Minggu, 27 September 2026
01:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Belatung

Belatung

fase larva dalam siklus metamorfosis lalat

Artikel ini berisi tentang larva lalat. Untuk desa di Kalimantan Barat, lihat Belatung, Embaloh Hilir, Kapuas Hulu. Untuk stasiun kereta api di Sumatera Selatan, lihat Stasiun Belatung.
250px-Decomposing_possum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Belatung memakan bangkai opossum
250px-Decomposition00.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Belatung pada bangkai landak
250px-Likmaskar_fr%C3%A5n_Kanin_-_Ystad-2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Belatung dari kelinci.

Belatung atau bernga (bahasa Inggris:Maggot) adalah larva dari lalat.[1] Tempayak ini biasa ditemukan pada barang-barang yang membusuk seperti bangkai, buah, atau sayur-mayur yang rusak. Beberapa jenis belatung, seperti belatung lalat buah, bersifat merugikan; tetapi pada umumnya belatung berguna secara ekologis dalam proses dekomposisi bahan-bahan organik. Belatung-belatung jenis tertentu memiliki kegunaan yang khas.

Penggunaan

Forensik

Beberapa jenis belatung yang ditemukan dalam mayat dapat berguna bagi ilmuwan forensik.[2] Dari tahapan perkembangan, belatung ini dapat digunakan untuk menandakan lamanya waktu sejak kematian, dan juga tempat organisme bersangkutan mati. Identifikasi belatung menggunakan klasifikasi yang disebut tahapan "Instar", yang berlain-lainan ukuran dan waktunya menurut spesies belatungnya. Ukuran belatung lalat rumah adalah 9,5–19,1 mm. Belatung tahap instar I panjangnya 2–5 mm; instar II 6–14 mm; instar III 15–20 mm. Masing-masing tahap tersebut berlangsung selama berturut-turut 2–3 hari, 3–4 hari, dan 4–6 hari (rata-rata untuk lalat rumah) sejak telur diletakkan. Dengan menggunakan data tersebut dan tanda-tanda lain, waktu kira-kira sejak kematian dapat diperkirakan oleh ilmuwan forensik.

Terapi medis

Belatung hidup dari spesies lalat tertentu telah digunakan sejak zaman kuno untuk membersihkan luka (tetapi penggunaan spesies yang salah bisa menyebabkan miasis patologis.).[3] Belatung beberapa jenis lalat terbukti memakan daging-daging yang membusuk (Bld.: gangreen, Ingg.: gangrene) pada sebuah luka dan meninggalkan jaringan yang sehat untuk memulihkan diri; dan dengan ini dapat menghindari amputasi. Tentu saja dalam terapi ini digunakan belatung-belatung jenis tertentu yang telah didisinfeksi, dan dilakukan di bawah pengawasan dokter ahli.

Peternakan

Belatung tertentu sering kali dikembangbiakkan secara komersial, digunakan sebagai umpan pancing, dan juga makanan bagi binatang peliharaan karnivora seperti reptil atau burung.

Lihat pula

Pranala luar

  1. ↑ "Abundance of apple maggot, Rhagoletis pomonella, across different areas in central Washington, with special reference to black-fruited hawthorns". Oxford Journal of Insect Science. 12 (1): 124–148. Januari 2012.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Catts, E P; Goff, M L (January 1992). "Forensic Entomology in Criminal Investigations". Annual Review of Entomology. 37 (1): 253–272. doi:10.1146/annurev.en.37.010192.001345. PMID 1539937.
  3. ↑ James, M. T. (1947). The Flies That Cause Myiasis in Man. Washington D.C.: U.S. Dept. of Agriculture.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Maggots.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan