Kamis, 05 November 2026
23:06 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Bingung puting

keadaan yang dialami oleh bayi baru lahir sampai berumur lima bulan, di mana ia gagal menyesuaikan diri dari menyusu dengan dot atau empeng menjadi menyusui lewat puting susu.

Bagikan:

Bingung puting adalah keadaan yang dialami oleh bayi baru lahir sampai berumur lima bulan, di mana ia gagal menyesuaikan diri dari menyusu dengan dot atau empeng menjadi menyusui lewat puting susu. Hal ini terjadi saat bayi kembali menyusui lewat puting susu.

Penyebab

Bingung puting bisa disebabkan oleh terlalu cepatnya Bunda dalam mengenalkan botol susu atau dot kepada Si Kecil. Idealnya, Bunda baru boleh mengenalkan botol susu atau dot ketika Si Kecil berusia 4 minggu, atau ketika dia sudah mahir menyusu langsung pada payudara Bunda.

Selain itu, bingung puting juga bisa disebabkan oleh datarnya puting ibu atau tongue tie pada bayi.

Kondisi bingung puting ditandai dengan bayi yang terlihat bingung untuk menemukan dan menyusu pada puting ibu. Selain itu, kondisi bingung puting juga ditandai dengan kebiasaan bayi mengisap ASI melalui ujung puting, rewel, atau menolak saat disusui.

Bila dibiarkan, bingung puting dapat menyebabkan puting ibu lecet karena perlekatan antara mulut bayi dan puting yang tidak tepat, serta berkurangnya produksi ASI. Sedangkan pada bayi, bingung puting berisiko menyebabkan asupan nutrisi dari ASI berkurang.[1]

Gejala

  • Bayi membuka mulut tetapi tidak cukup lebar untuk melekat dengan benar di payudara Anda.
  • Ketika hendak disusui, bayi menggoyangkan kepala, mencari-cari puting, dan terlihat bingung.

Bayi menjerit dan/atau melengkungkan punggungnya saat akan disusui.

  • Lidah bayi tidak menjulur ke garis gusi bawah tetapi justru terangkat.
  • Bayi tampak melekat tetapi tidak mengisap dengan benar.[2]

Pencegahan

Pencegahan bingung puting adalah menyusui langsung melalui payudara, bukan lewat botol ASI, apalagi jika bayi berumur di bawah tiga bulan, sebaiknya tidak diberikan dot atau empeng terlebih dahulu.

Penanganan

Penanganan yang dilakukan adalah dengan cara relaktasi, yaitu dengan cara menawarkan ASI secara langsung kepada bayi. Sebaiknya, relaktasi dilakukan saat bayi dalam keadaan tenang, bukan saat bayi kelaparan.[3] Ibu pun bisa mengajari bayi menyusu dengan menggunakan sendok atau cup feeder. Hal ini memang tidak mudah, tetapi ibu harus sabar dan telaten untuk bisa memberikan ASI melalui sendok. Hal terakhir yang harus dilakukan jika ternyata bayi masih menolak untuk menyusu langsung adalah berkonsultasi dengan ahli laktasi. Ia akan mengajari ibu menyusui yang baik dan membuat Si Kecil tenang saat harus (kembali) berusaha menggunakan mulut untuk memompa ASI dari payudara.

Referensi

  1. ↑ Cristy Sitorus, dr. Merry Dame (2019-10-10). "4 Cara Mengatasi Bingung Puting pada Bayi". Alodokter. Diakses tanggal 2019-12-11.
  2. ↑ Wibowo, Susanto (2018-09-27). "Solusi Bayi Bingung Puting". Mom and Baby Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-11. Diakses tanggal 2019-12-11.
  3. ↑ "How to Avoid Nipple Confusion for the Breastfed Baby" (dalam bahasa Inggris). 2019-08-02. Diakses tanggal 2019-12-11.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan