Sabtu, 03 Oktober 2026
23:47 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Air Bulan

Air Bulan

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebagian besar atau seluruhnya berasal dari satu sumber. Diskusi terkait dapat dibaca pada halaman pembicaraan. Tolong bantu untuk memperbaiki artikel ini dengan menambahkan rujukan ke sumber lain yang tepercaya.
500px-Chandrayaan1_Spacecraft_Discovery_Moon_Water.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penemuan air di Bulan oleh Chandrayaan-1

Air Bulan adalah air yang terlihat di bulan. Ilmuwan menemukan adanya air magmatik atau air yang berasal dari bagian dalam bulan lalu muncul ke permukaan.

Meskipun keberadaan es air di Bulan telah diperkirakan oleh berbagai ilmuwan sejak tahun 1960-an, bukti yang tidak meyakinkan tentang es air bebas juga telah diidentifikasi. Bukti pertama yang tak terbantahkan tentang adanya air di Bulan diberikan oleh muatan Chace yang dibawa oleh Moon Impact Probe yang dilepaskan oleh Chandrayaan-1(चन्द्रयान-1, சந்திரயான்-1) pada tahun 2009, yang kemudian dikonfirmasi dan dibuktikan oleh NASA.[1][2][3]

Bukti keberadaan air magmatik tersebut ditemukan dengan bantuan Moon Mineralogy Mapper milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang ada di wahana milik India, Chandrayaan-1. Rachel Klima, pakar geologi keplanetan dari Johns Hopkins University, memublikasikan temuan itu di jurnal Nature Geoscience.

Keberhasilan pengungkapan air magmatik di bulan dimulai dari hasil penelitian lima tahun lalu. Saat itu, ilmuwan mengungkap bahwa interior bulan tidak kering seperti yang diduga. Para ilmuwan juga berhasil menemukan air, berupa lapisan tipis yang diduga berasal dari angin matahari yang menumbuk permukaan bulan.

Penelitian tersebut tidak langsung memberi tanda keberadaan air magmatik. Namun, dari temuan itu ilmuwan bisa mengidentifikasi tipe batuan di kawah bulan bernama Bullialdus. Identifikasi ini membantu memecahkan asal muasal air.

Menurut ilmuwan, tipe batuan di kawah itu disebut norite. Batuan tersebut biasanya mengkristal dan terjebak saat magma keluar dari bagian dalam. Melalui penelitian selanjutnya, ilmuwan mengungkapkan bahwa jenis batuan ini tidak hanya ditemukan di kawah Bullialdus.

Dalam risetnya, Klima menganalisis lingkungan kawah Bullialdus dengan bantuan Moon Mineralogy Mapper. Terungkap bahwa kawah itu punya kandungan hidroksil lebih banyak dari lingkungannya. Hidroksil ialah molekul yang terdiri atas satu atom oksigen dan satu atom hidrogen, komponen penyusun air.

Menurut ilmuwan, wilayah kawah Bullialdus bukan merupakan wilayah yang terpapar angin matahari. Jadi, bila ada air di tempat itu, asalnya bukan dari tumbukan angin matahari dan permukaan bulan. Namun diduga kuat, hidroksil merupakan bukti adanya air magmatik.

Keberadaan air magmatik ini, menyuguhkan informasi baru akan proses vulkanik dan komposisi internal bulan seperti yang diberitakan Universe Today, Pemahaman akan hal tersebut akan membantu mengetahui proses pembentukan bulan serta perubahan proses magmatik.

Lihat pula

Sumber

Referensi

  1. ↑ Staff Reporter (25 September 2009). "MIP detected water on Moon way back in June: ISRO Chairman". The Hindu.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Did India beat NASA to find water on moon?". m.ndtv.com. Diarsipkan dari asli tanggal 30 November 2016. Diakses tanggal 29 November 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Chandrayaan-1 | Indian space probe". Encyclopædia Britannica.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan