Jumat, 02 Oktober 2026
22:39 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Brian Acton

Bagikan:
Brian Acton
Lahir1972 (umur 53–54)
Michigan, Amerika Serikat
AlmamaterUniversitas Stanford
PekerjaanPendiri Whatsapp
Pendiri Signal Foundation
OrganisasiSignal Foundation
Dikenal karenaMendirikan WhatsApp bersama Jan Koum tahun 2009

Brian Acton (lahir 1972) adalah programer komputer dan pengusaha Internet Amerika Serikat. Ia bersama Jan Koum merupakan pendiri WhatsApp,[1] aplikasi pesan bergerak yang diakuisisi Facebook Inc. dengan nilai US$19 miliar pada Februari 2014. Ia sebelumnya bekerja di Yahoo Inc.

Pendidikan dan karier awal

Acton lahir di Michigan dan dibesarkan di Florida Tengah.[2] Ia merupakan lulusan Lake Howell High School. Ia kemudian lulus dari jurusan ilmu komputer Universitas Stanford pada tahun 1994.[3] Acton sebelumnya kuliah di Universitas Central Florida dan Universitas Pennsylvania.[butuh rujukan] Pada tahun 1992, ia menjadi pengurus sistem di Rockwell International, kemudian penguji produk di Apple Inc. dan Adobe Systems. Tahun 1996, ia diterima sebagai karyawan ke-44 Yahoo Inc.

Yahoo

Pada tahun 1998, Jan Koum dipekerjakan oleh Yahoo sebagai teknisi infrastruktur. Tidak lama kemudian, ia bertemu Acton ketika masih bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young.[4] Selama sembilan tahun berikutnya, mereka bekerja di Yahoo. Acton menanam modalnya di sektor teknologi informasi dan kehilangan jutaan dolar setelah gelembung dot-com pecah tahun 2000. Pada September 2007, Koum dan Acton keluar dari Yahoo dan cuti selama satu tahun. Mereka keliling Amerika Selatan dan bermain frisbee. Keduanya pernah melamar di Facebook, tetapi ditolak. Bulan Januari 2009, Koum membeli iPhone dan menyadari bahwa App Store yang kala itu baru berusia tujuh bulan akan menjadi perintis industri aplikasi. Ia mengunjungi temannya, Alex Fishman, dan membahas tentang pengembangan aplikasi.[4] Koum memilih nama WhatsApp karena terdengar seperti kata “what’s up”. Satu minggu kemudian, pada hari ulang tahunnya tanggal 24 Februari 2009, ia mendirikan perusahaan WhatsApp Inc. di California.[4]

WhatsApp

Artikel utama: WhatsApp

Pada tahun 2014, Koum dan Acton sepakat untuk menjual WhatsApp ke Facebook dengan nilai $19 miliar USD dalam bentuk tunai dan saham.[3] Forbes memperkirakan bahwa Acton memegang lebih dari 20% saham perusahaan sehingga kekayaan bersihnya mencapai kurang lebih $3,8 miliar.[5] Menurut akun Twitter pribadi Acton, lamaran kerjanya pernah ditolak oleh Twitter dan Facebook pada tahun 2009.[3]

Referensi

  1. ↑ "Brian Acton". Forbes.
  2. ↑ Zuckerberg Bonded With WhatsApp CEO Over Coffee and Dinners
  3. 1 2 3 Wood, Zoe (Februari 20, 2014). "Facebook turned down WhatsApp co-founder Brian Acton for job in 2009". The Guardian. Diakses tanggal 21 Februari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 Parmy Olson (Februari 19, 2014). "Exclusive: The Rags-To-Riches Tale Of How Jan Koum Built WhatsApp Into Facebook's New $19 Billion Baby". Forbes. Diakses tanggal Februari 20, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Mac, Ryan (Februari 19, 2014). "WhatsApp Founders Become Billionaires In $19 Billion Facebook Deal". Forbes. Diakses tanggal 21 Februari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan