Selasa, 22 September 2026
21:13 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Butriyah

salah satu mazhab fikih Islam Syiah

Bagian dari seri
Islam
120px-Allah3.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Butriyah (Arab: البترية, al-Butriyah) adalah suatu firqah (sekte) dari mazhab Syi'ah Zaidiyah,[1] yang merujuk pada Katsir al-Nawwa al-Abtar sebagai tokoh pemula ajaran ini.[2] Penganut Zaidiyah pada awal hingga pertengahan abad ke-8 terutama pemegang ajaran Butriyah,[2] sementara pada akhir abad ke-9 sebagian besar telah menjadi pemegang ajaran Jarudiyah.[1]

Ajaran Butriyah berpendapat bahwa Nabi Muhammad hanya menunjuk Ali bin Abi Thalib secara implisit sebagai penggantinya, sehingga mungkin saja terjadi kekeliruan memilih oleh para Sahabat Nabi meskipun mereka berniat baik.[1] Meskipun tetap menganggap Ali sebagai yang terbaik (al-afdal), Butriyah tidak menganggap kesalahan memilih Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab yang bukan terbaik (al-mafdul) tidak membuat mereka menjadi kafir, melainkan tetap Muslim yang taat.[1][2][3] Tidak adanya penolakan resmi dari Ali atas pemerintahan Abu Bakar dan Umar, menandakan ia menyetujuinya dan tidak ada landasan bagi umat Islam untuk menolak keduanya pula.[1] Butriyah berpendapat pemerintahan keduanya tetap sah, sedangkan mengenai pemerintahan Utsman bin Affan, sebagian tidak berkomentar,dan sebagian lagi menyalahkan 6 tahun terakhir kekhalifahannya karena nepotisme meskipun ia tidak sampai dihukumi kafir.[1][2] Demikian pula para Sahabat Nabi yang berperang melawan Ali bin Abi Thalib, meskipun dianggap salah, tetapi juga tetap dianggap sebagai Muslim.[1] Ajaran tersebut berbeda sekali dengan banyak kelompok Syi'ah awal lainnya, yang menghukumi murtad (keluar dari Islam) bagi mereka yang menentang kepemimpinan Ali tersebut.[1]

Dalam hal syariah (hukum dasar agama) dan fiqih (hukum kehidupan sehari-hari), Batriyah berpendapat bahwa otoritas keagamaan dapat dipegang oleh siapa saja dari kalangan umat Islam.[1] Para keturunan Ali diperbolehkan belajar ilmu agama dari para ulama non keturunan Ali, demikian pula sebaliknya.[1][3] Para Sahabat Nabi dianggap pada dasarnya memiliki moral yang baik.[1][3] Dalam hal aqidah (theologi), Batriyah menolak secara keras konsep-konsep raja'ah, taqiyah, dan bada'a yang banyak dianut kelompok-kelompok Syi'ah di Kufah lainnya pada masa itu.[1]

Ajaran Butriyah memiliki kedekatan dengan ajaran para ahli hadits proto-Sunni di Kufah, dan seiring dengan semakin terkonsolidasinya mazhab Sunni pada abad ke-9, ajaran Butriyah Zaidiyah surut menghilang.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Haider, Najam (2014). Shi'i Islam: An Introduction. New York: Cambridge University Press. ISBN 9781107031432.
  2. 1 2 3 4 5 Daftary, Farhad (2013). A Histori of Shi'i Islam. London: I.B.Tauris & Co. Ltd. ISBN 9780857735249.
  3. 1 2 3 Crone, Patricia (2014). Medieval Islamic Political Thought. Edinburgh: Edinburgh University Press. ISBN 9780748696505.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan