Patokbeusi | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Koordinat: 6°22′21″S 107°37′35″E / 6.3725°S 107.6264°E / -6.3725; 107.6264 | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Barat | ||||
| Kabupaten | Subang | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Aep Saepudin | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 84,636 jiwa (2.024) jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 32.13.16 | ||||
| Kode BPS | 3213110 | ||||
| Luas | 91,84 km² | ||||
| Kepadatan | 922 jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | 10 desa | ||||
| |||||

Patokbeusi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini terletak di bagian barat Kabupaten Subang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Karawang. Wilayahnya seluas 91,84 km² terbagi atas sepuluh desa, dengan jumlah penduduk 84.636 jiwa pada 2024.[1]: 3, 31 Patokbeusi dilintasi Jalur Pantura dan merupakan salah satu daerah penghasil padi di Kabupaten Subang.[2][3]
Geografi
Patokbeusi terletak di dataran rendah bagian utara Kabupaten Subang, yang termasuk kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura). Sebagian besar wilayahnya berada pada ketinggian 12–16 meter di atas permukaan laut. Kantor kecamatannya terletak pada koordinat 6°22′37,1″ LS dan 107°35′05,6″ BT.[1]: 3, 5
Batas-batas wilayah Kecamatan Patokbeusi adalah sebagai berikut:[1]: 3
| Utara | Kecamatan Ciasem |
|---|---|
| Timur | Kecamatan Cikaum dan Ciasem |
| Selatan | Kecamatan Pabuaran dan Purwadadi |
| Barat | Kabupaten Karawang |
Menurut pendataan Potensi Desa (Podes) BPS, pada Januari–April 2024 tiga desa di Patokbeusi mengalami banjir, tanpa korban jiwa. Pada tahun yang sama, tiga desa juga melakukan upaya mitigasi berupa pembuatan, perawatan, atau normalisasi sungai, saluran, dan tanggul.[1]: 52–54
Pemerintahan
Kecamatan Patokbeusi dipimpin oleh seorang camat. Jabatan ini dipegang oleh Aep Saepudin sejak setidaknya 2024.[4][5][6] Kantor kecamatan beralamat di Jalan Raya Ciberes Nomor 10.[7]
Pembagian administratif
Kecamatan Patokbeusi terdiri atas sepuluh desa, 46 rukun warga (RW), dan 195 rukun tetangga (RT).[1]: 19 Desa terluas adalah Rancabango (14,82 km²), yang juga merupakan desa dengan penduduk terbanyak, sedangkan desa terkecil adalah Tanjungrasa Kidul (5,94 km²).[1]: 5, 8 Desa Ciberes merupakan desa terdekat dari pusat pemerintahan kecamatan (0,6 km), sedangkan Jatiragas Hilir merupakan desa terjauh dari ibu kota kabupaten (50,8 km).[1]: 9
| No. | Desa | Luas (km²) |
Penduduk (jiwa) |
Kepadatan (jiwa/km²) |
RW | RT | Jarak (km) ke ibu kota | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kecamatan | Kabupaten | |||||||
| 1 | Tanjungrasa Kidul | 5,94 | 5.309 | 893,77 | 8 | 25 | 5,7 | 47,0 |
| 2 | Tanjungrasa | 6,94 | 8.443 | 1.216,57 | 8 | 26 | 4,1 | 34,0 |
| 3 | Jatiragas Hilir | 8,91 | 7.776 | 872,73 | 10 | 29 | 4,2 | 50,8 |
| 4 | Tambakjati | 10,24 | 9.585 | 936,04 | 9 | 27 | 6,4 | 46,5 |
| 5 | Ciberes | 10,18 | 9.680 | 950,88 | 7 | 26 | 0,6 | 47,2 |
| 6 | Gempolsari | 10,68 | 10.249 | 959,64 | 7 | 20 | 3,5 | 46,2 |
| 7 | Rancamulya | 8,37 | 8.388 | 1.002,15 | 13 | 28 | 6,5 | 36,1 |
| 8 | Rancajaya | 8,11 | 5.671 | 699,26 | 5 | 15 | 7,6 | 38,6 |
| 9 | Rancabango | 14,82 | 14.553 | 981,98 | 10 | 33 | 12,9 | 33,9 |
| 10 | Rancaasih | 7,65 | 4.982 | 651,24 | 7 | 15 | 18,2 | 35,4 |
| Jumlah | 91,84 | 84.636 | 921,56 | 46 | 195 | |||
Kependudukan
Berdasarkan data administrasi kependudukan Dukcapil semester II 2024, jumlah penduduk Patokbeusi adalah 84.636 jiwa, terdiri atas 42.254 laki-laki dan 42.382 perempuan, dengan rasio jenis kelamin 99,70. Kepadatan penduduknya 921,56 jiwa/km². Rancabango merupakan desa berpenduduk terbanyak (14.553 jiwa), sedangkan Rancaasih paling sedikit (4.982 jiwa). Kelompok umur terbesar adalah penduduk berusia 20–24 tahun, yaitu 6.973 jiwa.[1]: 23, 31–33
Perekonomian
Pertanian, terutama budi daya padi, merupakan salah satu kegiatan ekonomi utama di Patokbeusi. Pada 2024, Patokbeusi memiliki 5.854 hektare lahan sawah, terdiri atas 5.526 hektare sawah irigasi dan 328 hektare sawah tadah hujan. Pada tahun yang sama, luas panen padi sawah mencapai 13.362 hektare, dengan produksi 99.074,33 ton dan produktivitas rata-rata 74,15 kuintal per hektare.[3] Luas panen ini melampaui luas lahan sawah karena sawah dapat ditanami dan dipanen lebih dari sekali dalam setahun. Di sektor hortikultura, komoditas utamanya adalah jamur merang, dengan luas panen 39.235 m² dan produksi 753 kuintal pada 2024.[1]: 60, 63–64
Pada Agustus 2024, saat musim kemarau membuat sawah mengering, Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Subang memasang dua unit pompa air berdiameter enam inci di Desa Jatiragas Hilir. Pompa tersebut mengalirkan air dari sungai ke saluran sekunder yang mengairi sekitar 133 hektare sawah.[8]
Selain pertanian, di Desa Ciberes terdapat pabrik PT Budi Makmur Perkasa, yang mempekerjakan buruh dari wilayah sekitar.[9]
Menurut data Podes 2024, sarana perdagangan di Patokbeusi meliputi pasar tanpa bangunan permanen di lima desa, minimarket di enam desa, serta restoran atau rumah makan di empat desa. Di bidang keuangan, terdapat kantor bank umum milik pemerintah di dua desa, bank perkreditan rakyat di satu desa, dan koperasi simpan pinjam di dua desa. Sarana akomodasi berupa penginapan terdapat di tiga desa, sedangkan hotel tidak ada.[1]: 78, 87–89
Pendidikan
Pada tahun ajaran 2024/2025, Patokbeusi memiliki 10 taman kanak-kanak (seluruhnya swasta), 43 sekolah dasar (41 negeri dan 2 swasta), 8 sekolah menengah pertama (4 negeri dan 4 swasta), 1 sekolah menengah atas negeri, dan 4 sekolah menengah kejuruan (1 negeri dan 3 swasta). Jumlah muridnya adalah 7.217 siswa SD, 2.873 siswa SMP, 1.366 siswa SMA, dan 992 siswa SMK. Pada tahun ajaran 2023/2024, terdapat pula madrasah di bawah Kementerian Agama, yaitu 11 raudatul athfal, 5 madrasah ibtidaiyah, 4 madrasah tsanawiyah, dan 1 madrasah aliyah. Tidak ada perguruan tinggi di kecamatan ini.[1]: 46, 48
Satu-satunya SMA negeri di Patokbeusi adalah SMA Negeri 1 Patokbeusi di Desa Ciberes.[10]
Kesehatan
Kecamatan Patokbeusi memiliki dua pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), sedangkan rumah sakit belum ada. Apotek terdapat di dua desa.[1]: 41–42, 49 Puskesmas Patokbeusi di Jalan Pantura, Desa Ciberes, menyediakan layanan rawat inap, sedangkan Puskesmas Rancabango di Jalan Raya Purwadadi–Sukamandi, Desa Rancabango, merupakan puskesmas nonrawat inap.[2]
Transportasi
Jalan nasional Jalur Pantura melintasi Patokbeusi, antara lain di Desa Ciberes dan Gempolsari.[2][11] Selain itu, Jalan Raya Purwadadi–Sukamandi melintasi Desa Rancabango.[2]
Kondisi jalan antardesa di Patokbeusi juga pernah menjadi sorotan. Pada 13 Juni 2025, Bupati Subang melantik sejumlah pejabat pemerintah kabupaten di sebuah ruas jalan rusak di Dusun Cibanteng, Desa Jatiragas Hilir. Menurut Pemerintah Kabupaten Subang, lokasi itu dipilih sebagai pengingat akan pentingnya perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik.[12]
Isu sosial
Di sepanjang ruas Jalur Pantura Patokbeusi terdapat sejumlah warung remang-remang dan tempat karaoke, yang beberapa kali menjadi lokasi kasus perdagangan orang dengan korban anak di bawah umur. Pada Februari 2024, polisi menangkap sepasang suami istri pemilik warung di Jalan Enam Pantura, Patokbeusi. Keduanya diduga mempekerjakan seorang remaja perempuan berusia 16 tahun asal Tangerang, yang sebelumnya dijanjikan pekerjaan di toko pakaian.[13][14] Pada awal Agustus 2025, Polres Subang memeriksa tujuh tempat hiburan di jalur Pantura Patokbeusi dan menetapkan tiga pemiliknya sebagai tersangka, karena mempekerjakan anak perempuan sebagai pemandu lagu dan pelayan tamu.[15][16]
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan Patokbeusi Dalam Angka 2025. Subang: Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang. 2025-09-26. Katalog BPS 1102001.3213110. Diakses tanggal 2026-10-18.
- 1 2 3 4 "Fasilitas Kesehatan". Dinas Kesehatan Kabupaten Subang. Diakses tanggal 2026-10-18.
- 1 2 Kabupaten Subang Dalam Angka 2025. Subang: Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang. 2025-02-28. ISSN 0215-4285. Katalog BPS 1102001.3213. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Kata Camat di Subang Usai Warganya Diteror Petasan oleh Caleg Gagal". detikJabar. 2024-02-26. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Camat Patokbeusi Subang Aep Saepudin Subandi Resmi Kukuhkan Pjs Kepala Desa Gempolsari 2026". Jabarpress. 2026-06-10. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Camat Patokbeusi Ingatkan Panitia PAW Tidak Menyimpang dari Aturan". Subangpost. 2026-07-03. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Kecamatan Patokbeusi". Pemerintah Kabupaten Subang. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Kementan Bersama Pemkab Subang Gerak Cepat Pasang Pompa di Lahan Sentra Jawa Barat". Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian. 2024-08-25. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Upah Tak Kunjung Naik, Buruh PT BMP Subang Bersatu: FSPMI Gelar Konsolidasi, Siap Tempuh Langkah Perjuangan". Koran Perdjoeangan. 2026-04-05. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "SMAN 1 Patokbeusi". Data Referensi Pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Respon Cepat Polsek Patokbeusi: Evakuasi Pohon Tumbang, Jalur Pantura Subang Kembali Normal". Tribratanews Polda Jabar. 2026-04-14. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Lantik Pejabat di Jalan Rusak, Bupati Subang Tegaskan: ASN Adalah Pelayan Masyarakat". Pemerintah Kabupaten Subang. 2025-06-13. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ "Dijanjikan Kerja di Toko Pakaian, Gadis Asal Tangerang Dipekerjakan di Warem Pantura Subang". iNews Subang. 2024-03-19. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ Vellayati, Dwiky Maulana (2024-03-19). "Pilu Gadis Dipaksa Layani Hidung Belang di Warung Remang-remang Subang". detikJabar. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ Efendi, Ruslan (2025-08-05). "Polres Subang Ungkap Kasus TPPO, Amankan Tiga Tersangka". RRI. Diakses tanggal 2026-10-18.
- ↑ Khumaini, M. Ali (2025-08-07). "Polres Subang ungkap kasus TPPO dengan modus kerja pemandu lagu". Antara. Diakses tanggal 2026-10-18.
Pranala luar
- Kecamatan Patokbeusi Dalam Angka 2025 – BPS Kabupaten Subang
| Desa | |
|---|---|
| Kecamatan | ||
|---|---|---|
