Selasa, 13 Oktober 2026
18:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Chen Guangcheng

Chen Guangcheng

aktivis tiongkok

Bagikan:
Ini adalah nama Tionghoa; marganya adalah Chen.
Chen Guangcheng
Chen Guangcheng di Kedutaan Besar AS di Beijing pada 1 Mei 2012
Chen Guangcheng di Kedutaan Besar AS di Beijing pada 1 Mei 2012
Lahir12 November 1971 (umur 54)
AlmamaterUniversitas Pengobatan Tionghoa Tradisional Nanjing (pada 1998 dan 2001)
PekerjaanAktivis hak asasi sipil
Masa aktif2006–sekarang
Dikenal karenaAktivisme anti-korupsi
Pasangan menikahYuan Weijing
AnakChen Kerui
Chen Kesi
PenghargaanTime 100 (2006)
Penghargaan Ramon Magsaysay (2007)
Chen Guangcheng
Hanzi tradisional: 陳光誠
Hanzi sederhana: 陈光诚
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Chén Guāngchéng

Chen Guangcheng (kelahiran 12 November 1971) adalah seorang aktivis hak asasi sipil Tiongkok yang bekerja pada masalah-masalah hak asasi manusia di wilayah-wilayah pedesaan di Republik Rakyat Tiongkok. Tunanetra dari tahun awal dan mempelajari sendiri bidang hukum, Chen kemudian disebut sebagai "pengacara barefoot" yang mengadvokasikan hak asasi wanita, hak asasi lahan, dan kesejahteraan orang miskin.

Pada April 2012, Chen melarikan diri dari penahanan rumahnya dan pergi ke Kedutaan Besar A.S. di Beijing. Setelah bernegosiasi dengan pemerintah Tiongkok, ia meninggalkan kedutaan besar tersebut untuk penyembuhan pengobatan pada awal Mei 2012, dan media mengabarkan bahwa Tiongkok menganggapnya pergi ke Amerika Serikat untuk studi. Pada 19 Mei 2012, Chen, istrinya, dan dua anaknya diberi visa AS dan meninggalkan Beijing untuk pindah ke New York City. Pada Oktober 2013, Chen mendapatkan sebuah jabatan pada kelompok penelitian konservatif Institut Witherspoon, dan sebuah jabatan pada Universitas Katolik Amerika.[1]

Kehidupan awal dan keluarga

Chen adalah anak bungsu dari lima bersaudara dari sebuah keluarga dari desa Dongshigu, Wilayah Yinan, Provinsi Shandong, sekitar 200 kilometer (120 mi) dari kota Jinan.[2] Ketika Chen berusia sekitar enam bulan, ia kehilangan penglihatannya karena demam yang menghancurkan saraf optikalnya.[3][4]

Ayah Chen bekerja sebagai seorang instruktur di sebuah sekolah Partai Komunis dan mendapatkan gaji setara sekitar $60 per tahun. Ketika Chen masih anak-anak, ayahnya membacakan karya-karya sastra kepadanya, dan dikabarkan membantu pemikiran putranya terhadap nilai-nilai demokrasi dan kebebasan. Pada 1991, ayah Chen memberikannya sebuah salinan dari "Hukum Yang Melindungi Kaum Difabel," yang berisi mengenai hak-hak hukum dan perlindungan di tempat tersebut bagi orang-orang difabel di RRC.[4]

Pada 1989, pada usia 18 tahun, Chen mulai masuk sekolah sebagai murid kelas satu di Sekolah Dasar untuk Tunanetra di kota Linyi.[4] Pada 1994, ia masuk ke Sekolah Tinggi Qingdao untuk Tunanetra, dimana ia menuntut ilmu sampai 1998.[5] Ia mulai mengembangkan pengetahuannya dalam bidang hukum, dan sering meminta kepada saudara-saudaranya untuk membacakan teks-teks hukum kepadanya.[6] Ia mendapatkan sebuah posisi di Universitas Pengobatan Tionghoa Tradisional Nanjing pada 1998.[7] Ia belajar di Nanjing dari 1998 sampai 2001, dengan mengkhususkan diri dalam bidang akupuntur dan pemijatan—dua program yang disediakan bagi tunanetra.[8][9][10] Setelah kelulusan, ia kembali ke kampung halamannya dan bekerja sebagai pemijat di rumah sakit Wilayah Yinan.[11]

Chen bertemu dengan istrinya, Yuan Weijing, pada 2001, setelah menyimak sebuah acara bincang-bincang radio. Yuan mengatakan bahwa acara tersebut mendiskusikan tentang kesulitannya dalam mendapatkan sebuah pekerjaan setelah lulus dari departemen bahasa asing di Institut Ilmu Kimia Shandong. Chen, yang menyimak program tersebut, kemudian mengkontak Yuan dan menceritakan kisahnya sendiri sebagai seorang tunanetra yang mendapatkan 400 Yuan per tahun. Yuan berpindah melalui pertukaran, dan kemudian pada tahun berikutnya, ia mengunjungi desa Chen untuk bertemu dengannya. Pasangan tersebut menikah pada 2003.[4] Putra mereka, Chen Kerui, lahir pada tahun berikutnya. Pada 2005 mereka memiliki anak kedua—seorang putri yang bernama Chen Kesi—yang bertentangan dengan kebijakan satu anak di Tiongkok.[12][13] Yuan, yang bekerja sebagai guru bahasa Inggris pada waktu pernikahan tersebut, meninggalkan pekerjaannya pada 2003 dalam rangka membantu suaminya dalam karya hukumnya.[4]

Referensi

  1. ↑ Jacobs, Andrew (2 Oktober 2013). "Chinese Activist Joins Conservative Research Group". The New York Times.
  2. ↑ Calum and Lijia MacLeod (4 Oktober 2000). "Frontline Shandong: A story harder to swallow than crispy scorpions". The Independent – via HighBeam Research.{{cite web}}: |access-date= memerlukan |url=; |url-access= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  3. ↑ Ian Johnson (20 Juni 2012). "'Pressure for Change is at the Grassroots': An Interview with Chen Guangcheng". New York Review of Books. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-11-19. Diakses tanggal 10 Agustus 2012.
  4. 1 2 3 4 5 Zhang Yaojie (2006). "Chen Guangcheng and Wen Jiabao: Power vs. Human Rights" (PDF). Human Rights in China. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 5 September 2012. Diakses tanggal 10 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "China's blind activist Chen Guangcheng". BBC News. 19 Mei 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-11-19. Diakses tanggal 18 November 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Joseph Kahn (20 Juli 2006). "Advocate for China's Weak Crosses the Powerful". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Juli 2012. Diakses tanggal 10 Agustus 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Lijia MacLeod. "Scholastic sticker shock: Tuition increases put college out of most families' reach". The Washington Times. 6 Oktober 2000.
  8. ↑ Hannah Beech (30 April 2006). "Time 100: The People Who Shape Our World". Time. Diarsipkan dari asli tanggal 24 November 2012. Diakses tanggal 10 Agustus 2012.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Philip P. Pan (27 Agustus 2005). "Who Controls the Family?". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-11-19. Diakses tanggal 10 Agustus 2012.
  10. ↑ Melinda Liu (3 Maret 2002). "Barefoot Lawyers". Newsweek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-11-19. Diakses tanggal 10 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ 陈光诚:不平凡的基层维权先锋 (dalam bahasa Tionghoa). My1510.cn. 24 Oktober 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-11-19. Diakses tanggal 16 Desember 2011.
  12. ↑ "Why did blind activist Chen Guangcheng anger Chinese authorities?". NBC News. 4 Mei 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-11-19. Diakses tanggal 10 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Melinda Liu (21 Mei 2012). "Chen Guangcheng's New Life in America: A Day in Greenwich Village". Newsweek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-11-19. Diakses tanggal 10 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Pelayanan Pemerintahan (1958-2008)
  • Ek Sonn Chan
  • Keo Viphakone
Pelayanan Publik (1958-2008)
Mary H. Rutnam
  • Center for Agriculture and Rural Development Mutually Reinforcing Institutions (CARD MRI)

yang berbasis di  Filipina
  • Joaquin Villalonga
Kepemimpinan Masyarakat (1958-2008)
   Nepal
  • Prayong Ronnarong
Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif (1958-2008)

atau  Sri Lanka
   Nepal

yang berbasis di  Filipina
  • Robert McCulloch Dick
Perdamaian dan Pengertian Internasional (1958-2008)
   Nepal
  • Pomnyun Sunim

yang berbasis di  Thailand
Kepemimpinan yang Muncul (2001- )
  • Yoon Hye-Ran
  • Ananda Galappatti

yang berbasis di  Hong Kong
Tidak dikategorisasikan (2009- )
  • Syeda Rizwana Hasan
  • A.H.M. Noman Khan
  • Yang Saing Koma
  • Koul Panha
  • Yayasan Pengembangan Pribumi Alternatif, Inc. (AIDFI)
  • Christopher Bernido
  • Ma. Victoria Carpio-Bernido
  • Romulo Davide
  • Antonio Oposa Jr.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan