Selasa, 06 Oktober 2026
12:17 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Dewata arfak

Dewata arfak

spesies burung

Bagikan:
Dewata arfak
250px-Arfak_Astrapia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jantan (depan) dan betina (belakang)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
A. nigra
Nama binomial
Astrapia nigra
(Gmelin, 1788)
Artikel takson sembarang

Astrapia arfak atau burung Dewata Arfak sebut juga dengan nama Astrapia nigra adalah sebuah jenis burung.[2] Nama ini berasal dari 2 bahasa, yaitu bahasa yunani dan bahasa Latin, Astrapia dalam bahasa Yunani berarti penerangan dan nigra dalam bahasa latin berarti hitam.[3] Burung ini merupakan burung endemik di wilayah Papua Barat, Indonesia.[2] Burung ini banyak ditemukan di Pegunungan Arfak, Papua, Indonesia terutama di daerah Tamarau.[4] Burung ini termasuk jenis aves yang langka dan dilindungi karena jumlahnya yang terbatas dan hanya dapat ditemui di beberapa tempat, seperti di Indonesia Timur.[5]

Karakteristik

Dewata arfak merupakan jenis burung yang berukuran besar, panjang tubuhnya kurang lebih 76 sentimeter, berwarna hitam, dengan warna bulu yang beragam seperti ungu, hijau dan perunggu.[6] Burung ini memiliki paruh yang pendek dan ekor yang panjang tumpul.[7] Burung jantan memiliki karakteristik memiliki ekor yang lurus dan panjang, memiliki bulu berwarna hitam pada bagian dada dan memiliki bulu pada bagian kepala yang kompleks, pada dasarnya bulu pada bagian kepala pejantan berwarna hitam, panjangnya biasanya hingga 60 cm, pada bagian tengkuk hingga lapisan tanjung berwarna kuning kehijauan, pada bagian sayap bagian atas pada burung jantan berwarna ungu kemilau seperti warna ekornya.[3][6][8] Sedangkan pada betina di dapatkan berwarna cokelat kehitaman yang terlihat berwarna pucat pada bagian perutnya, biasanya memiliki panjang hingga 50 cm.[6][8]

Perkembangbiakan

Musim kawin dari hewan ini belum teridentifikasi dengan jelas, tetapi didapatkan bahwa anak burung lahir pada bulan Juli hingga Agustus. Burung betina membangun sarangnya dan tinggal sendiri bersama dengan anak-anaknya. Periode inkubasi dan dekapan tidak diketahui dengan jelas.[3]

Habitat

Burung ini biasa ditemukan di daerah hutan pegunungan dan sub-alpin pada ketinggian antara 1700 – 2250 m. Belum terdapat informasi spesifik mengenai pakan yang dikonsumsi oleh burung ini, tetapi terdapat catanan burung ini memakan buah pandan dan anthropoda.[7]

Ancaman

Keberadaan hutan hujan sebagian besar tidak terganggu karena isolasi geografis dan kepadatan penduduk serta gaya hidup penduduk yang tradisional, tetapi banyak diburu untuk diperjualbelikan bulunya. Maka dari itu dilakukan pencegahan dengan dibangunnya cagar alam di daerah Pegunungan Arfak dan perluasan daerah cagar alam tersebut untuk proteksi terhadap satwa yang berada di daerah Pegunungan Tamrau dan Pegunungan Arfak.[9]

Referensi

  1. ↑ "Astrapia nigra". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 26 November 2013. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 (Inggris) B. Michaux. 1994. Land movements and animal distributions in east Wallacea (eastern Indonesia, Papua New Guinea and Melanesia). Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology 112(3-4):323–343
  3. 1 2 3 http://australianmuseum.net.au/Arfak-Astrapia#sthash.UfvJqeIL.dpuf
  4. ↑ (Inggris) Eric D. Wikramanayake, Eric Dinerstein, Colby J. Loucks. 2002. Terrestrial Ecoregions of the Indo-Pacific: A Conservation Assessment. Washington (US):Island Press.
  5. ↑ (Inggris) Jonathan Baillie, Brian Groombridge. 1997. 1996 IUCN Red List of Threatened Animals. Illinois: Kelvyn Press.
  6. 1 2 3 (Inggris) Jürgen Haffer. 2008. Ornithology, Evolution, and Philosophy: The Life and Science of Ernst Mayr. New York: Springer
  7. 1 2 (Inggris) http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/astrapia-arfak/ Diarsipkan 2014-05-14 di Wayback Machine.
  8. 1 2 (Inggris) http://www.hbw.com/species/arfak-astrapia-astrapia-nigra
  9. ↑ (Inggris) http://eol.org/pages/1051850/hierarchy_entries/55924536/details#conservation_status

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan