Minggu, 04 Oktober 2026
14:44 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Biretta

Biretta

Bagikan:
250px-Biret.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Biretta tradisional hitam.

Biretta (bahasa Latin:biretum, birretum) adalah topi Gereja Katolik berbentuk persegi dengan tiga atau empat puncak atau tonjolan, yang terkadang dihiasi dengan jambul di bagian atasnya. Secara tradisional, biretta dengan tiga puncak dikenakan oleh kaum klerus Kristiani, khususnya klerus Gereja Katolik, serta sebagian klerus Lutheran dan Anglikan. Biretta dengan empat puncak dikenakan sebagai pakaian akademik (namun bukan untuk keperluan liturgi) oleh mereka yang memiliki gelar doktor dari fakultas kepausan atau universitas kepausan. Terkadang, biretta juga dikenakan oleh kalangan praktisi hukum, misalnya advokat di Kepulauan Channel[1] atau hakim di beberapa pengadilan Polandia.

Asal-usul

250px-Bonete_Sammlung_Philippi.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Biretta "versi Spanyol", dari Koleksi Philippi

Asal-usul biretta tidak diketahui secara pasti. Topi ini tercatat sudah ada sejak abad kesepuluh. Salah satu kemungkinan asal-usulnya adalah topi akademik dari Abad Pertengahan tingkat lanjut, yang berbentuk persegi dan lunak. Topi ini juga merupakan cikal bakal dari topi toga mortarboard modern yang digunakan saat ini di universitas-universitas sekuler. Biretta tampaknya mulai digunakan secara lebih luas sebagai perlengkapan busana gerejawi setelah sinode Bergamo tahun 1311 memerintahkan kaum klerus untuk mengenakan "biretta di kepala mereka sebagaimana layaknya kaum awam."[2] Jambul atau hiasan pom-pom yang terkadang terlihat pada biretta baru ditambahkan kemudian; bentuk awal biretta (seperti topi Canterbury) tidak memiliki hiasan tersebut.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Definisi Biretta
  2. ↑ Herbert Norris, Church Vestments: Their Origin and Development, 1950, 161.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan