Senin, 21 September 2026
04:02 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Petidina

Petidina

senyawa kimia

Artikel ini membahas mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Informasi mengenai zat dan obat-obatan terlarang hanya dimuat demi kepentingan ilmu pengetahuan. Kepemilikan dan pengedaran narkoba adalah tindakan melanggar hukum di berbagai negara. Baca: penyangkalan umum lihat pula: nasihat untuk orang tua.
Petidina
120px-Pethidine2DACS.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Pethidine-PM3-based-on-xtal-1974-3D-balls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Nama dagangDemerol
Nama lainTemplat:Infobox drug/localINNvariants
Kategori
kehamilan
Potensi
ketergantungan
Tinggi
Rute
pemberian
Oral, IV, IM, IT,[1] SC, epidural[2]
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas50–60% (Oral), 80–90% (Oral, pada kasus gangguan hati)
Pengikatan protein65–75%
MetabolismeHati
Waktu paruh eliminasi2,5–4 jam, 7–11 jam (pada gangguan hati)
EkskresiGinjal
Pengenal
  • Ethyl 1-metil-4-fenilpiperidina-4-karboksilat
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.000.299 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC15H21NO2
Massa molar247,34 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
  • CCOC(=O)C1(c2ccccc2)CCN(C)CC1
  • InChI=1S/C15H21NO2/c1-3-18-14(17)15(9-11-16(2)12-10-15)13-7-5-4-6-8-13/h4-8H,3,9-12H2,1-2H3 checkY
  • Key:XADCESSVHJOZHK-UHFFFAOYSA-N checkY
  (verify)

Petidina, juga dikenal sebagai meperidina dan Demerol, adalah sebuah obat nyeri opioid sintetis dari kelas fenilpiperidina.[3][4][5][6][7][8] Disintetiskan pada 1939 sebagai sebuah agen antikolinergik potensial oleh kimiawan Jerman Otto Eisleb, properti analgesiknya pertama kali diakui oleh Otto Schaumann saat bekerja untuk IG Farben, Jerman.[9]

Referensi

  1. Ngan Kee WD (April 1998). "Intrathecal pethidine: pharmacology and clinical applications". Anaesthesia and Intensive Care. 26 (2): 137–146. doi:10.1177/0310057X9802600202. PMID 9564390.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Ngan Kee WD (Juni 1998). "Epidural pethidine: pharmacology and clinical experience". Anaesthesia and Intensive Care. 26 (3): 247–255. doi:10.1177/0310057X9802600303. PMID 9619217.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Demerol, Pethidine (meperidine) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more". Medscape Reference. WebMD. Diakses tanggal 9 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Shipton, E (Maret 2006). "Should New Zealand continue signing up to the Pethidine Protocol?" (PDF). The New Zealand Medical Journal. 119 (1230): U1875. PMID 16532042. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-04-08. Diakses tanggal 2017-08-23.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Latta, KS; Ginsberg, B; Barkin, RL (Januari–Februari 2002). "Meperidine: a critical review". American Journal of Therapeutics. 9 (1): 53–68. doi:10.1097/00045391-200201000-00010. PMID 11782820.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. MacPherson RD, Duguid MD (2008). "Strategy to Eliminate Pethidine Use in Hospitals" (PDF). Journal of Pharmacy Practice and Research. 38 (2): 88–89. doi:10.1002/j.2055-2335.2008.tb00807.x. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-02-15. Diakses tanggal 2017-08-23.
  7. Mather, LE; Meffin, PJ (September–Oktober 1978). "Clinical pharmacokinetics of pethidine". Clinical Pharmacokinetics. 3 (5): 352–68. doi:10.2165/00003088-197803050-00002. PMID 359212.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Michaelis, Martin; Schölkens, Bernward; Rudolphi, Karl (April 2007). "An anthology from Naunyn-Schmiedeberg's archives of pharmacology". Naunyn-Schmiedeberg's Archives of Pharmacology. 375 (2). Springer Berlin: 81–84. doi:10.1007/s00210-007-0136-z. PMID 17310263.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik farmasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan