Kamis, 05 November 2026
18:37 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Codex Beratinus

Codex Beratinus

Bagikan:
Untuk naskah dengan nama yang mirip, lihat Codex Beratinus II.
Naskah
Uncial 043
Sebuah halaman Codex Beratinus
Sebuah halaman Codex Beratinus
Sebuah halaman Codex Beratinus
NamaBeratinus
TandaΦ
TeksInjil Matius, Injil Markus
WaktuAbad ke-6
Aksarabahasa Yunani
Kini diNational Archives of Albania
KutipanP. Batiffol, Evangeliorum codex Graecus purpureus Beratinus Φ, (Paris and Rome, 1882)
Ukuran31 cm kali 27 cm
JenisTeks Bizantin
KategoriV

Codex Purpureus Beratinus diberi kode Φ atau 043 (menurut penomoran Gregory-Aland), ε 17 (menurut penomoran von Soden), adalah sebuah naskah bahasa Yunani bergambar dengan tulisan uncial kuno dari abad ke-6 yang memuat kitab-kitab Injil. Berdasarkan paleografi diperkirakan naskah ini dibuat pada abad ke-6. Naskah ini ditulis dengan gaya tulisan tangan uncial pada perkamen yang diwarnai ungu, menggunakan tinta perak. Kodeks ini sekarang disimpan di Albanian National Archives (Nr. 1) di kota Tirana, Albania.[1] Dulunya dimiliki oleh Gereja St. George di kota Berat, Albania, sehingga dinamai 'Beratinus'.

Pemerian

Codex Beratinus hanya memuat Injil Matius dan Injil Markus, dengan banyak lacunae atau "bagian yang rusak" (Matius 1:1-6:3, 7:26-8:7, 18:23-19:3, dan Mark 14:62-habis). Terdapat 190 lembaran perkamen yang terlestarikan, berukuran 31,4 x 26,8 cm, atau hampir sama ukurannya dengan Codex Alexandrinus. Teks ditulis dalam dua kolom per halaman, tetapi huruf-hurufnya jauh lebih besar dari Alexandrinus.[2] Ada 17 baris teks per halaman,[1] 8-12 huruf per baris, dalam huruf-huruf yang sangat teratur, menggunakan tinta perak.[3] The title and the first line in Mark are written in gold.[4] Tulisannya bersambungan dalam baris penuh tanpa stichometry. Kutipan dari Perjanjian Lama ditandai dengan "koma terbalik" (inverted comma; <). Oscar von Gebhardt memberi kode siglum Φ, yang sering digunakan pada edisi-edisi kritikal.

Nilai penting sebagai warisan budaya

Codex Purpureus Beratinus dimasukkan ke dalam daftar UNESCO, Memory of the World Register, pada tahun 2005 sebagai pengakuan atas nilai sejarahnya. Codex Beratinus dan Code Beratinus II yang disimpan di Albania dianggap penting bagi masyarakat dunia dan perkembangan sastra kitab suci, liturgi dan hagiografis, serta menjadi bagian dari "tujuh kodeks ungu”, yang ditulis dalam rentang waktu 13 abad, yaitu dari abad ke-6 sampai abad ke-18. Lima "kodeks ungu" lainnya disimpan di Italia (dua), Prancis (satu), Inggris (satu), dan Yunani (satu).[5]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Aland, Kurt; Aland, Barbara (1995). The Text of the New Testament: An Introduction to the Critical Editions and to the Theory and Practice of Modern Textual Criticism. Erroll F. Rhodes (trans.). Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company. hlm. 118. ISBN 978-0-8028-4098-1.
  2. ↑ Frederic G. Kenyon, Handbook to the Textual Criticism of the New Testament, London2, 1912, p. 120.
  3. ↑ Bruce M. Metzger, Bart D. Ehrman, "The Text of the New Testament: Its Transmission, Corruption and Restoration", Oxford University Press (New York - Oxford, 2005), p. 84.
  4. ↑ Gregory, Caspar René (1900). Textkritik des Neuen Testaments. Vol. 1. Leipzig: J.C. Hinrichs’sche Buchhandlung. hlm. 93.
  5. ↑ "Codex Purpureus Beratinus". UNESCO Memory of the World Programme. 2008-05-16. Diakses tanggal 2009-12-15.

Pranala luar

Pustaka tambahan

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Codex Beratinus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan