Senin, 12 Oktober 2026
15:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Demam emas

Demam emas

Bagikan:
330px-California_Clipper_500.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kartu pelayaran untuk kapal California yang menggambarkan peristiwa demam emas di Kalifornia pada tahun 1849.[1]

Demam emas adalah penemuan kandungan emas (kadang-kadang disertai dengan logam berharga dan mineral langka lainnya) yang membuat para penambang berduyun-duyun datang ke kawasan tersebut. Demam emas besar terjadi pada abad ke-19 di Australia, Selandia Baru, Brasil, Kanada, Afrika Selatan dan Amerika Serikat.

Kekayaan yang diperoleh dari demam emas terdistribusi secara luas akibat rendahnya biaya migrasi dan orang yang ingin mencari peruntungan dari demam emas ini tidak sulit untuk memulai kiprahnya. Walaupun penambangan emas sendiri tidak menguntungkan sebagian besar penggali dan pemilik tambang, beberapa orang menjadi kaya raya, sementara para pedagang dan penyedia layanan transportasi memperoleh keuntungan yang besar. Demam emas juga meningkatkan persediaan emas dunia dan mendorong perdagangan dan investasi global. Selain itu, demam emas membantu mendorong imigrasi besar-besaran yang sering kali berujung pada pendirian permukiman permanen di kawasan tersebut.

Demam emas biasanya dicirikan dengan semangat "bebas untuk semua", dan seorang individu dapat secara mendadak menjadi kaya raya, seperti yang diungkapkan dalam bentuk idealisme Mimpi Kalifornia.

Sejarah demam emas dapat ditilik kembali ke masa Kekaisaran Romawi; penambangan emas di Romawi telah dideskripsikan oleh sejarawan Diodorus Siculus dan Plinius yang Tua. Penambangan emas sendiri mungkin juga pernah dilakukan pada masa Mesir Kuno.

Contoh

Catatan kaki

  1. ↑ Ralph K. Andrist (2015). The Gold Rush. New Word City. hlm. 29.
1000–1760
1760–1840
1840–1870
1870–1914
1918–1939
1945–1973
1973–1982
1982–2007
2007–sekarang
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gold rushes.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan