Sabtu, 10 Oktober 2026
13:45 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Ciasem, Subang

Ciasem, Subang

kecamatan di Kabupaten Subang, Jawa Barat

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai tata bahasa, gaya penulisan, hubungan antarparagraf, nada penulisan, atau ejaan. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Ciasem, Subang" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Ciasem
Ciasem di Kabupaten Subang
Ciasem
Ciasem
Peta lokasi Kecamatan Ciasem
Koordinat: 6°19′17″S 107°41′31″E / 6.321341°S 107.692080°E / -6.321341; 107.692080
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenSubang
Pemerintahan
 • CamatWawan Hermawan
Populasi
 • Total119,762 jiwa
Kode pos
41256
Kode Kemendagri32.13.09 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3213180 Suntingan nilai di Wikidata
Luas117,19 km²
Kepadatan922 jiwa/km²
Desa/kelurahan9 desa
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Ciasem%2C_Subang&revid=30009114&groups=_adc1e65765462564e6bb7b2c0398af2467571e95&parser=parsoid
330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_%27Tapioca-_en_sisalvezelfabrieken_%27Soekamandi%27_en_waterzuivering_van_de_onderneming_%27Pamanoekan-_en_Tjiasemlanden%27_TMnr_10011269.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pabrik tapioka dan sisal Sukamandi milik Pamanoekan- en Tjiasemlanden (1930)

Ciasem merupakan kecamatan di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Kecamatan ini terletak di sebelah utara dari Kota Subang. Kecamatan Ciasem berada di antara Cikampek dan Pamanukan. Daerah ini dilintasi jalur Pantura yang dikenal ramai kendaraan terutama pada musim liburan atau saat arus mudik dan balik Lebaran, di jalur ini pula terdapat dua pasar tradisional yakni Pasar Sukamandi dan Pasar Ciasem.[1] Pada masa kolonial Belanda, Ciasem merupakan daerah perkebunan yang dikelola salah satunya oleh perusahaan perkebunan swasta Hindia Belanda bernama Pamanoekan en Tjiasemlanden.

Sejarah

Masa penjajahan Belanda

Pasca runtuhnya kerajaan pajajaran, wilayah Subang seperti halnya wilayah lain di Pulau Jawa, menjadi rebutan berbagai kekuatan. Tercatat Kesultanan Banten, Mataram, Sumedang larang, VOC, Inggris dan Kerajaan Belanda berupaya menanamkan pengaruh di daerah yang cocok untuk di jadikan kawasan perkebunan serta strategis untuk menjangkau Batavia. Pada saat konflik Mataram-VOC, wilayah kabupaten subang, terutama bagian Utara, dijadikan jalur logistik bagi pasukan Sultan Agung yang akan menyerang Batavia. Sebelumnya sekitar tahun 1624 Sultan Agung mengutus Surenggono (Aria Wirasaba) dari Mojo Agung Jawa Timur untuk berangkat ke Karawang dengan membawa 1000 prajurit dari mataram melalui Banyumas untuk tujuan membebaskan Karawang dari pengaruh Banten. Dari Banyumas perjalanan dilanjutkan melalui jalur utara, jalur yang mereka lewati adalah Tegal, Brebes, Cirebon, Indramayu, Ciasem, dan Karawang. Di Ciasem ditinggalkan sekitar 400 prajurit, Saat itulah terjadi percampuran budaya antara Jawa dengan Sunda, karena banyaknya tentara Sultan Agung yang urung kembali ke Mataram dan Menikah dengan wanita setempat. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka kemudian banyak membuka lahan sawah . Pada tahun 1771, tercatat seorang bupati yang memerintah secara turun temurun pada saat berada di bawah kerajaan Sumedanglarang, di Subang tepatnya di Pagaden, Pamanukan, dan Ciasem. Saat pemerintahan Sir Thomas Stamford Raffles (1811-1816) konsensi penguasaan lahan wilayah subang diberikan kepada swasta Eropa. Tahun 1812 tercatat sebagai awal kepemilikan lahan oleh tuan-tuan tanah yang selanjutnya membentuk perusahaan perkebunan Pamanoekan en Tjiasemlanden (P & T Lands). Penguasaan lahan yang luas ini bertahan sekalipun kekuasaan sudah beralih ke tangan pemerintah Kerajaan Belanda . Lahan yang dikuasai itu mencapai 212.900 Ha, dengan hak eigendom. Untuk melaksanakan pemerintahan di daerah ini, pemerintah belanda membentuk Distrik - distrik (serupa kecamatan) yang membawahi onder distrik.

Masa Nasionalisme

Tidak banyak catatan sejarah pergerakan pada awal abad ke-20 di kabupaten Subang. Namun, setelah kongres Sarekat Islam di bandung pada tahun 1916 di subang berdiri cabang organisasi Sarekat Islam di Desa Pringkasap (Pabuaran) dan di sukamandi (Ciasem).

Catatan lain menyebutkan bahwa pada tahun 1816, tercatat bahwa penduduk Ciasem dan Pamanukan mengadakan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda di bawah pimpinan seorang remaja bernama Bagus Jabin.[2][3]

Geografi

Berada di dataran rendah, pertanian pada ketinggian 10 meter di atas permukaan laut. Dengan temperatur suhu 24-34° Celcius .

Batas wilayah

Utara Kecamatan Blanakan
Selatan Kecamatan Cikaum
Timur Kecamatan Sukasari
Barat Kecamatan Patokbeusi

Pemerintahan

Desa/kelurahan

Secara administrasif wilayah Ciasem terbagi menjadi sembilan desa yang antara lain:

  1. Sukamandijaya
  2. Pinangsari
  3. Dukuh
  4. Ciasem Girang
  5. Ciasem Tengah
  6. Ciasembaru
  7. Ciasem Hilir
  8. Jatibaru
  9. Sukahaji

Referensi

  1. ↑ Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang. "Kecamatan Ciasem Dalam Angka 2025". subangkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2026-01-03.
  2. ↑ Ekadjati, Edi S.; Amidjaja, Rosad; Suryadi, Didi; Sutarna, Ena (1990-11-01). Kuyoto, Sutrisno; Soejanto, Soejanto (ed.). Sejarah perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme di daerah Jawa Barat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Bochari, M. Sanggupri; Kuswiah, Wiwi (2001-09). Ohorella, G. A. (ed.). Sejarah kerajaan tradisional Cirebon. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=

Pranala luar

Situs web resmi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan