Minggu, 20 September 2026
23:37 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Program Commercial Crew

Program Commercial Crew

kerjasama transportasi awak NASA dengan perusahaan swasta

Program Commercial Crew
Two streaks, one red and one blue, streaming up to a star surrounded by a depiction of an orbiting object
NegaraAmerika Serkat
Organisasi
TujuanTransportasi awak ISS
StatusBerlangsung
Sejarah program
Durasi2011–sekarang
Penerbangan pertama
Tempat peluncuran
Informasi kendaraan
Kendaraan awak
Roket peluncur

Program Commercial Crew (CCP) adalah program penerbangan antariksa berawak yang dioperasikan oleh NASA, bekerja sama dengan produsen kedirgantaraan Amerika, Boeing dan SpaceX. Program ini melakukan rotasi antara ekspedisi program Stasiun Luar Angkasa Internasional, mengangkut kru ke dan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dengan menggunakan kapsul Boeing Starliner dan SpaceX Crew Dragon, dalam penerbangan antariksa orbital berawak pertama yang dioperasikan oleh perusahaan swasta. Program ini menggantikan keterlibatan NASA dalam program Soyuz, di mana ia bergantung pada pengangkutan astronotnya ke ISS setelah program Pesawat Ulang-alik dihentikan pada tahun 2011. Setiap misi dalam Program Commercial Crew akan mengirim hingga empat astronaut ke ISS dengan menaiki Crew Dragon atau Starliner, dengan opsi untuk penumpang kelima yang tersedia untuk NASA. Wahana luar angkasa Crew Dragon diluncurkan ke luar angkasa di atas kendaraan peluncuran Falcon 9 Block 5 dan kembali ke Bumi melalui pendaratan basah di Samudera Atlantik. Wahana antariksa Starliner diluncurkan di atas kendaraan peluncur Atlas V N22 dan kembali ke darat dengan kantong udara di salah satu dari empat lokasi yang ditentukan di Amerika Serikat bagian barat. Misi operasional pertama SpaceX dalam program ini diluncurkan pada 15 November 2020,[1] sedangkan misi pertama Boeing akan diluncurkan pada 2021.

Pengembangan Program Commercial Crew dimulai pada tahun 2011 melalui program penyelamatan Commercial Crew (CCDev), sebuah inisiatif Undang-Undang Pemulihan yang awalnya ditujukan untuk mendanai pengembangan berbagai teknologi penerbangan antariksa berawak di sektor swasta. Sementara NASA sebelumnya membayangkan kendaraan berawak yang dikembangkan secara internal untuk melakukan rotasi awak ISS, seperti Orbital Space Plane di awal tahun 2000-an dan wahana antariksa Orion di akhir tahun 2000-an, badan tersebut beralih ke industri komersial untuk menyediakan transportasi ke ISS, mengikuti pembatalan program Constellation pada tahun 2010 dan pemfokusan ulang Orion hanya untuk penjelajahan antariksa berawak. Serangkaian kompetisi terbuka selama dua tahun berikutnya melihat tawaran yang berhasil dari Boeing, Blue Origin, Sierra Nevada, dan SpaceX untuk mengembangkan proposal kendaraan pengangkut awak ISS.

Boeing dan SpaceX akhirnya dipilih oleh NASA pada bulan September 2014 untuk menerbangkan astronaut ke ISS, meskipun keputusan tersebut menemui tantangan hukum yang tidak berhasil dari Sierra Nevada. Sementara misi operasional pertama dalam program ini awalnya direncanakan untuk tahun 2017, banyak masalah selama desain, pengujian, dan pengoperasian pesawat ruang angkasa dan kendaraan peluncur menunda penerbangan operasional pertama hingga tahun 2020 dan 2021, dengan tambahan pekerjaan di wahana antariksa Soyuz hingga Soyuz MS-17 dibeli oleh NASA untuk mengkompensasi penundaan. Penerbangan uji terakhir Crew Dragon diluncurkan pada Mei 2020, sedangkan uji terbang terakhir Starliner direncanakan untuk diluncurkan pada 2021, sebelum misi operasional pertama perusahaan.

Lihat pula

Referensi

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik luar angkasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan