Senin, 02 November 2026
03:29 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Cahaya bulan

Cahaya bulan

cahaya dari Bulan yang mencapai Bumi

Bagikan:
250px-Holma_Boat_Club_by_the_light_of_the_moon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bulan menerangi sekumpulan kapal di Holma, Swedia.

Cahaya bulan sebagian besar terdiri dari cahaya matahari (dengan sedikit cahaya bumi) memantul dari permukaan Bulan pada bagian di mana cahaya matahari menerpa.[1]

Intensitas cahaya

Intensitas cahaya bulan sangat bervariasi tergantung fasenya, tetapi meskipun berada pada fase bulan purnama intensitas cahayanya hanya sekitar 0,05–0,1 lux.[2] Ketika Bulan berada pada perigee dan dilihat di atas kulminasi dari daerah tropis, illuminasinya dapat mencapai 0,32 lux.[2] Cahaya bulan purnama hanya sekitar sepersejuta dari kecerahan Matahari.[3]

Warna sinar bulan, terutama di sekitar bulan purnama, tampak lebih kebiru-biruan dilihat mata manusia dibandingkan dengan sumber cahaya buatan lainnya. Karena Efek Purkinje, cahaya bulan tidak benar-benar berwarna biru, dan meski sinar bulan sering disebut "keperakan", tetapi sebenarnya tidak memiliki kualitas keperakan yang lekat. Albedo Bulan adalah 0,136,[4] artinya hanya 13,6% cahaya matahari yang menimpa bulan dipantulkan kembali dari Bulan. Cahaya bulan umumnya menghambat pengamatan astronomi, sehingga para astronom biasanya menghindari mengamati sesi di sekitar Bulan Purnama. Cahaya Bulan memerlukan waktu sekitar 1,26 detik untuk mencapai permukaan bumi.

  • Cahaya bulan bersinar di langit dekat Very Large Telescope.
    Cahaya bulan bersinar di langit dekat Very Large Telescope.
  • Cahaya bulan menerangi danau dan area disekitarnya.
    Cahaya bulan menerangi danau dan area disekitarnya.
  • Selama gerhana bulan, bulan menjadi berwarna merah karena cahaya matahari tak langsung, yang telah disebarkan dan dibiaskan oleh atmosfer bumi.
    Selama gerhana bulan, bulan menjadi berwarna merah karena cahaya matahari tak langsung, yang telah disebarkan dan dibiaskan oleh atmosfer bumi.
  • Cahaya bumi (pantulan cahaya matahari dari bumi) menyinari sisi redup Bulan, sementara sinar matahari mengenai sisi terangnya.
    Cahaya bumi (pantulan cahaya matahari dari bumi) menyinari sisi redup Bulan, sementara sinar matahari mengenai sisi terangnya.
  • Dengan pengaturan eksposur manual, foto yang diambil di bawah sinar bulan tampak tidak jauh berbeda dengan foto yang diambil di siang hari.
    Dengan pengaturan eksposur manual, foto yang diambil di bawah sinar bulan tampak tidak jauh berbeda dengan foto yang diambil di siang hari.

Cerita rakyat

Dalam cerita rakyat (khususnya cerita rakyat Inggris), sinar bulan terkadang dianggap memiliki pengaruh buruk. Misalnya, tidur dalam terang bulan penuh pada malam-malam tertentu dikatakan bisa mengubah seseorang menjadi manusia serigala. Cahaya Bulan dianggap memperburuk gejala orang gila, dan tidur di bawah sinar bulan bisa membuat orang buta, atau bahkan gila.[5] Ada anggapan bahwa nyctalopia (kebutaan malam yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A) disebabkan oleh tidur di bawah sinar rembulan di daerah tropis.

"Kebutaan bulan" adalah nama untuk uveitis rekuren kuda. Cahaya bulan tidak lagi dianggap sebagai penyebabnya.

Pada abad ke-16, ada anggapan bahwa susu bulan, yaitu endapan batu kapur putih lembut yang ditemukan di gua-gua, disebabkan oleh sinar bulan.[6]

Cahaya bulan dalam seni

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Toomer, G. J. (Desember 1964). "Review: Ibn al-Haythams Weg zur Physik by Matthias Schramm". Isis. 55 (4): 463–465 [463–4]. doi:10.1086/349914.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Kyba, Christopher C M; Mohar, Andrej; Posch, Thomas (1 Februari 2017). "How bright is moonlight?". Astronomy & Geophysics. 58 (1): 1.31 – 1.32. doi:10.1093/astrogeo/atx025. Diakses tanggal 14 Februari 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ The Dynamic North, volume 1. Technical Assistant to Chief of Naval Operations for Polar Projects. 1956. hlm. 16.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Matthews, Grant (2008). "Celestial body irradiance determination from an underfilled satellite radiometer: application to albedo and thermal emission measurements of the Moon using CERES". Applied Optics. 47 (27): 4981–93. Bibcode:2008ApOpt..47.4981M. doi:10.1364/AO.47.004981. PMID 18806861.
  5. ↑ A Dictionary of English folklore, Oxford University Press, 2000
  6. ↑ Gessner, Conrad (1555). Descriptio Montis Fracti sive Montis Pilati [Description of Mount Fractus, or Mount Pilatus] (dalam bahasa Latin). hlm. 54. Diakses tanggal Maret 12, 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wiktionary logo
Lihat entri cahaya bulan di kamus bebas Wikikamus.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cahaya bulan.
Tampilan fisik
Bulan purnama
Orbit
Permukaan Bulan
Ilmu Bulan
Penjelajahan
Topik lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan