Minggu, 20 September 2026
17:23 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Camauro

Camauro

Sepotong camauro (dari Bahasa Latin camelaucum, yang berasal dari kata Bahasa Yunani kamelauchion, yang artinya "topi kulit onta") adalah sebuah penutup kepala yang biasanya dikenakan oleh Paus Gereja Katolik Roma.

Camauro Paus terbuat dari wol berwarna merah atau ungu dengan potongan kulit tupai cerpelai dan biasanya dikenakan semasa musim dingin sebagai pengganti zucchetto yang biasanya menggantikan biretta yang dikenakan oleh para pejabat gereja lainnya. Seperti biretta yang dikenakan oleh pejabat rendah gereja dan mortarboard (topi toga sarjana) yang dikenakan oleh kaum akademiah, camauro berasal dari topi akademiah (pileus) yang awalnya dikenakan untuk melindungi bagian kepala para rohaniwan yang dipangkas habis (demi alasan keagamaan) dari udara dingin. Penutup kepala ini sering kali dikenakan dengan mantel penutup pundak (mozzetta) yang kadang-kadang dilengkapi dengan bulu binatang.

Camauro telah menjadi bagian dari pakaian Sri Paus semenjak abad ke-12. Hingga tahun 1464, penutup kepala ini juga dikenakan oleh para kardinal Gereja Katolik tetapi tanpa potongan kulit tupai cerpelai; dari tanggal tersebut, camauro menjadi kelengkapan khusus pakaian Sri Paus, sementara para kardinal kemudian mengenakan biretta berwarna kemerahan. Camauro sempat tidak digunakan lagi setelah wafatnya Paus Yohanes XXIII pada tahun 1963, tetapi kembali dihadirkan penggunaannya di bulan Desember 2005 oleh Paus Benediktus XVI. Penggunaan camauro oleh Sri Paus ini mengundang perbandingan dengan Sinterklas dan Bapa Natal di media massa; Santo Nicholas Thaumaturgos, yang mendasari lahirnya tokoh legendaris Sinterklas, adalah seorang Uskup di Myra.



Sumber

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan