Senin, 21 September 2026
19:49 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Atmosfer Bulan

Atmosfer Bulan adalah atmosfer yang berada di bulan yang berbentuk sangat tipis dan berupa kumpulan molekul-molekul yang sangat renggang, tidak mencukupi untuk bernapasnya makhluk hidup.

Keberadaan atmosfer luar angkasa dilaporkan tahun 1933, berdasarkan pengamatan bulan dengan menggunakan semacam topeng yang dapat menyaring cahaya bulan dengan tujuan untuk mempelajari cahaya yang dipancarkan sodium. Meskipun sodium dipercaya hanya merupakan trace elemen di dalam atmosfer bulan, sodium dipelajari karena relatif mudah dideteksi dan digunakan sebagai pembuat komponen lainnya, seperti potasium, neon, argon, dan helium.

Studi luar angkasa tahun 1933 yang dilakukan Universitas Boston, menggunakan instrumen yang telah ditingkatkan, mendeteksi bahwa permukaan bulan memiliki atmosfer setebal 5000 mil. Namun, molekul-molekulnya sedikit dan berjauhan, diperkirakan hanya sekitar sepuluh juta per meter kubik di permukaan dekat bulan; sedangkan kepadatan atmosfer bumi adalah sekitar satu miliar kali kepadatan atmosfer bulan.

Sumber-sumber atmosfer diyakini berasal dari pelepasan gas-gas dari dalam bulan akibat gempa bulan (fenomena yang disebut pengeluaran gas) dan terurainya molekul-molekul dari permukaan bulan akibat tabrakan molekul-molekul luar angkasa dari matahari atau akibat tabrakan meteorit.

Beberapa bulan dari planet lainnya memiliki atmosfer yang jauh lebih menakjubkan, seperti Titan, atmosfernya berupa lapisan tebal nitrogen dan metan, dan pada atmosfer Eropa berupa lapisan tipis oksigen.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan