Senin, 12 Oktober 2026
07:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Bilangan kardinal

Bilangan kardinal

bilangan dalam teori himpunan

Bagikan:
250px-Bijection.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah fungsi bijektif A, f: X → Y, menunjukkan bahwa himpunan X dan Y memiliki kardinalitas yang sama, yang dalam hal ini bernilai bilangan kardinal 4.
250px-Aleph0.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alef-nol, bilangan kardinal tak terhingga terkecil.

Dalam matematika, bilangan kardinal adalah jenis bilangan yang digunakan untuk mengukur kardinalitas suatu himpunan, yaitu seberapa banyak elemen yang terkandung di dalamnya. Bilangan kardinal yang berkaitan dengan suatu himpunan ⁠ A {\displaystyle A} {\displaystyle A}⁠ umumnya dilambangkan dengan ⁠ | A | {\displaystyle \vert A\vert } {\displaystyle \vert A\vert }⁠, yaitu huruf yang diapit oleh dua garis vertikal.[1] Selain itu, kardinalitas juga dapat dituliskan dengan simbol A {\displaystyle A} {\displaystyle A}, card ⁡ ( A ) {\displaystyle \operatorname {card} (A)} {\displaystyle \operatorname {card} (A)}, atau # A {\displaystyle \#A} {\displaystyle \#A}.[8]

Bilangan ini pertama kali ditemukan oleh Georg Cantor pada tahun 1874.

Definisi formal

Secara formal, urutan di antara bilangan kardinal didefinisikan sebagai berikut: |X| ≤ |Y| berarti bahwa ada fungsi injektif dari X ke Y. Teorema Cantor–Bernstein–Schroeder menyatakan jika |X| ≤ |Y| dan |Y| ≤ |X| maka |X| = |Y|. Aksioma pilihan setara dengan pernyataan yang diberikan dua set X dan Y, baik |X| ≤ |Y| maupun |Y| ≤ |X|.[9][10]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Hrbáček & Jech 2017, hlm. 65 harvnb error: tanpa target: CITEREFHrbáčekJech2017 (bantuan)
  2. ↑ Kuratowski 1968, hlm. 174. sfn error: tanpa target: CITEREFKuratowski1968 (bantuan)
  3. ↑ Suppes 1972, hlm. 109. sfn error: tanpa target: CITEREFSuppes1972 (bantuan)
  4. ↑ Bourbaki 1968, hlm. 158. sfn error: tanpa target: CITEREFBourbaki1968 (bantuan)
  5. ↑ Enderton 1977, hlm. 136. sfn error: tanpa target: CITEREFEnderton1977 (bantuan)
  6. ↑ Halmos 1998, hlm. 53. sfn error: tanpa target: CITEREFHalmos1998 (bantuan)
  7. ↑ Tao 2022, hlm. 60. sfn error: tanpa target: CITEREFTao2022 (bantuan)
  8. ↑ A {\displaystyle A} {\displaystyle A}[2][3]
    card ⁡ ( A ) {\displaystyle \operatorname {card} (A)} {\displaystyle \operatorname {card} (A)}[4][5]
    # A {\displaystyle \#A} {\displaystyle \#A}[6][7]
  9. ↑ Enderton, Herbert. "Elements of Set Theory", Academic Press Inc., 1977. ISBN0-12-238440-7
  10. ↑ Friedrich M. Hartogs (1915), Felix Klein; Walther von Dyck; David Hilbert; Otto Blumenthal (ed.), "Über das Problem der Wohlordnung", Math. Ann., Bd. 76 (4), Leipzig: B. G. Teubner: 438–443, doi:10.1007/bf01458215, ISSN 0025-5831

Pranala luar

Sistem bilangan
Himpunan terhitung
Bilangan riil dan
cabangan
Sistem lain
Umum
Diagram Venn irisan himpunan
Aksioma
Operasi
  • Konsep
  • Metode
Jenis himpunan
Teori
Teoretisi himpunan


Ikon rintisan

Artikel bertopik matematika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan