Kamis, 08 Oktober 2026
13:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Daulay

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Nainggolan Mahulae. Keduanya merupakan marga yang berbeda tanpa hubungan kekerabatan.
Daulay Daulae
Aksara Batakᯑᯥᯞᯤ
(Surat Batak Toba)
Nama marga
  • Daulay
  • Daulae
Nama/penulisan alternatif
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadibanua
(Nai Suanon)
5Raja Silahisabungan
6Raja Tambun
(Tambun Raja)
7Tambun Mulia
8Tambun Holing
9Tuan Pagaraji
(Tambunan Pagaraji)
10Raja Sijotang
11Daulay
Nama lengkap tokohOmpu Parmata Sapihak Daulay (Mata Sopiak)
Nama istriSigobuk Namora Pandapotan Boru Hasibuan
Nama anak (putra)
  • 1. Datu Bosar
  • 2. Datu Porkas
  • 3. Datu Lonca
  • 4. Datu Sulung
Kekerabatan
Induk margaRaja Silahisabungan
KlanSilahisabungan
Marga sekerabat
Mataniari binsarHasibuan
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalSibuhuan, Padang Lawas

Daulay (Surat Batak: ᯑᯥᯞᯤ) atau Daulae (Surat Batak: ᯑᯥᯞᯀᯩ) adalah salah satu marga Batak Angkola, Batak Mandailing, dan Batak Toba. Marga Daulay berasal dari Sibuhuan, Padang Lawas. Leluhur marga Daulay adalah Ompu Parmata Sapihak yang merupakan keturunan dari Raja Tambun (Tambun Raja) melalui Tambunan Pagaraji, keturunan Raja Silahisabungan.[1]

Asal

Daulay atau Daulae merupakan salah satu marga yang berasal dari garis keturunan Raja Silahisabungan. Dengan kata lain, marga Daulay merupakan salah satu marga yang tergabung dalam persatuan Silahisabungan.

Adapun Raja Silahisabungan menikah dengan Pinggan Matio Boru Padang Batanghari dan Similing-iling (Nailing) dan menetap di Silalahi Nabolak. Raja Silahisabungan kemudian memiliki delapan orang putra dan seorang putri yang bernama Deang Namora. Adapun kedelapan putra tersebut antara lain adalah:

  1. Loho Raja
    (Sihaloho), (Haloko), (Kaloko), atau (Keloko)
  2. Tungkir Raja (Situngkir)
  3. Sondi Raja
    (Rumusondi) atau (Rumasingap)
  4. Butar Raja
    (Sinabutar), (Sidabutar), (Nabutar), (Dabutar)
  5. Dabariba Raja
    (Sinabariba) (Sidabariba)
  6. Debang Raja (Sidebang)
  7. Batu Raja (Pintubatu)
  8. Raja Tambun/Tambun Raja
    (Tambun) atau (Tambunan)

Marga Daulay sendiri berasal dari Raja Tambun (Tambun Raja) yang mana Raja Tambun (Tambun Raja) menikah dengan Pinta Haomasan Boru Manurung, putri dari Raja Toga Manurung dan bermukim di Sibisa. Kemudian Raja Tambun (Tambun Raja) memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Tambun Saribu, (2) Tambun Mulia, dan (3) Tambun Marbun. Kemudian Tambun Mulia menikahi Boru Manurung dan memperoleh dua orang putra, yaitu:

  1. Tambun Uluan yang membawa marga Tambun;
  2. Tambun Holing yang membawa marga Tambunan.

Kemudian Tambun Holing menikah dengan Boru Manurung dan bermukim di Balige. Kemudian ia memperoleh tiga orang putra, yaitu: (1) Tuan Pagaraji, (2) Raja Ujung Sunge, dan (3) Datu Tambunan Toba. Lalu Tuan Pagaraji yang membawa marga Tambunan Pagaraji menikahi Tumoing Boru Tampubolon, putri dari Raja Siboro Tampubolon dan memperoleh tiga orang putra, yaitu (1) Raja Sijotang, (2) Pagar Burtak, dan (3) Pagar Madingin. Adapun Raja Sijotang menikahi Boru Manurung dan memperoleh empat orang putra, yaitu:

  1. Bursok Mangaraja yang tetap meneruskan marga Tambunan Pagaraji;
  2. Ompu Parmata Sapihak (Mata Sopiak) yang menjadi leluhur marga Daulay atau Daulae;
  3. Sipirdot;
  4. Sigargaji.

Tarombo/Stambok (Silsilah)
Versi lain

Adapun beberapa pihak menyatakan bahwa marga Daulay merupakan keturunan dari marga Sipahutar, keturunan Si Raja Borbor. Adapun Raja Sipahutar (Mata Sopiak Langit) yang merupakan leluhur dari marga Sipahutar memiliki tiga orang putra, yaitu:

  1. Rahat Raja (Hutabalian) tidak berketurunan;
  2. Namora Sohataon yang membawa marga Sipahutar;
  3. Daulae yang menjadi leluhur marga Daulae atau Daulay.

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Daulay/Daulae, di antaranya adalah:

Referensi

  1. ↑ Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan