Senin, 28 September 2026
10:17 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal
Cucu

Cucu

sebuah ungkapan garis keturunan Keluarga

250px-Nowruz_2017_in_Bisaran%2C_Kurdistan_province.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang nenek dan cucunya menyaksikan upacara “Nowruz”. Kode berpakaian Kurdi mencerminkan budaya Kurdi dan pakaian Kurdi berbeda dari pria ke wanita. Foto ini diambil pada tahun 2017 di salah satu desa Kurdistan: Desa Besaran, Kurdistan, Iran.

Anak cucu adalah sebuah ungkapan garis keturunan dalam Bagan silsilah Keluarga. Anak merupakan garis keturunan pertama sedangkan cucu merupakan garis keturunan kedua. Kata istilah Anak Cucu merupakan ungkapan resmi dalam Bahasa Indonesia.[1]

Garis keturunan

Garis keturunan merupakan keturunan langsung atau pertalian darah dari garis keturunan langsung. Misalkan hubungan orang tua kandung dengan anaknya atau hubungan anak, ayah, dan kakek. Sedangkan sebutan anak dalam silsilah keluarga merupakan garis keturunan pertama sedangkan cucu merupakan anaknya dari anak atau garis keturunan kedua serta cicit merupakan anak dari cucu dan seterusnya.[2][3]

Dalam Bahasa Indonesia terdapat 3 sebutan ke tingkat bawah dari garis keturunan dalam silsilah keluarga. Urutan 3 sebutan ke tingkat bawah dalam silsilah keluarga saat ini yang diketahui oleh sebagian besar orang Indonesia yakni:

Anak = Keturunan Pertama
Cucu = Keturunan Kedua
Cicit = Keturunan Ketiga
Pipit = Keturunan Keempat

Silsilah keluarga

Tiap-tiap daerah di Indonesia memang beda dalam penyebutan garis keturunan dalam silsilah keluarga, misalkan dalam tradisi jawa terdapat sebutan garis keturunan hingga 18 tingkat ke bawah yakni:

  • Keturunan ke-1. Anak
  • Keturunan ke-2. Cucu, dalam bahasa Indonesia disebut cucu
  • Keturunan ke-3. Buyut, dalam bahasa Indonesia disebut cicit
  • Keturunan ke-4. Pipit
  • Keturunan ke-5. Wareng
  • Keturunan ke-6. Udhek-udhek
  • Keturunan ke-7. Gantung siwur
  • Keturunan ke-8. Cicip moning
  • Keturunan ke-9. Petarangan bobrok
  • Keturunan ke-10. Gropak senthe
  • Keturunan ke-11. Gropak waton
  • Keturunan ke-12. Cendheng
  • Keturunan ke-13. Giyeng
  • Keturunan ke-14. Cumpleng
  • Keturunan ke-15. Ampleng
  • Keturunan ke-16. Menyaman
  • Keturunan ke-17. Menya-menya
  • Keturunan ke-18. Trah tumerah.[4]

Begitu juga dalam tradisi masyarakat Bali terdapat sebutan garis keturunan hingga 9 tingkat ke bawah. Kesembilan garis keturunan ini merupakan leluhur atau nenek moyang orang bali yang jarang dipublikasikan secara khusus dan umum.[5]

  • Aji atau Ayah adalah orang tua dari si anak merupakan garis keturunan pertama.
  • Pekak atau Kakek adalah orang tua yang membesarkan ayah merupakan garis keturunan kedua.
  • Kompiang atau ayahnya kakek adalah garis keturunan tingkat ketiga.
  • Kelab atau ayahnya kompiang adalah garis keturunan tingkat keempat
  • Kelampiung atau ayahnya Kelab adalah garis keturunan tingkat kelima.
  • Karapeg atau ayahnya kelampiung adalah garis keturunan keenam
  • Canggah atau ayahnya Karapeg adalah garis keturunan ketujuh.
  • Wareng atau ayahnya Canggah adalah garis keturunan kedelapan.
  • Udeg-udeg atau ayahnya Wareng adalah garis keturunan kesembilan.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Ungkapan Anak Cucu organisasi.org
  2. ↑ Sebutan Cicit wiktionary.org
  3. ↑ Garis Keturunan id.termwiki.com
  4. ↑ Urutan Silsilah Keturunan abuzadan.staff.uns.ac.id
  5. ↑ Garis Keturunan Nenek Moyang di Bali Diarsipkan 2014-06-30 di Wayback Machine. id.shvoong.com

Pranala luar

Anggota
keluarga
Leluhur ke-3, dst.
Leluhur ke-2
Leluhur ke-1
Generasi ego
Keturunan ke-1
Keturunan ke-2, dst.
Status anak
Status individu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan