Selasa, 13 Oktober 2026
14:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Batuan intrusif

Batuan intrusif

Bagikan:
250px-Intrusive_big.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram QAPF untuk klasifikasi batuan intrusif.

Batuan intrusif terbetuk saat magma menembus ke batuan yang sudah ada, mengkristal, lalu mengeras di bawah tanah untuk membentuk sebuah intrusi, seperti batolit, sill, korok, lakolit, dan sumbat vulkanik.[1][2][3]

Intrusi adalah salah satu dari dua cara batuan beku terbentuk. Proses lainnya adalah ekstrusi, seperti letusan gunung berapi atau peristiwa-peristiwa serupa. Sebuah intrusi adalah badan batuan beku apapun, yang terbentuk dari magma yang mendingin dan membeku di dalam kerak planet. Sebagai kontras, sebuah ekstrusi terdiri dari batuan ekstrusif, dan terbentuk diatas permukaan kerak.

Beberapa geologi menggunakan istilah batuan plutonik sebagai sinonim dari batuan intrusif, namun geolog lainnya membagi batuan intrusif bedasarkan ukuran kristalnya, menjadi batuan plutonik berbulir kasar (biasanya terbentuk lebih dalam di kerak bumi pada batolit atau stok) dan batuan subvulaknik atau hipabisal berbulir sedang (biasanya terbentuk lebih tinggi di kerak bumi pada korok dan sill).[4]

Referensi

  1. ↑ Intrusive Rocks: Intrusive rocks, accessdate: March 27, 2017.
  2. ↑ Igneous intrusive rocks: Igneous intrusive rocks Diarsipkan 2018-05-12 di Wayback Machine, accessdate: March 27, 2017.
  3. ↑ Britannica.com: intrusive rock | geology | Britannica.com, accessdate: March 27, 2017.
  4. ↑ Philpotts, Anthony R.; Ague, Jay J. (2009). Principles of igneous and metamorphic petrology (Edisi 2nd). Cambridge, UK: Cambridge University Press. hlm. 52. ISBN 9780521880060.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan