Minggu, 20 September 2026
21:55 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Compagnie de Chine

perusahaan perdagangan dan perkapalan Kerajaan Prancis di Asia Timur

Compagnie de Chine
JenisSociété de négoce (firma)
IndustrIPerdagangan internasional
PendiriJules Mazarin dan beberapa anggota Compagnie du Saint-Sacrement
Dibubarkan
  • 1664 (1664) (jilid pertama)
Status akhirdigabungkan dengan perusahaan lainnya
PenerusCompagnie française des Indes orientales
Wilayah yang dilayani
Tiongkok, Vietnam, dan Asia Timur lainnya
Tokoh kunci

Compagnie de Chine (berarti "Perusahaan Tiongkok") adalah perusahaan perdagangan dimiliki Kerajaan Prancis yang didirikan pada tahun 1660 oleh Jules Mazarin dan beberapa anggota Katolik Compagnie du Saint-Sacrement, untuk mengirim penginjil ke Asia (awalnya Uskup François Pallu, Pierre Lambert de la Motte, dan Ignace Cotolendi dari Missions étrangères de Paris).[1] Perusahaan ini mencontoh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).[2]

Sebuah kapal dibangun di Belanda oleh pemilik kapal Fermanel, tetapi kapal tersebut kandas segera setelah diluncurkan.[3] Satu-satunya penyelesaian yang tersisa bagi para penginjil adalah melakukan perjalanan darat, karena Portugal kemudian menolak menerima penginjil non-Padroado dengan kapal, dan Belanda serta Inggris menolak menerima penginjil Katolik.[4]

Pada tahun 1664, Compagnie de Chine kemudian digabungkan oleh Jean-Baptiste Colbert dengan Compagnie d'Orient dan Compagnie de Madagascar menjadi Compagnie des Indes Orientales.[5]

Compagnie de Chine jilid kedua didirikan pada tahun 1698.[6]

Compagnie de Chine dihidupkan kembali pada tahun 1723.[7]

Lihat pula

Referensi

Catatan kaki

  1. Mantienne, p.28
  2. Asia in the Making of Europe, p.232
  3. Mantienne, p.28
  4. Missions, p.4
  5. In 1642, En 1642, Rigault, capitaine de la marine, fonde avec neuf associés la "Compagnie Françoise de l'Orient" "Les compagnies de commerce et Madagascar". Diakses tanggal 2020-11-30.
  6. The French Image of China Before and After Voltaire - Page 155 by Basil Guy
  7. Studies on Voltaire and the Eighteenth Century by Theodore Besterman, p.56

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan