystyle (1-p+pe^{it})^{n}\!} {\displaystyle (1-p+pe^{it})^{n}\!}
PGF G ( z ) = [ ( 1 − p ) + p z ] n . {\displaystyle G(z)=\left[(1-p)+pz\right]^{n}.} {\displaystyle G(z)=\left[(1-p)+pz\right]^{n}.}

Dalam teori probabilitas dan statistika, distribusi binomial adalah distribusi probabilitas diskret jumlah keberhasilan dalam n percobaan ya/tidak (dalam artian, berhasil/gagal) yang saling bebas, di mana setiap hasil percobaan memiliki probabilitas p. Eksperimen berhasil/gagal juga disebut percobaan bernoulli. Ketika n = 1, distribusi binomial adalah distribusi bernoulli. Distribusi binomial merupakan dasar dari uji binomial dalam uji signifikansi statistik. Distribusi ini sering kali digunakan untuk memodelkan jumlah keberhasilan pada jumlah sampel n dari jumlah populasi N. Apabila sampel tidak saling bebas (yakni pengambilan sampel tanpa pengembalian), distribusi yang dihasilkan adalah distribusi hipergeometrik, bukan binomial. Semakin besar N daripada n, distribusi binomial merupakan pendekatan yang baik dan banyak digunakan.

Distribusi ini sering kali digunakan untuk memodelkan jumlah keberhasilan pada jumlah sampel n dari jumlah populasi N. Apabila sampel tidak saling bebas (yakni pengambilan sampel tanpa pengembalian), distribusi yang dihasilkan adalah distribusi hipergeometrik, bukan binomial. Semakin besar N daripada n, distribusi binomial merupakan pendekatan yang baik dan banyak digunakan.

Contoh

Sebagai contoh, sebuah dadu dilempar sepuluh kali dan dihitung berapa jumlah muncul angka empat. Distribusi jumlah acak ini adalah distribusi binomial dengan n = 10 dan p = 1/6.

Contoh lain, sebuah uang logam dilambungkan tiga kali dan dihitung berapa jumlah muncul sisi depan. Distribusi jumlah acak ini merupakan distribusi binomial dengan n = 3 dan p = 1/2.

Referensi

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik statistika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan