Minggu, 20 September 2026
10:46 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Caridina linduensis

Caridina linduensis

Caridina linduensis
250px-Caridina_linduensis_%28MNHN-IU-2015-1816%29.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spesimen awetan Caridina linduensis
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Malacostraca
Ordo: Decapoda
Subordo: Pleocyemata
Infraordo: Caridea
Famili: Atyidae
Genus: Caridina
Spesies:
C. linduensis
Nama binomial
Caridina linduensis
J. Roux, 1904

Caridina linduensis adalah udang air tawar yang termasuk ke dalam famili Atyidae. Salah satu ciri famili ini adalah adanya kumpulan setae (seperti rambut) di ujung kaki pertama dan kedua udang ini.

Distribusi

Udang ini hanya terdistribusi secara endemik di Danau Lindu dan sungai-sungai sekitarnya.[2] [3] [4] Distribusi yang terbatas ini menyebabkan C. linduensis sangat rentan mengalami kepunahan.[5] Salah satu ancaman yang dihadapi C. linduensis adalah kehadiran spesies udang invasif Macrobrachium lanchesteri yang populasinya cenderung bertambah banyak di Danau Lindu. [6]

Sejarah taksonomi

Berdasarkan sejarahnya, C. linduensis pertama kali dideskripsi dan dipublikasikan oleh J. Roux pada tahun 1904 berdasarkan spesimen udang air tawar yang dikoleksi oleh Paul Sarasin dan Fritz Sarasin di zona litoral Danau Lindu.[7] [8] Hingga saat ini, spesimen tersebut tersimpan di Museum Basel di Swiss. Setelah lebih dari satu abad lamanya, tidak ada update terbaru mengenai keberadaan spesies ini, hingga dua peneliti Indonesia, melakukan eksplorasi di Danau Lindu dan menemukan kembali keberadaan jenis udang air tawar ini.[2] Udang yang dikoleksi tersebut saat ini tersimpan sebagai spesimen koleksi di Museum Zoologicum Bogoriense BRIN Cibinong, Bogor.

Nama lokal

Penduduk lokal sekitar Danau Lindu menyebut C. linduensis dengan nama "lamale". Nama "lamale" ini sebenarnya adalah Bahasa Kaili untuk udang-udang berukuran kecil. Karena itu, penyebutan lamale bukan hanya berlaku untuk C. linduensis saja, tetapi umumnya juga untuk semua jenis udang lain yang berukuran kecil. Caridina linduensis dewasa memiliki ukuran tubuh sekitar 2 hingga 3 cm.

Keunikan

Keunikan C. linduensis adalah ukuran telurnya yang besar. Menurut Annawaty dan Wowor[2] udang ini memiliki ukuran diameter telur sekitar 1,1 mm x 0,7 mm. Telur berukuran besar umumnya dimiliki oleh udang-udang yang termasuk tipe land-lock species, yaitu udang air tawar yang dalam proses pemijahannya tidak lagi membutuhkan air laut atau air payau untuk menetaskan telurnya.[9] Udang caridina yang bersifat land-lock species di Sulawesi umumnya dijumpai pada jenis udang yang hidup di danau, sebagaimana yang ditemukan juga pada udang caridina yang ada di Danau Poso, Danau Towuti, Danau Mahalona, Danau Matano, Danau Masapi, dan Danau Wawantoa.[10]

Peranan ekologis

Sebagaimana udang air tawar lainnya di perairan, C linduensis memiliki peranan ekologis sebagai detritivor dengan memakan detritus di dasar perairan, selain itu, udang ini juga berfungsi sebagai makanan bagi hewan-hewan air lainnya yang lebih besar,[11] karena itu udang C linduensis sangat berperan penting dalam rantai daur ulang material organik di perairan.

Referensi

  1. De Grave, S.; Wowor, D. (2020). "Caridina linduensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T198228A176123703. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T198228A176123703.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Annawaty, Annawaty; Wowor, Daisy (2015-05-19). "The atyid shrimps from Lake Lindu, Central Sulawesi, Indonesia with description of two new species (Crustacea: Decapoda: Caridea)". Zootaxa. 3957 (5): 501. doi:10.11646/zootaxa.3957.5.1. ISSN 1175-5334.
  3. Annawaty, Annawaty; Wowor, Daisy; Farajallah, Achmad; Setiadi, Dede; Suryobroto, Bambang (2016-04-01). "Habitat Preferences and Distribution of the Freshwater Shrimps of the Genus Caridina (Crustacea: Decapoda: Atyidae) in Lake Lindu, Sulawesi, Indonesia" (PDF). HAYATI Journal of Biosciences. 23 (2): 45–50. doi:10.1016/j.hjb.2016.04.001. ISSN 1978-3019.
  4. Chace, Jr., Fenner A. (1997). "The Caridean Shrimps (Crustacea: Decapoda) of the Albatross Philippine Expedition, 1907-1910, Part 7: Families Atyidae, Eugonatonotidae, Rhynchocinetidae, Bathypalaemonellidae, Processidae, and Hippolytidae" (PDF). Smithsonian Contributions to Zoology. 587 (I–V): 1–106.
  5. De Grave, S.; Wowor, D. "Caridina linduensis". Diakses tanggal 25 Februari 2024.
  6. Annawaty, Annawaty; Silvayanti (2024-08-26). "DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN UDANG AIR TAWAR INVASIF Macrobrachium lanchesteri DI DANAU LINDU, SULAWESI TENGAH". Berita Biologi (dalam bahasa Inggris). 23 (2): 297–310. doi:10.55981/beritabiologi.2024.5383. ISSN 2337-8751.
  7. Roux, J. (1904). "Decapodes d'eau douce de Celebes". Rev Suisse de Zool. 12: 539–572.
  8. Annawaty; Wowor, Daisy (2023). Memahami Taksonomi Hewan. Malang: Litera Mediatama. hlm. 141–145.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. Lai, H.T.; Shy, J.Y. (2009). "The larval development of Caridina pseudodenticulata (Crustacea: Decapoda: Atyidae) reared in the laboratory, with a discussion of larval metamorphosis types" (PDF). The Raffles Bulletin of Zoology. 20: 97–107.
  10. von Rintelen, K.; Cai, Y. (2009). "Radiation of Endemic Species Flocks in Ancient Lakes: Systematic Revision of The Freshwater Shrimp Caridina H. Milne Edwards, 1837 (Crustacea: Decapoda: Atyidae) From The Ancient Lakes of Sulawesi, Indonesia, With The Description of Eight New Species" (PDF). The Raffles Bulletin of Zoology. 57 (2): 343–452.
  11. Wowor, D.; Cai, Y.; Ng, P.K.L. (2004). Crustacea: Decapoda, Caridea. Freshwater Invertebrates of the Malaysian Region (PDF). Kuala Lumpur: Malaysian Academy of Sciences. hlm. 337–357.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan